Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aspirasi Masyarakat Terhadap Sekolah Agama dan Sekolah Jenis Kebangsaan

View through CrossRef
Abstrak: Sekolah vernakular yang ditubuhkan sebelum kemerdekaan negara sehingga kini masih dijadikan kontroversi terutamanya dalam perdebatan di media sosial dan kalangan ahli politik. Selain sekolah jenis kebangsaan, kini terdapat sekolah swasta, sekolah antarabangsa dan sekolah agama yang mempunyai falsafah dan latar belakang penubuhan yang berbeza dengan sekolah kebangsaan. Keadaan ini menimbulkan keraguan terhadap matlamat pembinaan identiti nasional seperti ternyata dalam matlamat pendidikan kebangsaan. Objektif kajian ini adalah untuk menilai aspirasi masyarakat terhadap sekolah agama dan sekolah jenis kebangsaan. Pemilihan responden adalah secara bersasar melibatkan 322 ibu bapa berbangsa Melayu.  Analisis data menunjukkan kalangan masyarakat Melayu menerima baik kewujudan kepelbagaian sekolah tetapi berharap sekolah agama perlu lebih kehadapan. Penerimaan tertinggi adalah terhadap peranan penting sekolah kebangsaan untuk menyediakan asas dan memperkukuh nilai budaya bangsa serta pengalaman silang budaya dalam kalangan para pelajar, manakala sekolah agama adalah untuk membantu pelajar menguasai ilmu agama. Pemilihan jenis sekolah lebih dipengaruhi oleh kehendak ibu bapa berbanding individu disekeliling dan ibu bapa bersedia memikul tanggungjawab serta mempunyai kemampuan kewangan untuk berbuat demikian. Kajian ini memberi implikasi peningkatan stratifikasi antara kaum di sekolah-sekolah. Pembuat dasar dan agensi pendidikan di peringkat negeri dan kebangsaan dituntut untuk melaksanakan program rentas batasan kaum antara sekolah-sekolah. Kajian lanjutan untuk mengkaji potensi permuafakatan melibatkan agensi-agensi awam, swasta, berkepentingan kerajaan dan bukan kerajaan  dengan pihak sekolah adalah disaran agar program yang dilaksabakan dapat meningkatkan persekitaran yang lebih terbuka antara sekolah-sekolah dan masyarakat secara umumnya.    Abstract: The controversial debate on vernacular school still exists especially on social media and among politicians. In addition to national type schools, there are now private schools, international schools and religious schools that have different philosophy and establishment background from national schools. This situation casts doubt on the goal towards building national identity as stated in national education policy. The objective of this study is to assess the aspirations of the community towards religious stream schools and national-type schools. The respondents consist of 322 from the Malay community. Analysis of the data shows that the Malay community accepts the diversity of schools but hopes that religious schools need to be more forthcoming. The highest acceptance is on the important role of the national school to provide the foundation and strengthen the cultural values of the nation as well as the cross-cultural experience among the students, while the religious school is to help students master religious knowledge. Parents exert greater influence over the process of school selection due to their willingness to assume responsibility and their financial means. This study has implications for increased racial stratification in schools and the role of policy makers and education agencies at the state and national levels to implement racial cross-border programs between schools. The researchers recommend that further studies be carried out to enhance cooperation between public, private and non-governmental agencies with schools to create a more open environment between schools and the broader community.
Title: Aspirasi Masyarakat Terhadap Sekolah Agama dan Sekolah Jenis Kebangsaan
Description:
Abstrak: Sekolah vernakular yang ditubuhkan sebelum kemerdekaan negara sehingga kini masih dijadikan kontroversi terutamanya dalam perdebatan di media sosial dan kalangan ahli politik.
Selain sekolah jenis kebangsaan, kini terdapat sekolah swasta, sekolah antarabangsa dan sekolah agama yang mempunyai falsafah dan latar belakang penubuhan yang berbeza dengan sekolah kebangsaan.
Keadaan ini menimbulkan keraguan terhadap matlamat pembinaan identiti nasional seperti ternyata dalam matlamat pendidikan kebangsaan.
Objektif kajian ini adalah untuk menilai aspirasi masyarakat terhadap sekolah agama dan sekolah jenis kebangsaan.
Pemilihan responden adalah secara bersasar melibatkan 322 ibu bapa berbangsa Melayu.
  Analisis data menunjukkan kalangan masyarakat Melayu menerima baik kewujudan kepelbagaian sekolah tetapi berharap sekolah agama perlu lebih kehadapan.
Penerimaan tertinggi adalah terhadap peranan penting sekolah kebangsaan untuk menyediakan asas dan memperkukuh nilai budaya bangsa serta pengalaman silang budaya dalam kalangan para pelajar, manakala sekolah agama adalah untuk membantu pelajar menguasai ilmu agama.
Pemilihan jenis sekolah lebih dipengaruhi oleh kehendak ibu bapa berbanding individu disekeliling dan ibu bapa bersedia memikul tanggungjawab serta mempunyai kemampuan kewangan untuk berbuat demikian.
Kajian ini memberi implikasi peningkatan stratifikasi antara kaum di sekolah-sekolah.
Pembuat dasar dan agensi pendidikan di peringkat negeri dan kebangsaan dituntut untuk melaksanakan program rentas batasan kaum antara sekolah-sekolah.
Kajian lanjutan untuk mengkaji potensi permuafakatan melibatkan agensi-agensi awam, swasta, berkepentingan kerajaan dan bukan kerajaan  dengan pihak sekolah adalah disaran agar program yang dilaksabakan dapat meningkatkan persekitaran yang lebih terbuka antara sekolah-sekolah dan masyarakat secara umumnya.
    Abstract: The controversial debate on vernacular school still exists especially on social media and among politicians.
In addition to national type schools, there are now private schools, international schools and religious schools that have different philosophy and establishment background from national schools.
This situation casts doubt on the goal towards building national identity as stated in national education policy.
The objective of this study is to assess the aspirations of the community towards religious stream schools and national-type schools.
The respondents consist of 322 from the Malay community.
Analysis of the data shows that the Malay community accepts the diversity of schools but hopes that religious schools need to be more forthcoming.
The highest acceptance is on the important role of the national school to provide the foundation and strengthen the cultural values of the nation as well as the cross-cultural experience among the students, while the religious school is to help students master religious knowledge.
Parents exert greater influence over the process of school selection due to their willingness to assume responsibility and their financial means.
This study has implications for increased racial stratification in schools and the role of policy makers and education agencies at the state and national levels to implement racial cross-border programs between schools.
The researchers recommend that further studies be carried out to enhance cooperation between public, private and non-governmental agencies with schools to create a more open environment between schools and the broader community.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
Pandangan MUI terhadap Pluralisme Agama
Pandangan MUI terhadap Pluralisme Agama
Religious pluralisme among Muslims itself raises pros and cons, acceptance on the one hand and resistance on the other. Supporters of religious pluralisme argue that this idea is a...
MEMBANGUN SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI AGAMA PADA MASYARAKAT PERBATASAN DI SEBATIK TENGAH
MEMBANGUN SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI AGAMA PADA MASYARAKAT PERBATASAN DI SEBATIK TENGAH
<p class="06AbstrakIndonesia">Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peran sumber daya keagamaan dalam membangun semangat kebangsaan pada warga negara Indonesia yang bermukim ...

Back to Top