Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MEMBANGUN SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI AGAMA PADA MASYARAKAT PERBATASAN DI SEBATIK TENGAH

View through CrossRef
<p class="06AbstrakIndonesia">Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peran sumber daya keagamaan dalam membangun semangat kebangsaan pada warga negara Indonesia yang bermukim pada wilayah perbatasan negara. Tujuan tersebut dijabarkan dalam dua poin permasalahan; bagaimana dinamika kebangsaan pada masyarakat perbatasan dan bagaimana peran sumber daya<em> </em>keagamaan di wilayah tersebut dalam menguatkan paham kebangsaan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui pengamatan, wawancara dan studi dokumen, dengan analisis data deskriptif-analitis dan kritis. Penelitian dilakukan pada wilayah perbatasan darat negara Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik Tengah. Tapal batas di wilayah tersebut hanya dipisahkan oleh patok-patok perbatasan yang memungkinkan masyarakat kedua negara untuk saling melintasi batas-batas negara. Demografis masyarakat Sebatik Tengah didominasi oleh etnik Bugis yang kebanyakan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tawau. Nasionalisme masyarakat dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, namun masih menyisakan beberapa problem, yaitu; adanya masyarakat yang memiliki identitas kewarganegaraan ganda, penggunaan mata uang ringgit, ketergantungan pada produk Malaysia serta minimnya perhatian pemerintah. Penguatan semangat kebangsaan melalui sumber daya keagamaan di Sebatik Tengah dilakukan oleh dua lembaga. Yaitu Yayasan Ar-Rasyid yang melakukan penguatan kebangsaan melalui jalur pendidikan dengan mendirikan Sekolah Tapal Batas yang mendidik anak-anak TKI yang berada di perbatasan. Sumber daya keagamaan lainnya adalah organisasi kepemudaan lintas agama, OM JOKO (Orang Muda BerJoko) yaitu gabungan organisasi remaja mesjid dan pemuda gereja. Organisasi ini mendorong semangat kebangsaan melalui gerakan kerja sama pemuda lintas iman di salah satu dusun di Sebatik Tengah. Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah pusat perlu memberdayakan sumber daya keagamaan guna membangun semangat kebangsaan masyarakat di perbatasan. </p>
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Title: MEMBANGUN SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI AGAMA PADA MASYARAKAT PERBATASAN DI SEBATIK TENGAH
Description:
<p class="06AbstrakIndonesia">Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peran sumber daya keagamaan dalam membangun semangat kebangsaan pada warga negara Indonesia yang bermukim pada wilayah perbatasan negara.
Tujuan tersebut dijabarkan dalam dua poin permasalahan; bagaimana dinamika kebangsaan pada masyarakat perbatasan dan bagaimana peran sumber daya<em> </em>keagamaan di wilayah tersebut dalam menguatkan paham kebangsaan masyarakat.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui pengamatan, wawancara dan studi dokumen, dengan analisis data deskriptif-analitis dan kritis.
Penelitian dilakukan pada wilayah perbatasan darat negara Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik Tengah.
Tapal batas di wilayah tersebut hanya dipisahkan oleh patok-patok perbatasan yang memungkinkan masyarakat kedua negara untuk saling melintasi batas-batas negara.
Demografis masyarakat Sebatik Tengah didominasi oleh etnik Bugis yang kebanyakan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tawau.
Nasionalisme masyarakat dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, namun masih menyisakan beberapa problem, yaitu; adanya masyarakat yang memiliki identitas kewarganegaraan ganda, penggunaan mata uang ringgit, ketergantungan pada produk Malaysia serta minimnya perhatian pemerintah.
Penguatan semangat kebangsaan melalui sumber daya keagamaan di Sebatik Tengah dilakukan oleh dua lembaga.
Yaitu Yayasan Ar-Rasyid yang melakukan penguatan kebangsaan melalui jalur pendidikan dengan mendirikan Sekolah Tapal Batas yang mendidik anak-anak TKI yang berada di perbatasan.
Sumber daya keagamaan lainnya adalah organisasi kepemudaan lintas agama, OM JOKO (Orang Muda BerJoko) yaitu gabungan organisasi remaja mesjid dan pemuda gereja.
Organisasi ini mendorong semangat kebangsaan melalui gerakan kerja sama pemuda lintas iman di salah satu dusun di Sebatik Tengah.
Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah pusat perlu memberdayakan sumber daya keagamaan guna membangun semangat kebangsaan masyarakat di perbatasan.
 </p>.

Related Results

Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Ketika daerah perbatasan belum mampu menjadi beranda dan etalase estetis bagi suatu negara, pembangunan daerah perbatasan layak menjadi sebuah isu strategis yang perlu diprioritask...
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFKAN LOKAL UMKM PERBATASAN DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN SEBATIK TENGAH
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFKAN LOKAL UMKM PERBATASAN DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN SEBATIK TENGAH
Dalam penelitian ini mengangkat topik pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifkan lokal UMKM perbatasan dalam mengurangi  pengangguran sebatik tengah, sehingga Ekonomi kreatif ...
ISU PENYELUDUPAN DI PULAU SEBATIK, MALAYSIA
ISU PENYELUDUPAN DI PULAU SEBATIK, MALAYSIA
ABSTRAK Makalah ini membincangkan penyeludupan yang berlaku di Pulau Sebatik, sebuah pulau yang dikongsi bersama oleh Malaysia-Indonesia. Tumpuan diberikan kepada penyeludupan dada...
AKSESIBILITI BEKALAN AIR TERAWAT DAN CABARAN SEKURITI AIR DI PULAU SEBATIK, MALAYSIA
AKSESIBILITI BEKALAN AIR TERAWAT DAN CABARAN SEKURITI AIR DI PULAU SEBATIK, MALAYSIA
Akses terhadap sumber air merupakan satu keperluan bagi setiap manusia. Bekalan air bersih terawat menjadi agenda penting negara seperti yang dinyatakan dalam Dasar Sumber Air Nega...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PENGUATAN STRATEGI KEAMANAN MANUSIA DI PERBATASAN MOTA AIN (INDONESIA) DENGAN BATUGADE (TIMOR LESTE)
PENGUATAN STRATEGI KEAMANAN MANUSIA DI PERBATASAN MOTA AIN (INDONESIA) DENGAN BATUGADE (TIMOR LESTE)
ABSTRAK   Pengelolaan perbatasan Indonesia –Timor Leste yang masih berorientasi pada keamanan teritorial mengindikasikan bahwa negara memandang keamanan perbatasan seba...
SINERGI KEBIJAKAN PUBLIK DAN PERTAHANAN NEGARA DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN INDONESIA
SINERGI KEBIJAKAN PUBLIK DAN PERTAHANAN NEGARA DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN INDONESIA
Latar Belakang: Pengelolaan wilayah perbatasan menjadi perhatian strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap ancaman non-tradisional yang kompleks sepert...

Back to Top