Javascript must be enabled to continue!
Fleksibilitas Lumbal pada Pengrajin Tenun di Palembang
View through CrossRef
Fleksibilitas pada tubuh manusia merupakan rentang kemampuan sendi atau sekelompok sendi tertentu dalam kesatuan fungsional untuk bergerak maksimal secara lancar dan bebas rasa sakit. Fleksibilitas lumbal merupakan salah satu faktor terpenting yang menunjang aktivitas gerak manusia sehari – hari, seperti berjalan dan membungkuk. Penurunan fleksibilitas lumbal terjadi seiring dengan bertambahnya usia manusia, hal ini juga dipengaruhi oleh keluhan musculoskeletal lainnya yang berkaitan seperti nyeri punggung bawah. Pengrajin tenun umumnya memiliki keluhan nyeri punggung bawah, dikarenakan faktor posisi dan durasi kerjanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keluhan nyeri punggung bawah dengan fleksbilitas lumbal pada pengrajin songket di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah 31 pengrajin tenun di Kota Palembang. Fleksibilitas punggung bawah diukur menggunakan metode Sit and Reach Test. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Gamma. Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan bermakna antara nyeri punggung bawah dengan fleksbilitas lumbal pada pengrajin songket (p=0.022). Pada penelitian didapatkan nilai fleksibilitas lumbal dibawah normal sejumlah 11 orang yang terdiri atas subjek berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang (29.03%) dan subjek berusia 18-27 tahun sebanyak 8 orang (25.80%).
Universitas Sriwijaya (Relawan)
Title: Fleksibilitas Lumbal pada Pengrajin Tenun di Palembang
Description:
Fleksibilitas pada tubuh manusia merupakan rentang kemampuan sendi atau sekelompok sendi tertentu dalam kesatuan fungsional untuk bergerak maksimal secara lancar dan bebas rasa sakit.
Fleksibilitas lumbal merupakan salah satu faktor terpenting yang menunjang aktivitas gerak manusia sehari – hari, seperti berjalan dan membungkuk.
Penurunan fleksibilitas lumbal terjadi seiring dengan bertambahnya usia manusia, hal ini juga dipengaruhi oleh keluhan musculoskeletal lainnya yang berkaitan seperti nyeri punggung bawah.
Pengrajin tenun umumnya memiliki keluhan nyeri punggung bawah, dikarenakan faktor posisi dan durasi kerjanya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keluhan nyeri punggung bawah dengan fleksbilitas lumbal pada pengrajin songket di Kota Palembang.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan teknik total sampling.
Subjek penelitian adalah 31 pengrajin tenun di Kota Palembang.
Fleksibilitas punggung bawah diukur menggunakan metode Sit and Reach Test.
Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Gamma.
Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan bermakna antara nyeri punggung bawah dengan fleksbilitas lumbal pada pengrajin songket (p=0.
022).
Pada penelitian didapatkan nilai fleksibilitas lumbal dibawah normal sejumlah 11 orang yang terdiri atas subjek berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang (29.
03%) dan subjek berusia 18-27 tahun sebanyak 8 orang (25.
80%).
Related Results
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
Motif lubeng merupakan salah satu motif tenun troso yang perlu untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan nyata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan problema...
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongs...
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis Dan Mendeskripsikan Bentuk-bentuk Motif tenun Kambe-Kambera Dalam Tenun Tradisional Muna, (2) Menganalisis dan Mendeskripsikan makna...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Partisipasi Perempuan Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat dan Mengetahui Kendala Yang Dihadapi Perempuan Dal...
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD of Product Diversification of Corak Insang Weaving at Kampung Wisata Tenun KhatulistiwaAbstact. Since established on 16th of November 2018 as a woven tourist village area, th...
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
The study of loom technology and textile design structure can reveal connections between weaving traditions similarly to how comparative linguistics reveal connections between ling...

