Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana dalam Mengembangkan Ekonomi Rumah Tangga

View through CrossRef
Abstract Development programs can unwittingly give birth to new forms of vulnerability or exacerbate existing vulnerabilities, and can even result in disaster. For example, the Lapindo Brantas Inc mudflow disaster in Balongnongo Hamlet, Renokenongo Village, Porong District, Sidoarjo Regency, East Java is a blurry portrait of exploitation of natural resources that is not well controlled so that it has a systemic and widespread impact not only on the community but also business actors and other economic sectors. The purpose of this paper is to describe the risk of disasters that may occur due to uncontrolled exploitation of natural resources, which emphasizes temporary interests, to meet the demands of life or increase the household economy. Umbul Ponggok became a tourist destination that suddenly became famous, and many visitors from outside the area and even outside the island came to visit Umbul Ponggok. With the development of Umbul Ponggok, many investors came to participate in developing tourism by utilizing springs. Based on the facts on the ground, most investors do not have sufficient awareness to mainstream disaster risk reduction in their development planning policies. Worse still, the local community also took advantage of the springs by drilling the ground, simply because they saw the success of the investors. Awareness of the need to mainstream disaster risk reduction into development is very important, to reduce disaster risk. Therefore, disaster education is needed for the community, especially those close to disaster-prone areas, through community involvement and awareness as a strategic step in improving and empowering the community. AbstrakProgram pembangunan tanpa disadari dapat melahirkan bentuk-bentuk kerentanan baru atau memperburuk kerentanan yang telah ada, bahkan bisa berakibat bencana. Sebagai contoh, bencana luapan lumpur Lapindo brantas Inc. di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan  Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur merupakan potret buram eksploitasi Sumber Daya Alam yang tidak terkontrol dengan baik sehingga berdampak sistemik dan meluas tidak hanya bagi masyarakat akan tetapi juga pelaku usaha dan sektor perekonomian yang lainnya. Tujuan penulisan ini ingin menguraikan tentang resiko bencana yang mungkin terjadi yang disebabkan karena eksploitasi Sumber Daya Alam yang tidak terkontrol, yang lebih menekankan kepentingan sesaat, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidup atau peningkatan ekonomi rumah tangga. Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata yang tiba-tiba terkenal, dan banyak pengunjung dari luar daerah bahkan luar pulau datang untuk berkunjung ke Umbul Ponggok. Dengan berkembangnya Umbul Ponggok banyak investor yang berdatangan untuk ikut mengembangkan wisata dengan memanfaatkan sumber mata air. Berdasarkan fakta di lapangan, sebagian besar investor belum memiliki kesadaran yang memadai untuk mengarusutamakan pengurangan resiko bencana dalam kebijakan perencanaan pembangunannya. Lebih parah lagi masyarakat sekitar juga ikut-ikutan memanfaatkan sumber mata air dengan mengebor tanah, semata-mata karena melihat keberhasilan para investor. Kesadaran perlunya mengarusutamakan pengurangan resiko bencana ke dalam pembangunan sangat penting, untuk mengurangi resiko bencana. Maka diperlukan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat, terutama yang dekat dengan daerah rawan bencana, melalui keterlibatan dan kesadaran masyarakat menjadi langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memberdayakan masyarakat.
Title: Pengarusutamaan Pengurangan Resiko Bencana dalam Mengembangkan Ekonomi Rumah Tangga
Description:
Abstract Development programs can unwittingly give birth to new forms of vulnerability or exacerbate existing vulnerabilities, and can even result in disaster.
For example, the Lapindo Brantas Inc mudflow disaster in Balongnongo Hamlet, Renokenongo Village, Porong District, Sidoarjo Regency, East Java is a blurry portrait of exploitation of natural resources that is not well controlled so that it has a systemic and widespread impact not only on the community but also business actors and other economic sectors.
The purpose of this paper is to describe the risk of disasters that may occur due to uncontrolled exploitation of natural resources, which emphasizes temporary interests, to meet the demands of life or increase the household economy.
Umbul Ponggok became a tourist destination that suddenly became famous, and many visitors from outside the area and even outside the island came to visit Umbul Ponggok.
With the development of Umbul Ponggok, many investors came to participate in developing tourism by utilizing springs.
Based on the facts on the ground, most investors do not have sufficient awareness to mainstream disaster risk reduction in their development planning policies.
Worse still, the local community also took advantage of the springs by drilling the ground, simply because they saw the success of the investors.
Awareness of the need to mainstream disaster risk reduction into development is very important, to reduce disaster risk.
Therefore, disaster education is needed for the community, especially those close to disaster-prone areas, through community involvement and awareness as a strategic step in improving and empowering the community.
AbstrakProgram pembangunan tanpa disadari dapat melahirkan bentuk-bentuk kerentanan baru atau memperburuk kerentanan yang telah ada, bahkan bisa berakibat bencana.
Sebagai contoh, bencana luapan lumpur Lapindo brantas Inc.
di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan  Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur merupakan potret buram eksploitasi Sumber Daya Alam yang tidak terkontrol dengan baik sehingga berdampak sistemik dan meluas tidak hanya bagi masyarakat akan tetapi juga pelaku usaha dan sektor perekonomian yang lainnya.
Tujuan penulisan ini ingin menguraikan tentang resiko bencana yang mungkin terjadi yang disebabkan karena eksploitasi Sumber Daya Alam yang tidak terkontrol, yang lebih menekankan kepentingan sesaat, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidup atau peningkatan ekonomi rumah tangga.
Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata yang tiba-tiba terkenal, dan banyak pengunjung dari luar daerah bahkan luar pulau datang untuk berkunjung ke Umbul Ponggok.
Dengan berkembangnya Umbul Ponggok banyak investor yang berdatangan untuk ikut mengembangkan wisata dengan memanfaatkan sumber mata air.
Berdasarkan fakta di lapangan, sebagian besar investor belum memiliki kesadaran yang memadai untuk mengarusutamakan pengurangan resiko bencana dalam kebijakan perencanaan pembangunannya.
Lebih parah lagi masyarakat sekitar juga ikut-ikutan memanfaatkan sumber mata air dengan mengebor tanah, semata-mata karena melihat keberhasilan para investor.
Kesadaran perlunya mengarusutamakan pengurangan resiko bencana ke dalam pembangunan sangat penting, untuk mengurangi resiko bencana.
Maka diperlukan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat, terutama yang dekat dengan daerah rawan bencana, melalui keterlibatan dan kesadaran masyarakat menjadi langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memberdayakan masyarakat.

