Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN PENEMPATAN DINDING GESER PADA BANGUNAN RUSUNAWA BERLANTAI 5 DENGAN VARIASI BEARING WALL

View through CrossRef
Abstrak   Energi yang dipancarkan oleh gempa adalah berupa energi gelombang yang dapat menyebabkan deformasi pada stuktur, baik dalam arah vertikal maupun dalam arah horizontal. Penggunaan dinding geser (shear wall) merupakan salah satu syarat agar bangunan tingkat tinggi mampu menahan gaya lateral yang terjadi. Terdapat 3 jenis dinding geser (shear wall) yaitu bearing wall, frame wall, dan core wall.Dalam penelitian ini struktur bangunan menggunakan jenis dinding geser bearing walldengan 5 variasi perletakan dengan analisis menggunakan bantuan program aplikasi SAP2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi mana yang paling tepat dari kelima variasi yang telah direncakan, dengan menggunakan ketentuan berdasarkan kontrol dari simpangan antar lantai. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari kontrol analisis simpangan antar lantai terhadap dinding geser bearing wall menggunakan program aplikasi SAP2000, variasi dinding geser bearing wall yang paling tepat terdapat pada variasi ke 3 dengan nilai simpangan antar lantai terbesar arah x sebesar 1,64509 mm dan arah y sebesar 0,82238 mm. Simpangan antar lantai dengan nilai terkecil dianggap paling aman dalam menahan gaya lateral seperti beben gempa yang terjadi pada struktur.   Kata Kunci: Dinding Geser, Bearing Wall, SAP2000, Simpangan Antar Lantai   Abstract   The energy emitted by an earthquake is in the form of wave energy that can cause deformation of the structure, both in the vertical direction and in the horizontal direction. The use of shear walls is one of the requirements so that high-rise buildings are able to withstand the lateral forces that occur. There are 3 types of shear walls, namely bearing walls, frame walls, and core walls. In this study, the building structure uses a bearing wall type of shear wall with 5 variations of placement with analysis using the SAP2000 application program. This study aims to determine which variation is the most appropriate of the five variations that have been planned, using the provisions based on the control of the deviation between floors. Based on the results that have been obtained from the control of the analysis of the deviation between floors of the bearing wall shear wall using the SAP2000 application program, the most appropriate variation of the bearing wall shear wall is in the 3rd variation with the largest value of the deviation between floors in the x direction of 1,64509 mm and the y direction of 0.82238 mm. The deviation between floors with the smallest value is considered the safest in resisting lateral forces such as earthquake loads that occur in the structure.   Keywords: Shear Wall, Bearing Wall, SAP2000, Interfloor Deviation
Title: KAJIAN PENEMPATAN DINDING GESER PADA BANGUNAN RUSUNAWA BERLANTAI 5 DENGAN VARIASI BEARING WALL
Description:
Abstrak   Energi yang dipancarkan oleh gempa adalah berupa energi gelombang yang dapat menyebabkan deformasi pada stuktur, baik dalam arah vertikal maupun dalam arah horizontal.
Penggunaan dinding geser (shear wall) merupakan salah satu syarat agar bangunan tingkat tinggi mampu menahan gaya lateral yang terjadi.
Terdapat 3 jenis dinding geser (shear wall) yaitu bearing wall, frame wall, dan core wall.
Dalam penelitian ini struktur bangunan menggunakan jenis dinding geser bearing walldengan 5 variasi perletakan dengan analisis menggunakan bantuan program aplikasi SAP2000.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi mana yang paling tepat dari kelima variasi yang telah direncakan, dengan menggunakan ketentuan berdasarkan kontrol dari simpangan antar lantai.
Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari kontrol analisis simpangan antar lantai terhadap dinding geser bearing wall menggunakan program aplikasi SAP2000, variasi dinding geser bearing wall yang paling tepat terdapat pada variasi ke 3 dengan nilai simpangan antar lantai terbesar arah x sebesar 1,64509 mm dan arah y sebesar 0,82238 mm.
Simpangan antar lantai dengan nilai terkecil dianggap paling aman dalam menahan gaya lateral seperti beben gempa yang terjadi pada struktur.
  Kata Kunci: Dinding Geser, Bearing Wall, SAP2000, Simpangan Antar Lantai   Abstract   The energy emitted by an earthquake is in the form of wave energy that can cause deformation of the structure, both in the vertical direction and in the horizontal direction.
The use of shear walls is one of the requirements so that high-rise buildings are able to withstand the lateral forces that occur.
There are 3 types of shear walls, namely bearing walls, frame walls, and core walls.
In this study, the building structure uses a bearing wall type of shear wall with 5 variations of placement with analysis using the SAP2000 application program.
This study aims to determine which variation is the most appropriate of the five variations that have been planned, using the provisions based on the control of the deviation between floors.
Based on the results that have been obtained from the control of the analysis of the deviation between floors of the bearing wall shear wall using the SAP2000 application program, the most appropriate variation of the bearing wall shear wall is in the 3rd variation with the largest value of the deviation between floors in the x direction of 1,64509 mm and the y direction of 0.
82238 mm.
The deviation between floors with the smallest value is considered the safest in resisting lateral forces such as earthquake loads that occur in the structure.
  Keywords: Shear Wall, Bearing Wall, SAP2000, Interfloor Deviation.

Related Results

Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Pengaruh Lokasi dan Variasi Ketebalan Dinding Geser Kantilever pada Bangunan Bertingkat Simetris
Struktur bangunan beton bertulang bertingkat dapat mengalami momen guling sebagai akibat dari adanya gaya aksial dan lateral. Selain itu, struktur juga menghasilkan gaya geser yang...
Analisis Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kapasitas Seismik Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan Metode Analisis Pushover
Analisis Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kapasitas Seismik Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan Metode Analisis Pushover
Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga diperlukan struktur bangunan yang mampu menahan beban lateral secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh...
ATRIBUT KEPUASAN RUSUNAWA DI JAKARTA TIMUR
ATRIBUT KEPUASAN RUSUNAWA DI JAKARTA TIMUR
Kepuasan atas rusunawa menggambarkan jarak antara harapan dengan realitas yang dirasakan oleh penghuni. Atribut kepuasan atas rusunawa merupakan ukuran atas kepuasan yang dirasakan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
A Morphological Comparative Study of the Mongolian 「Geser」-Focusing on 「Peking Geser」 and 「Longfu Temple Geser」
A Morphological Comparative Study of the Mongolian 「Geser」-Focusing on 「Peking Geser」 and 「Longfu Temple Geser」
The Mongolian 「Geser」 story is an original literary work of Mongolians and has a strong colloquial character, making it one of the most suitable materials for linguistic research. ...
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...
SEISMIK RETROFIT BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING DENGAN PERKUATAN DINDING GESER
SEISMIK RETROFIT BANGUNAN BETON BERTULANG EKSISTING DENGAN PERKUATAN DINDING GESER
Tujuan evaluasi seismik adalah untuk evaluasi berbagai defisiensi yang membuat bangunan tidak dapat mencapai sasaran kinerja yang dipilih. Retrofit dilakukan untuk menghilangkan at...

Back to Top