Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Kolesterol pada Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak

View through CrossRef
Abstract. Hypercholesterolemia is a condition when the total cholesterol level in the blood increases and the LDL cholesterol level in the blood exceeds the normal limit. High cholesterol levels can lead to various diseases such as heart disease and stroke. Treatment can be done with lifestyle changes and fasting such as dry intermittent fasting. This study was conducted to determine and analyze the effect of dry intermittent fasting on cholesterol levels in mice (Mus Musculus L) fed high-fat feed. The method used was pure laboratory experiment in vivo conducted with a complete randomized design. The subjects used were 28 adult male mice placed randomly into four groups: Group I, the group that did not do dry intermittent-fasting and received standard feed; Group II, the group that did not do dry intermittent-fasting and received high-fat feed; Group III, the group that did dry intermittent-fasting and received normal feed; Group IV, the group that did dry intermittent-fasting and received high-fat feed. This fasting is done in a 14:10 pattern, which is 14 hours of fasting (17.00-07.00 WIB) and 10 hours of feeding window for 30 days. The results of this study indicate that dry intermittent fasting can significantly reduce cholesterol levels in mice fed high-fat feed. During fasting there are changes in cholesterol metabolism that cause a decrease in blood cholesterol. The conclusion of this study is that dry intermittent fasting can significantly reduce cholesterol levels. Abstrak. Hiperkolesterolemia adalah keadaan ketika kadar kolesterol total dalam darah meningkat dan kadar kolesterol LDL dalam darah melewati batas normal. Tingginya kadar kolesterol dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti, penyakit jantung dan stroke. Cara penanganan dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan puasa seperti  puasa intermiten kering (dry intermittent fasting). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh puasa intermitent kering (dry intermittent fasting) terhadap kadar kolesterol pada mencit (Mus Musculus L) yang diberi pakan tinggi lemak. Metode yang digunakan eksperimental laboratorium murni in vivo yang dilakukan dengan adanya rancangan acak lengkap. Subjek yang digunakan adalah 28 mencit jantan dewasa yang ditempatkan secara acak menjadi empat kelompok : Kelompok I, yaitu kelompok yang tidak melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan standar; Kelompok II, yaitu kelompok yang tidak melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan tinggi lemak; Kelompok III, yaitu kelompok yang melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan normal; Kelompok IV, yaitu kelompok yang melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan tinggi lemak. Puasa ini dilakukan dengan pola 14:10, yaitu 14 jam puasa (pukul 17.00-07.00 WIB)  dan 10 jam jendela makan selama 30 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dry intermittent fasting dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan pada mencit yang diberi pakan tinggi lemak. Pada saat puasa terjadi perubahan metabolisme kolesterol yang menyebabkan penurunan kolesterol darah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah puasa intermiten kering (dry intermittent fasting) dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.
Title: Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Kolesterol pada Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Description:
Abstract.
Hypercholesterolemia is a condition when the total cholesterol level in the blood increases and the LDL cholesterol level in the blood exceeds the normal limit.
High cholesterol levels can lead to various diseases such as heart disease and stroke.
Treatment can be done with lifestyle changes and fasting such as dry intermittent fasting.
This study was conducted to determine and analyze the effect of dry intermittent fasting on cholesterol levels in mice (Mus Musculus L) fed high-fat feed.
The method used was pure laboratory experiment in vivo conducted with a complete randomized design.
The subjects used were 28 adult male mice placed randomly into four groups: Group I, the group that did not do dry intermittent-fasting and received standard feed; Group II, the group that did not do dry intermittent-fasting and received high-fat feed; Group III, the group that did dry intermittent-fasting and received normal feed; Group IV, the group that did dry intermittent-fasting and received high-fat feed.
This fasting is done in a 14:10 pattern, which is 14 hours of fasting (17.
00-07.
00 WIB) and 10 hours of feeding window for 30 days.
The results of this study indicate that dry intermittent fasting can significantly reduce cholesterol levels in mice fed high-fat feed.
During fasting there are changes in cholesterol metabolism that cause a decrease in blood cholesterol.
The conclusion of this study is that dry intermittent fasting can significantly reduce cholesterol levels.
Abstrak.
Hiperkolesterolemia adalah keadaan ketika kadar kolesterol total dalam darah meningkat dan kadar kolesterol LDL dalam darah melewati batas normal.
Tingginya kadar kolesterol dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti, penyakit jantung dan stroke.
Cara penanganan dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan puasa seperti  puasa intermiten kering (dry intermittent fasting).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh puasa intermitent kering (dry intermittent fasting) terhadap kadar kolesterol pada mencit (Mus Musculus L) yang diberi pakan tinggi lemak.
Metode yang digunakan eksperimental laboratorium murni in vivo yang dilakukan dengan adanya rancangan acak lengkap.
Subjek yang digunakan adalah 28 mencit jantan dewasa yang ditempatkan secara acak menjadi empat kelompok : Kelompok I, yaitu kelompok yang tidak melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan standar; Kelompok II, yaitu kelompok yang tidak melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan tinggi lemak; Kelompok III, yaitu kelompok yang melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan normal; Kelompok IV, yaitu kelompok yang melakukan dry intermittent-fasting dan mendapat pakan tinggi lemak.
Puasa ini dilakukan dengan pola 14:10, yaitu 14 jam puasa (pukul 17.
00-07.
00 WIB)  dan 10 jam jendela makan selama 30 hari.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dry intermittent fasting dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan pada mencit yang diberi pakan tinggi lemak.
Pada saat puasa terjadi perubahan metabolisme kolesterol yang menyebabkan penurunan kolesterol darah.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah puasa intermiten kering (dry intermittent fasting) dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.

Related Results

Pengaruh Puasa Air Intermiten terhadap Kadar Kolesterol Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Pengaruh Puasa Air Intermiten terhadap Kadar Kolesterol Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Abstract. Hypercholesterolemia is a risk factor for coronary heart disease. One alternative for lowering cholesterol levels that is easy to do and does not require large costs is i...
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Gambaran Mikrostruktur Pankreas Mencit
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Gambaran Mikrostruktur Pankreas Mencit
Abstract. A lifestyle with minimal physical activity and consumption of high-fat foods canincrease the risk of obesity and insulin resistance, and can lead to high blood sugar leve...
Pengaruh Puasa Intermiten Air terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit yang diberi Pakan Tinggi Lemak
Pengaruh Puasa Intermiten Air terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit yang diberi Pakan Tinggi Lemak
Abstract. Uric acid can use gout if level is more than >7 mg/ml. the prevalence of gout continous to increase so that non-pharmalogic therapy is needed, on of which is water int...
Puasa Intermiten Kering: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Derajat Inflamasi Hepar Mencit?
Puasa Intermiten Kering: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Derajat Inflamasi Hepar Mencit?
Abstract. Modern lifestyle changes, characterized by increased consumption of high-fat foods and reduced physical activity, have led to a rise in obesity and non-alcoholic fatty li...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...

Back to Top