Javascript must be enabled to continue!
PERBEDAAN TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMP NEGERI 254 JAKARTA
View through CrossRef
Peneliti telah melihat adanya perbedaan yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam hal kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan selama program PLP 2 berlangsung. Siswa perempuan memiliki kecenderungan dan kesiapan yang lebih besar untuk secara aktif terlibat dalam konseling individu atas kemauan mereka sendiri dibandingkan dengan siswa laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data empiris dan menganalisis perbedaan tingkat adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode komparatif. Populasi terdiri dari 324 siswa, yang kemudian dipilih sampel sebanyak 64 orang dengan menggunakan prosedur sampel acak sederhana. Sampel terdiri dari 34 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan dari kelas VIII. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner skala adversity quotient yang menggabungkan komponen CO2RE, yaitu Control, Origin and Ownership, Reach, dan Endurance. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan IBM Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26, dengan menggunakan independent sample t-test. Temuan analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,791 > signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) diterima, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta. Temuan penelitian ini sangat penting bagi sekolah dan pendidik untuk memahami perbedaan adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta. Informasi ini dapat menjadi sumber daya yang berharga untuk manajemen dan dukungan siswa
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor
Title: PERBEDAAN TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMP NEGERI 254 JAKARTA
Description:
Peneliti telah melihat adanya perbedaan yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam hal kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan selama program PLP 2 berlangsung.
Siswa perempuan memiliki kecenderungan dan kesiapan yang lebih besar untuk secara aktif terlibat dalam konseling individu atas kemauan mereka sendiri dibandingkan dengan siswa laki-laki.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data empiris dan menganalisis perbedaan tingkat adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta pada tahun ajaran 2023/2024.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode komparatif.
Populasi terdiri dari 324 siswa, yang kemudian dipilih sampel sebanyak 64 orang dengan menggunakan prosedur sampel acak sederhana.
Sampel terdiri dari 34 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan dari kelas VIII.
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner skala adversity quotient yang menggabungkan komponen CO2RE, yaitu Control, Origin and Ownership, Reach, dan Endurance.
Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan IBM Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26, dengan menggunakan independent sample t-test.
Temuan analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,791 > signifikansi 0,05.
Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) diterima, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta.
Temuan penelitian ini sangat penting bagi sekolah dan pendidik untuk memahami perbedaan adversity quotient antara siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 254 Jakarta.
Informasi ini dapat menjadi sumber daya yang berharga untuk manajemen dan dukungan siswa.
Related Results
Pengaruh Adversity Quotient terhadap Work-Study Conflict pada Mahasiswa yang Bekerja
Pengaruh Adversity Quotient terhadap Work-Study Conflict pada Mahasiswa yang Bekerja
Abstract. Students who assume dual roles as learners and workers face challenges in balancing academic and work demands simultaneously. This condition may lead to work–study confli...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Didactic Design for Developing Students' Creative Thinking Ability in Solving Open-Ended Problems: An Adversity Quotient Perspective
Didactic Design for Developing Students' Creative Thinking Ability in Solving Open-Ended Problems: An Adversity Quotient Perspective
This study aims to develop students’ creative thinking skills, address their learning obstacles, and describe their creative thinking abilities in relation to their adversity quoti...
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif
Adversity Quotient Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Keterkaitannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Adversity quotient mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2015 dan mengetahui ada atau tidak adanya keterkaitan antara Advers...
Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD
Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD
Abstract: Gender identity typically aware at the age of two and will strengthen until about five years old. It is important for parents and teacher of early childhood education to ...
ISLAM DAN KESETARAAN GENDER
ISLAM DAN KESETARAAN GENDER
Pada dasarnya semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Namun, gender bukanlah jenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai pemberian Tuhan. Gender lebih ditekan...
REGULASI EMOSI PADA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
REGULASI EMOSI PADA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Terdapat perbedaan pengelolaan emosi antara laki-laki dan perempuan baik secara biologis maupun psikologis, yang menimbulkan perbedaan dalam cara berpikir, berperasaan dan berperil...

