Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster

View through CrossRef
Peningkatan penderita hiperglikemia memerlukan perhatian khusus dalam pendekatan diet agar kadar glukosa tubuh tidak meningkat drastis. Nasi beras merah dan nasi beras hitam memiliki serat serta antosianin yang lebih tinggi dibandingkan nasi beras putih sehingga sangat disarankan karena memberikan keuntungan fisiologis bagi tubuh. Rancangan penelitian ini adalah randomize pre-post test with control group design dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sampel penelitian sebanyak 28 mencit jantan dengan usia 2-3 bulan. Instrumen yang digunakan adalah glukometer. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui perbandingan selisih kadar glukosa darah puasa dan dua jam post-prandial terhadap pemberian nasi beras putih, nasi beras merah, dan nasi beras hitam pada mencit jantan (Mus musculus L.) galur Swiss webster. Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 25 dengan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikasi pada selisih kelompok glukosa darah dua jam post-prandial dengan glukosa darah puasa adalah 0,000 (p<0,005). Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perbandingan selisih kadar glukosa darah puasa dan dua jam post-prandial terhadap pemberian nasi beras putih, nasi beras merah, dan nasi beras hitam pada mencit jantan (Mus musculus L.) galur Swiss webster. Kata Kunci: Nasi Beras Putih, Nasi Beras Merah, Nasi Beras Hitam
Title: PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster
Description:
Peningkatan penderita hiperglikemia memerlukan perhatian khusus dalam pendekatan diet agar kadar glukosa tubuh tidak meningkat drastis.
Nasi beras merah dan nasi beras hitam memiliki serat serta antosianin yang lebih tinggi dibandingkan nasi beras putih sehingga sangat disarankan karena memberikan keuntungan fisiologis bagi tubuh.
Rancangan penelitian ini adalah randomize pre-post test with control group design dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Sampel penelitian sebanyak 28 mencit jantan dengan usia 2-3 bulan.
Instrumen yang digunakan adalah glukometer.
Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui perbandingan selisih kadar glukosa darah puasa dan dua jam post-prandial terhadap pemberian nasi beras putih, nasi beras merah, dan nasi beras hitam pada mencit jantan (Mus musculus L.
) galur Swiss webster.
Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 25 dengan uji Anova.
Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikasi pada selisih kelompok glukosa darah dua jam post-prandial dengan glukosa darah puasa adalah 0,000 (p<0,005).
Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perbandingan selisih kadar glukosa darah puasa dan dua jam post-prandial terhadap pemberian nasi beras putih, nasi beras merah, dan nasi beras hitam pada mencit jantan (Mus musculus L.
) galur Swiss webster.
Kata Kunci: Nasi Beras Putih, Nasi Beras Merah, Nasi Beras Hitam.

Related Results

Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitusĀ  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai denganĀ  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merup...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...

Back to Top