Related Results

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga di Wilayah Kel.Manuruki Mengenai Pengelolaan Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Rumah Tangga
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga di Wilayah Kel.Manuruki Mengenai Pengelolaan Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Rumah Tangga
Ibu rumah tangga adalah orang yang berperan penting di rumah tangga termasuk dalam pengelolan obat rusak dan kedaluwarsa di tingkat rumah tangga, penelitian ini bertujuan untuk men...
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA DI MEDIA MASSA SEBAGAI PENDUKUNG MANAJEMEN BENCANA
Upaya manajemen bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini memerlukan dukungan dari media massa dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat. Degradasi lingkungan dan gl...
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
Kesiapan dan pencegahan terhadap bencana alam merupakan salah satu faktor dalam mengurangi dampak kerugian serta korban. Bencana adalah suatu rangkaian peristiwa mengganggu, merusa...
ANALISIS STRATEGI DAN KERENTANAN NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAWASAN EKOWISATA
ANALISIS STRATEGI DAN KERENTANAN NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAWASAN EKOWISATA
Kawasan ekowisata yang berada di Nagari Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan membagi dua jenis rumah tangga nelayan berdasarkan sumber nafkahnya, yaitu rumah tangga nelayan penuh dan r...
Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Isteri yang Bekerja
Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Isteri yang Bekerja
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi awal penulis yaitu gugatan cerai oleh isteri kepada suaminya mendominasi kasus perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Purw...

Back to Top