Javascript must be enabled to continue!
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
View through CrossRef
Abstract: In the Gospels it also records the day of Jesus' second coming in a parable. Regarding Hissecond coming, as told in the Book of Matthew about "Wise virgins and foolish virgins," we shouldbe aware of the meaning of this parable. Then what about our lives now? Will we be like wise girls?Or do we become like stupid girls? So, in the parable of the wise and foolish girls, five of the girlsentered the groom's house, while the other five found the door locked. This separation of good fromevil continues in the parable of the talents (Matthew 25: 14-30), and the explanation of a shepherdwho separates sheep from goats (Mat. 25: 31-33). We see because the number of wise virgins is thesame as foolish ones, some people observe how Christ is very concerned about this, as if he hopesthat the number of true believers is close to the number of hypocrites because life in this world is fullof hypocrisy, or at least He wants to teach us to expect the best for believers. Being generous andloving are good things for them. In evaluating ourselves, we must remember that it is difficult to getit because it is not easy for us to go through but we must remember that our salvation leader bringsmany people to glory.Keywords: Wise girl, Stupid girl, the gospel of Matthew, ChristianAbstrak: Dalam kitab Injil pun mencatat akan hari dimana kedatangan Yesus yang kali kedua dalamsebuah perumpamaan. Berkaitan dengan kedatanganNya kali kedua, seperti yang dikisahkan dalamKitab Matius mengenai “Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh”, seharusnya kitasadar akan makna dari perumpamaan ini. Lalu bagaimana dengan kehidupan kita yang sekarang?Akankah kita menjadi seperti gadis-gadis yang bijaksana? Ataukah kita menjadi seperti gadis-gadisyang bodoh? Jadi di dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yangbodoh, lima gadis masuk ke dalam rumah mempelai pria, sedangkan lima yang lain mendapatkanpintu sudah terkunci. Tentang pemisahan yang baik dari yang jahat ini dilanjutkan di dalamperumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30), dan penjelasan tentang seorang gembala yangmemisahkan domba dari kambing (Matius 25:31-33). Kita melihat karena jumlah gadis yangbijaksana sama dengan gadis yang bodoh, beberapa orang mengamati betapa Kristus sangatmemperhatikan hal ini, seolah-olah Ia berharap bahwa jumlah orang percaya yang sejati mendekatijurnlah orang munafik karena dalam kehidupan di Dunia ini penuh dengan kemunafikan, atausetidaknya Ia mau mengajar kita untuk mengharapkan yang terbaik bagi orang-orang percaya.Bermurah hati dan penuh kasih merupakan hal-hal yang baik bagi mereka. Dalam menilai dirisendiri, kita harus ingat bahwa sulit untuk mendapatkannya karena tidak mudah bagi kita untukmelaluinya tetapi kita harus ingat bahwa pemimpin keselamatan kita membawa banyak orang kepadakemuliaan.Kata Kunci: Gadis bijaksana, Gadis bodoh, injil matius, orang kristen
Sekolah Tinggi Teologi Borneo
Title: Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Description:
Abstract: In the Gospels it also records the day of Jesus' second coming in a parable.
Regarding Hissecond coming, as told in the Book of Matthew about "Wise virgins and foolish virgins," we shouldbe aware of the meaning of this parable.
Then what about our lives now? Will we be like wise girls?Or do we become like stupid girls? So, in the parable of the wise and foolish girls, five of the girlsentered the groom's house, while the other five found the door locked.
This separation of good fromevil continues in the parable of the talents (Matthew 25: 14-30), and the explanation of a shepherdwho separates sheep from goats (Mat.
25: 31-33).
We see because the number of wise virgins is thesame as foolish ones, some people observe how Christ is very concerned about this, as if he hopesthat the number of true believers is close to the number of hypocrites because life in this world is fullof hypocrisy, or at least He wants to teach us to expect the best for believers.
Being generous andloving are good things for them.
In evaluating ourselves, we must remember that it is difficult to getit because it is not easy for us to go through but we must remember that our salvation leader bringsmany people to glory.
Keywords: Wise girl, Stupid girl, the gospel of Matthew, ChristianAbstrak: Dalam kitab Injil pun mencatat akan hari dimana kedatangan Yesus yang kali kedua dalamsebuah perumpamaan.
Berkaitan dengan kedatanganNya kali kedua, seperti yang dikisahkan dalamKitab Matius mengenai “Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh”, seharusnya kitasadar akan makna dari perumpamaan ini.
Lalu bagaimana dengan kehidupan kita yang sekarang?Akankah kita menjadi seperti gadis-gadis yang bijaksana? Ataukah kita menjadi seperti gadis-gadisyang bodoh? Jadi di dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yangbodoh, lima gadis masuk ke dalam rumah mempelai pria, sedangkan lima yang lain mendapatkanpintu sudah terkunci.
Tentang pemisahan yang baik dari yang jahat ini dilanjutkan di dalamperumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30), dan penjelasan tentang seorang gembala yangmemisahkan domba dari kambing (Matius 25:31-33).
Kita melihat karena jumlah gadis yangbijaksana sama dengan gadis yang bodoh, beberapa orang mengamati betapa Kristus sangatmemperhatikan hal ini, seolah-olah Ia berharap bahwa jumlah orang percaya yang sejati mendekatijurnlah orang munafik karena dalam kehidupan di Dunia ini penuh dengan kemunafikan, atausetidaknya Ia mau mengajar kita untuk mengharapkan yang terbaik bagi orang-orang percaya.
Bermurah hati dan penuh kasih merupakan hal-hal yang baik bagi mereka.
Dalam menilai dirisendiri, kita harus ingat bahwa sulit untuk mendapatkannya karena tidak mudah bagi kita untukmelaluinya tetapi kita harus ingat bahwa pemimpin keselamatan kita membawa banyak orang kepadakemuliaan.
Kata Kunci: Gadis bijaksana, Gadis bodoh, injil matius, orang kristen.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kin...
HUBUNGAN CITRA MEREK MAJALAH GADIS DENGAN LOYALITAS MEMBACA MAJALAH GADIS DI KOTA SEMARANG
HUBUNGAN CITRA MEREK MAJALAH GADIS DENGAN LOYALITAS MEMBACA MAJALAH GADIS DI KOTA SEMARANG
<p><em>This study examines the Correlation between brand image Gadis Magazine with loyalty of reading Gadis Magazine in Semarang city. Rationale informing the research ...
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Catatan Editor: Mengembangkan penelitian tentang tingkah laku prososial dan altruisme
Selama masa pandemi COVID-19, tak jarang kita menyaksikan tampilnya karakteristik suka menolong pada manusia. Dalam komunitas luring mau-pun daring, berbagai aktivitas memberikan b...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...

