Javascript must be enabled to continue!
Dramaturgi Resistensi Perempuan dalam Pertunjukan Senja dengan Dua Kematian
View through CrossRef
Artikel ini mengkaji dramaturgi resistensi perempuan dalam pertunjukan Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo dengan menempatkan tubuh, emosi, dan tindakan performatif sebagai medium utama pembentukan makna. Penelitian berfokus pada transformasi karakter Wijasti sebagai representasi perempuan yang mengalami tekanan sosial, moral, dan struktural dalam sistem patriarki, serta bagaimana pengalaman traumatis tersebut dimanifestasikan melalui praktik pementasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian dramaturgi dan naratif, melalui analisis terhadap struktur dramatik pertunjukan, relasi tubuh dan dialog, serta interpretasi aktor di atas panggung. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi Wijasti tidak hanya terjadi pada tataran naratif, tetapi diwujudkan secara performatif melalui perubahan gestur, ekspresi vokal, ritme permainan, dan pengolahan ruang panggung. Praktik dramaturgi tersebut membentuk resistensi simbolik terhadap nilai-nilai patriarkal yang menindas, sekaligus menghadirkan kesadaran eksistensial perempuan sebagai subjek yang berdaya. Kajian ini menegaskan bahwa pertunjukan Senja dengan Dua Kematian berfungsi sebagai ruang artikulasi perlawanan perempuan dan wacana kritis terhadap ketimpangan kekuasaan dalam ranah domestik dan sosial melalui bahasa seni pertunjukan.
Title: Dramaturgi Resistensi Perempuan dalam Pertunjukan Senja dengan Dua Kematian
Description:
Artikel ini mengkaji dramaturgi resistensi perempuan dalam pertunjukan Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo dengan menempatkan tubuh, emosi, dan tindakan performatif sebagai medium utama pembentukan makna.
Penelitian berfokus pada transformasi karakter Wijasti sebagai representasi perempuan yang mengalami tekanan sosial, moral, dan struktural dalam sistem patriarki, serta bagaimana pengalaman traumatis tersebut dimanifestasikan melalui praktik pementasan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian dramaturgi dan naratif, melalui analisis terhadap struktur dramatik pertunjukan, relasi tubuh dan dialog, serta interpretasi aktor di atas panggung.
Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi Wijasti tidak hanya terjadi pada tataran naratif, tetapi diwujudkan secara performatif melalui perubahan gestur, ekspresi vokal, ritme permainan, dan pengolahan ruang panggung.
Praktik dramaturgi tersebut membentuk resistensi simbolik terhadap nilai-nilai patriarkal yang menindas, sekaligus menghadirkan kesadaran eksistensial perempuan sebagai subjek yang berdaya.
Kajian ini menegaskan bahwa pertunjukan Senja dengan Dua Kematian berfungsi sebagai ruang artikulasi perlawanan perempuan dan wacana kritis terhadap ketimpangan kekuasaan dalam ranah domestik dan sosial melalui bahasa seni pertunjukan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TARI BALEGA DI TANAH MANANG KARYA SUSAS RITA LORAVIANTI DALAM KAJIAN DRAMATURGI TARI
TARI BALEGA DI TANAH MANANG KARYA SUSAS RITA LORAVIANTI DALAM KAJIAN DRAMATURGI TARI
Balega di Tanah Manang is an attempt to express the situation and condition of Minangkabau society in a matrilineal setting. This study discusses the practice of dance dramaturgy i...
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran perempuan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan kepada perempuan. Peran adalah yang harus dilakukan perempuan dalam suatu sit...
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Masyarakat Lamongan umumnya hanya mengenal seni pertunjukan Sandur dan Tayub. Selain kedua seni pertunjukan tersebut, juga terdapat seni pertunjukan Gemblak Dor yang tidak kalah me...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa ...
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...

