Javascript must be enabled to continue!
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
View through CrossRef
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan. Karya sastra mengandung babagi aspek salah satunya yakni aspek budaya yang mempunyai cakupan yang sangat luas. Budaya sendiri ada secara alamiah dan berkembang yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang. Nilai kearifan lokal merupakan bagian dari budaya menjadi kekhasan suatu karya sastra baik puisi , novel atau cerpen. Salah satu cerpen yang mengandung nilai kearifan lokal pada cerpen Salirang dalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Cerpen yang menceritakan tentang nilai kearifan lokal masyarakat Bugis- Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif memanfaatkan cara-cara penafsiran dalam menyajikan data dengan bentuk deskriptif. Pendekata yang digunakan dalan penelitian ini ialah antropologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa kutipan teks dengan sumber data pada cerpen Salariangdalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Data alamiah yang disajikn berupa fakta dan fenomena yang mencakup nilai-nilai, kearifan lokal. Teknik yang digunakan selama pengumpulan data yaitu mencatat dokumen atau arsip, maka penelitian ini menggunakan analisis dokumen dengan teknik cuplikan Ada tiga nilai kearifan local pada cerpen Salariang dalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara. Pertama kasta dalam masyarakat Bugis Makassar terdapat status sosial yang di dalamnya mengatur terkait pernikahan. Kedua silariang adalah pelanggaran aturan adat berupa kawin lari yang disebabakan berbagai hal. Ketiga siri dan pacce bagi Bugis Makassar sesuatu yang sangat penting melebihi nyawa. Siri yang memiliki arti harga diri sedangkan pacce mempunyai makna rasa malu yang tidak akan pernah hilang.
Kata kunci: karya sastra, budaya, kearifan lokal
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
Title: Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Description:
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan.
Karya sastra mengandung babagi aspek salah satunya yakni aspek budaya yang mempunyai cakupan yang sangat luas.
Budaya sendiri ada secara alamiah dan berkembang yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang.
Nilai kearifan lokal merupakan bagian dari budaya menjadi kekhasan suatu karya sastra baik puisi , novel atau cerpen.
Salah satu cerpen yang mengandung nilai kearifan lokal pada cerpen Salirang dalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara.
Cerpen yang menceritakan tentang nilai kearifan lokal masyarakat Bugis- Makassar.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Metode kualitatif memanfaatkan cara-cara penafsiran dalam menyajikan data dengan bentuk deskriptif.
Pendekata yang digunakan dalan penelitian ini ialah antropologi sastra.
Data dalam penelitian ini berupa kutipan teks dengan sumber data pada cerpen Salariangdalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara.
Data alamiah yang disajikn berupa fakta dan fenomena yang mencakup nilai-nilai, kearifan lokal.
Teknik yang digunakan selama pengumpulan data yaitu mencatat dokumen atau arsip, maka penelitian ini menggunakan analisis dokumen dengan teknik cuplikan Ada tiga nilai kearifan local pada cerpen Salariang dalam buku antologi cerpen Gadis Pakarena karya Khrisna Pabichara.
Pertama kasta dalam masyarakat Bugis Makassar terdapat status sosial yang di dalamnya mengatur terkait pernikahan.
Kedua silariang adalah pelanggaran aturan adat berupa kawin lari yang disebabakan berbagai hal.
Ketiga siri dan pacce bagi Bugis Makassar sesuatu yang sangat penting melebihi nyawa.
Siri yang memiliki arti harga diri sedangkan pacce mempunyai makna rasa malu yang tidak akan pernah hilang.
Kata kunci: karya sastra, budaya, kearifan lokal.
Related Results
The Phenomenon of Silariang in Legal Sociology Review
The Phenomenon of Silariang in Legal Sociology Review
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena nikah silariang di Kota Parepare tinjauan sosiologi hukum. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan (1) faktor penyebab terjadinya nikah si...
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Abstract: In the Gospels it also records the day of Jesus' second coming in a parable. Regarding Hissecond coming, as told in the Book of Matthew about "Wise virgins and foolish vi...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
MENGGALI KONSEP ESTETIKA (MAGELLO DAN CANTI’PA) DALAM PERTUNJUKAN MUSIK TARI PAKARENA
MENGGALI KONSEP ESTETIKA (MAGELLO DAN CANTI’PA) DALAM PERTUNJUKAN MUSIK TARI PAKARENA
Menurut Soedjadi (2000:14) konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rang...

