Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Pendidikan dan Kepemilikan BPJS terhadap Akses Layanan Primer di Puskesmas Sidotopo

View through CrossRef
Introduction: Equitable access to primary health services is a critical element in achieving Universal Health Coverage (UHC). Aims: This study aims to analyze the influence of educational level and BPJS ownership on access to primary healthcare services within the working area of Sidotopo Public Health Center (Puskesmas), Surabaya. Method: This research applied a quantitative approach with an analytical observational design utilizing a cross-sectional framework. A total of 84 respondents residing in RW 6, Sidotopo Subdistrict, were selected using a purposive sampling technique. Data were obtained from structured interviews and health center records. Results: The analysis showed that among respondents with middle-level education (junior and senior high school), 61.7% had used Puskesmas services, while only 45.2% of those with higher education had done so. In contrast, respondents with BPJS were more likely to use Puskesmas services (59.2%) than those without BPJS (25.0%), with a p-value of 0.064, approaching statistical significance. Conclusion: Although the relationship between education level and access to Puskesmas services was not statistically significant, there was a tendency for individuals with middle-level education to utilize primary services more frequently. These findings indicate the need to strengthen health literacy and expand the reach and effectiveness of the BPJS program, especially among underserved population groups.   Pendahuluan: Akses yang merata terhadap layanan kesehatan primer merupakan elemen penting dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan kepemilikan BPJS terhadap akses layanan kesehatan primer di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo, Surabaya. Metode: Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross-sectional. Sebanyak 84 responden yang berdomisili di RW 6 Kelurahan Sidotopo dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara terstruktur dan catatan Puskesmas. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa dalam kelompok responden dengan pendidikan menengah (SMP–SMA), 61,7% tercatat pernah memanfaatkan layanan Puskesmas, sementara hanya 45,2% pada kelompok berpendidikan tinggi. Sebaliknya, responden yang memiliki BPJS lebih banyak memanfaatkan layanan Puskesmas (59,2%) dibandingkan mereka yang tidak memiliki BPJS (25,0%), dengan nilai p = 0,064, yang mendekati signifikansi statistik. Kesimpulan: Meskipun hubungan antara tingkat pendidikan dan akses layanan Puskesmas tidak signifikan secara statistik, terdapat kecenderungan bahwa individu dengan pendidikan menengah lebih sering memanfaatkan layanan primer dibandingkan kelompok lainnya. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan literasi kesehatan dan perluasan cakupan serta efektivitas program BPJS, terutama pada kelompok masyarakat yang belum terjangkau secara optimal.
University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)
Title: Pengaruh Pendidikan dan Kepemilikan BPJS terhadap Akses Layanan Primer di Puskesmas Sidotopo
Description:
Introduction: Equitable access to primary health services is a critical element in achieving Universal Health Coverage (UHC).
Aims: This study aims to analyze the influence of educational level and BPJS ownership on access to primary healthcare services within the working area of Sidotopo Public Health Center (Puskesmas), Surabaya.
Method: This research applied a quantitative approach with an analytical observational design utilizing a cross-sectional framework.
A total of 84 respondents residing in RW 6, Sidotopo Subdistrict, were selected using a purposive sampling technique.
Data were obtained from structured interviews and health center records.
Results: The analysis showed that among respondents with middle-level education (junior and senior high school), 61.
7% had used Puskesmas services, while only 45.
2% of those with higher education had done so.
In contrast, respondents with BPJS were more likely to use Puskesmas services (59.
2%) than those without BPJS (25.
0%), with a p-value of 0.
064, approaching statistical significance.
Conclusion: Although the relationship between education level and access to Puskesmas services was not statistically significant, there was a tendency for individuals with middle-level education to utilize primary services more frequently.
These findings indicate the need to strengthen health literacy and expand the reach and effectiveness of the BPJS program, especially among underserved population groups.
  Pendahuluan: Akses yang merata terhadap layanan kesehatan primer merupakan elemen penting dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC).
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan kepemilikan BPJS terhadap akses layanan kesehatan primer di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo, Surabaya.
Metode: Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik serta pendekatan cross-sectional.
Sebanyak 84 responden yang berdomisili di RW 6 Kelurahan Sidotopo dipilih dengan metode purposive sampling.
Data diperoleh dari wawancara terstruktur dan catatan Puskesmas.
Hasil: Analisis menunjukkan bahwa dalam kelompok responden dengan pendidikan menengah (SMP–SMA), 61,7% tercatat pernah memanfaatkan layanan Puskesmas, sementara hanya 45,2% pada kelompok berpendidikan tinggi.
Sebaliknya, responden yang memiliki BPJS lebih banyak memanfaatkan layanan Puskesmas (59,2%) dibandingkan mereka yang tidak memiliki BPJS (25,0%), dengan nilai p = 0,064, yang mendekati signifikansi statistik.
Kesimpulan: Meskipun hubungan antara tingkat pendidikan dan akses layanan Puskesmas tidak signifikan secara statistik, terdapat kecenderungan bahwa individu dengan pendidikan menengah lebih sering memanfaatkan layanan primer dibandingkan kelompok lainnya.
Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan literasi kesehatan dan perluasan cakupan serta efektivitas program BPJS, terutama pada kelompok masyarakat yang belum terjangkau secara optimal.

Related Results

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WARUNGGUNUNG DAN PUSKESMAS BAROS TAHUN 2023
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WARUNGGUNUNG DAN PUSKESMAS BAROS TAHUN 2023
Salah satu indikator utama pemantauan kualitas pelayanan adalah kepuasan pelanggan, ini berasal dari fakta bahwa harapan pelanggan telah dipenuhi oleh layanan yang mereka terima. P...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perlindungan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Memperoleh Pelayanan Operasi Katarak di Rumah Sakit
Perlindungan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam Memperoleh Pelayanan Operasi Katarak di Rumah Sakit
Abstract The limited financial capacity of BPJS Health is one of the problems faced by the National Health Insurance (JKN) program. As an effort to answer this problem, BPJS ...
Al-Wa'ie Media Politik dan Dakwah, Edisi Maret 2020
Al-Wa'ie Media Politik dan Dakwah, Edisi Maret 2020
Assalâmu‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.Pembaca yang budiman, BPJS (Kesehatan) adalah lembaga gagal. Gagal menjamin layanan kesehatan masyarakat. Ini tentu kontradiksi dengan...
Pengaruh Struktur Kepemilikan Pada Profitabilitas Perusahaan Asuransi di Indonesia
Pengaruh Struktur Kepemilikan Pada Profitabilitas Perusahaan Asuransi di Indonesia
Abstract This study aims to determine the effect of ownership structure on the profitability of insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Ownership st...
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Referral System for Individual Health Services states that health services are conducted in stages according to medical needs, starting from basic, second, and then third level hea...

Back to Top