Javascript must be enabled to continue!
STUDI HADIS MUSLIM (KASUS HADIS MAUQUF TENTANG PRAKTIK NIKAH MUT’AH PADA MASA SAHABAT)
View through CrossRef
Sebagai hadis yang bersumber dari sahabat, hadis mauquf tidak selalu seirama dengan hadis Nabi (hadis marfu’). Terkadang muatan hadis mauquf terlihat bertentangan dengan matan hadis marfu’. Pada bab nikah mut’ah misalnya, ditemukan hadis mauqufyang menginformasikan terjadinya praktik nikah mut’ah pada masa sahabat (pasca wafatnya Rasulullah). Informasi ini terlihat tidak sejalan dengan hadis marfu’ yang justru memuat pengharaman abadi nikah mut’ah oleh Rasulullah. Dua hadis ini sama-sama termaktub dalam Sahih Muslim(salah satu kitab kompilasi hadis yang diklaim penyusunnya hanya memuat hadis sahih), sehingga penelitian terhadap hadis tersebut sekaligus menjadi batu ujian bagi konsistensi Imam Muslim (penyusun Sahih Muslim) dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya. Berangkat dari latar belakang masalah ini, penulis tertarik meneliti kualitas hadis mauquftentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat serta konsistensi Imam Muslim dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya terhadap hadis mauquf yang secara lahir terlihat menyalahi hadis marfu’ tersebut. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis mauquf tentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat dalam Sahih Muslimberkualitas maqbul (sanadnya berstatus hasan li gairih dan matannya bernilai sahih). Kualitas maqbul hadis mauquf tentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat ini menjadi indikasi konsistensi Imam Muslim dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya terhadap hadis mauquf tersebut.
Title: STUDI HADIS MUSLIM (KASUS HADIS MAUQUF TENTANG PRAKTIK NIKAH MUT’AH PADA MASA SAHABAT)
Description:
Sebagai hadis yang bersumber dari sahabat, hadis mauquf tidak selalu seirama dengan hadis Nabi (hadis marfu’).
Terkadang muatan hadis mauquf terlihat bertentangan dengan matan hadis marfu’.
Pada bab nikah mut’ah misalnya, ditemukan hadis mauqufyang menginformasikan terjadinya praktik nikah mut’ah pada masa sahabat (pasca wafatnya Rasulullah).
Informasi ini terlihat tidak sejalan dengan hadis marfu’ yang justru memuat pengharaman abadi nikah mut’ah oleh Rasulullah.
Dua hadis ini sama-sama termaktub dalam Sahih Muslim(salah satu kitab kompilasi hadis yang diklaim penyusunnya hanya memuat hadis sahih), sehingga penelitian terhadap hadis tersebut sekaligus menjadi batu ujian bagi konsistensi Imam Muslim (penyusun Sahih Muslim) dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya.
Berangkat dari latar belakang masalah ini, penulis tertarik meneliti kualitas hadis mauquftentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat serta konsistensi Imam Muslim dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya terhadap hadis mauquf yang secara lahir terlihat menyalahi hadis marfu’ tersebut.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis mauquf tentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat dalam Sahih Muslimberkualitas maqbul (sanadnya berstatus hasan li gairih dan matannya bernilai sahih).
Kualitas maqbul hadis mauquf tentang praktik nikah mut’ah pada masa sahabat ini menjadi indikasi konsistensi Imam Muslim dalam menerapkan kriteria kesahihan hadisnya terhadap hadis mauquf tersebut.
Related Results
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
AbstractM. Quraish Shihab, a renowned scholar, in his book "Perempuan," states that nikah mut'ah can be accepted in emergency and urgent situations with certain limitations and co...
PERILAKU KOMUNIKASI WANITA SYIAH DALAM PERNIKAHAN MUT’AH
PERILAKU KOMUNIKASI WANITA SYIAH DALAM PERNIKAHAN MUT’AH
Abstract. This research was also intended to find out the communication behavior of the actors of mut’ah marriage to either their husbands or their surrounding communities. This re...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
HADIST DITINJAU DARI PENISBATANNYA
HADIST DITINJAU DARI PENISBATANNYA
hadis maqthu‟ yang dalam literatur hadis dikenal sebagai riwayat yang disandarkan kepada nabi, sahabat dan tabi’in. Dianalisis berdasarkan definisi hadis yang menyatakan bahwa hadi...
Comparison of TP53 Alterations in Hematological Malignancies
Comparison of TP53 Alterations in Hematological Malignancies
Abstract
Background: TP53 is altered in ~50% of human cancers. Alterations include mutations and deletions. Both frequently occur together, supportin...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Abstrak: Abu> Hurairah merupakan rija>l al-h}adis yang paling fenomenal. Dia merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dengan jumlah 5374. Kendati kuantitas ha...

