Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANTARA DEBUS BANTEN DAN DEBUS PARIAMAN Unsur-Unsur Tariqat dalam Tradisi Debus

View through CrossRef
Tulisan ini berasal dari penelitian terhadap hubungan yang erat antara debus dengan amalan tarekat. Dilihat dari sejarahnya, kesenian tradisional debus bersumber dari ajaran beberapa tarekat. Hal ini terlihat dari latar belakang para tokoh pendiri dan khalifah-khalifah debus, adalah orang-orang yang memperkenalkan dan penganut ajaran beberapa tarekat. Tarekat-tarekat yang diperkirakan mempengaruhi secara kuat terhadap kesenian debus adalah tarekat Qadiriyah, Rifa’iyah, Syadziliyah dan Naqsyabandiyah, hal ini dapat dilihat dari silsilah, ritual, hizib dan bacaan-bacaan wirid atau zikir yang dibacakan pada setiap pertunjukan dan tata cara mempelajari kesenian debus. Hasil penelitian juga menemukan fakta bahwa kesenian debus sudah mengalami pergeseran dan perubahan karena harus menyesuaikan diri, agar tak ketinggalan zaman atau bahkan dilupakan. Kesenian debus sudah mengalami modifikasi yang ditunjukkan dengan banyak sekali hal-hal yang tak pernah dipraktekkan pada debus tempo dulu. Debus saat ini telah meninggalkan atau lepas dari asalnya yakni tarekat. Pergeseran itu terlihat dari segi ritual, gaya pertunjukan, pola perekrutan personil dan tujuan yang ingin dicapai. Kesenian debus sekarang lebih cenderung digunakan sebagai alat hiburan masyarakat atau menjadi komoditi pariwisata ketimbang sebagai suatu produk budaya yang mengandung nilai keagamaan.
Title: ANTARA DEBUS BANTEN DAN DEBUS PARIAMAN Unsur-Unsur Tariqat dalam Tradisi Debus
Description:
Tulisan ini berasal dari penelitian terhadap hubungan yang erat antara debus dengan amalan tarekat.
Dilihat dari sejarahnya, kesenian tradisional debus bersumber dari ajaran beberapa tarekat.
Hal ini terlihat dari latar belakang para tokoh pendiri dan khalifah-khalifah debus, adalah orang-orang yang memperkenalkan dan penganut ajaran beberapa tarekat.
Tarekat-tarekat yang diperkirakan mempengaruhi secara kuat terhadap kesenian debus adalah tarekat Qadiriyah, Rifa’iyah, Syadziliyah dan Naqsyabandiyah, hal ini dapat dilihat dari silsilah, ritual, hizib dan bacaan-bacaan wirid atau zikir yang dibacakan pada setiap pertunjukan dan tata cara mempelajari kesenian debus.
Hasil penelitian juga menemukan fakta bahwa kesenian debus sudah mengalami pergeseran dan perubahan karena harus menyesuaikan diri, agar tak ketinggalan zaman atau bahkan dilupakan.
Kesenian debus sudah mengalami modifikasi yang ditunjukkan dengan banyak sekali hal-hal yang tak pernah dipraktekkan pada debus tempo dulu.
Debus saat ini telah meninggalkan atau lepas dari asalnya yakni tarekat.
Pergeseran itu terlihat dari segi ritual, gaya pertunjukan, pola perekrutan personil dan tujuan yang ingin dicapai.
Kesenian debus sekarang lebih cenderung digunakan sebagai alat hiburan masyarakat atau menjadi komoditi pariwisata ketimbang sebagai suatu produk budaya yang mengandung nilai keagamaan.

Related Results

Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Tourism development in Banten Lama area has highly made significant progress after the Banten Provincial Government revitalized Banten Lama area with a budget of 80 billion in 2018...
SEJARAH SOSIAL KABUPATEN LEBAK
SEJARAH SOSIAL KABUPATEN LEBAK
AbstrakTulisan mengenai Sejarah Sosial Daerah Kabupaten Lebak menggambarkan kehidupan masyarakat yang mencakup aspek geografi, pemerintahan, penduduk, budaya sinkretisme dan masyar...
DEBUS DI BANTEN
DEBUS DI BANTEN
Debus merupakan salah satu contoh nyata pertautan antara tradisi lokal Banten dengan Islam (tarekat). Pertautan ini tidak hanya menimbulkan kesepahaman tetapi juga perselilihan dan...
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is ...
Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Pitih Japuik dalam Perkawinan Adat Minangkabau Pariaman
Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Pitih Japuik dalam Perkawinan Adat Minangkabau Pariaman
Abstract. Minangkabau traditional marriage was a which has a tradition of marriage that is quite unique among marriage in general. Thus, this study aims to answer several questions...
Islam Sebagai Sistem Nilai Tradisional Lokal Banten
Islam Sebagai Sistem Nilai Tradisional Lokal Banten
Islam sebagai system nilai dalam tradisi lokal Banten mencerminkan perpaduan yang selaras antara ajaran islam dan kearifan local masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan adanya pro...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Debus dalam Pandangan Masyarakat Buddha di Wilayah Banten Kota Serang (Studi Kasus Umat Buddha di Vihara Avalokitesvara)
Debus dalam Pandangan Masyarakat Buddha di Wilayah Banten Kota Serang (Studi Kasus Umat Buddha di Vihara Avalokitesvara)
This research discusses how Buddhists view culture in Banten, one of which is Debus Art and examines the role and social function of Debus in the Old Banten area. This research sho...

Back to Top