Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERILAKU KOMUNIKASI WANITA SYIAH DALAM PERNIKAHAN MUT’AH

View through CrossRef
Abstract. This research was also intended to find out the communication behavior of the actors of mut’ah marriage to either their husbands or their surrounding communities. This research used the qualitative method by using the symbolic interaction approach The dramaturgical attitude in front of Sunni communities and mature attitude in doing the mut’ah marriage were the consequence of the marriage The results of the research show that, communication behavior of Syiah women that could be seen from two aspects, namely: 1) In the Polygamy Mut’ah actors, mut’ah of Sunni husband, and continuous mut’ah with different husband, the verbal communication used tended to be very careful with limited non-verbal communication, and the mediated communication as wished. Meanwhile, in the monogamy mut’ah, mut’ah without intimate course, mut’ah with Syiah husband, and continuous mut’ah with the same husband the verbal communication was very expressive with common non-verbal communication, and unlimited mediated communication.2) In the aspect of interaction to the environment, all mut’ah actors had opened attitude to the Syiah and closed attitude to the Sunni.Key Word: communication behavior, mut’ah marriage, syi’ah womenAbstrak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap perilaku komunikasi para pelaku nikah mut’ah baik dengan suami maupun dengan lingkungan sekitar.Penelitian dengan menggunaka pendekatan studi interaksi simbolik ini memperlihatkan adanya sikap dramaturgis di hadapan masyarakat Sunni dan sikap dewasa dalam menjalani pernikahan mut’ah, .Hasl penelitian menunjukkan bahwa pada pelaku mut’ah poligami, mut’ah suami Sunni, dan mut’ah berkali-kali dengan suami yang berbeda perilaku komunikasi verbal cenderung hati-hati, komuni kasi non verbal terbatas, dan komunikasi bermedia seperlunya. Sementara pada mut’ah monogami, mut’ah tanpa hubungan intim, mut’ah dengan suami Syi’ah, mut’ah berkali-kali dengan suami yang sama komunikasi verbal lebih ekspresif, komunikasi non verbal wajar, dan komunikasi bermedia leluasa. Pada aspek interaksi dengan lingkungan semua pelaku mut’ah bersikap sama terhadap lingkungan yaitu terbuka terhadap kalangan Syiah dan tertutup terhadap kalangan non Syiah.Kata Kunci : perilaku komunikasi, wanita Syiah, nikah mut’ah
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: PERILAKU KOMUNIKASI WANITA SYIAH DALAM PERNIKAHAN MUT’AH
Description:
Abstract.
This research was also intended to find out the communication behavior of the actors of mut’ah marriage to either their husbands or their surrounding communities.
This research used the qualitative method by using the symbolic interaction approach The dramaturgical attitude in front of Sunni communities and mature attitude in doing the mut’ah marriage were the consequence of the marriage The results of the research show that, communication behavior of Syiah women that could be seen from two aspects, namely: 1) In the Polygamy Mut’ah actors, mut’ah of Sunni husband, and continuous mut’ah with different husband, the verbal communication used tended to be very careful with limited non-verbal communication, and the mediated communication as wished.
Meanwhile, in the monogamy mut’ah, mut’ah without intimate course, mut’ah with Syiah husband, and continuous mut’ah with the same husband the verbal communication was very expressive with common non-verbal communication, and unlimited mediated communication.
2) In the aspect of interaction to the environment, all mut’ah actors had opened attitude to the Syiah and closed attitude to the Sunni.
Key Word: communication behavior, mut’ah marriage, syi’ah womenAbstrak.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap perilaku komunikasi para pelaku nikah mut’ah baik dengan suami maupun dengan lingkungan sekitar.
Penelitian dengan menggunaka pendekatan studi interaksi simbolik ini memperlihatkan adanya sikap dramaturgis di hadapan masyarakat Sunni dan sikap dewasa dalam menjalani pernikahan mut’ah, .
Hasl penelitian menunjukkan bahwa pada pelaku mut’ah poligami, mut’ah suami Sunni, dan mut’ah berkali-kali dengan suami yang berbeda perilaku komunikasi verbal cenderung hati-hati, komuni kasi non verbal terbatas, dan komunikasi bermedia seperlunya.
Sementara pada mut’ah monogami, mut’ah tanpa hubungan intim, mut’ah dengan suami Syi’ah, mut’ah berkali-kali dengan suami yang sama komunikasi verbal lebih ekspresif, komunikasi non verbal wajar, dan komunikasi bermedia leluasa.
Pada aspek interaksi dengan lingkungan semua pelaku mut’ah bersikap sama terhadap lingkungan yaitu terbuka terhadap kalangan Syiah dan tertutup terhadap kalangan non Syiah.
Kata Kunci : perilaku komunikasi, wanita Syiah, nikah mut’ah.

Related Results

Comparison of TP53 Alterations in Hematological Malignancies
Comparison of TP53 Alterations in Hematological Malignancies
Abstract Background: TP53 is altered in ~50% of human cancers. Alterations include mutations and deletions. Both frequently occur together, supportin...
Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022
Persepsi Remaja Mengenai Pernikahan Dini Yang Terjadi Di Kecamatan Kabawo Kab. Muna Tahun 2022
Latar Belakang: Pernikahan dini menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) adalah pernikahan yang berlangsung pada umur di bawah usia reproduktif yaitu kurang dari 2...
ALIRAN PEMIKIRAN KEISLAMAN SYI’AH
ALIRAN PEMIKIRAN KEISLAMAN SYI’AH
Secara etimologi Syiah berasal dari bahasa Arab yaitu Syia’ah yang berarti pengikut, Syiah dapat juga beratri pengikut, pendukung, pencinta, atau dapat juga berati kelompok. Dengan...
Komunikasi Kelompok Adat Behantat Pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Komunikasi Kelompok Adat Behantat Pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses komunikasi kelompok adat Behantat pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir dan faktor-faktor yang...
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Abstract The era of disruption has presented a new phenomenon in wedding procedures, namely digital weddings.  The emergence of digital marriage raises questions about its validity...
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
 Wanita yang menyandang status sebagai wanita karir memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Dalam hal ini, wanita harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Perana...
DAMPAK PERNIKAHAN ANAK TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
DAMPAK PERNIKAHAN ANAK TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Masalah pokok pada penelitian ini adalah bagaimana dampak pernikahan anak terhadap kesejahteraan rumah tangga perspektif hukum Islam di Desa Cikoang. Dari pokok masalah tersebut mu...
Perspektif Alkitab Terhadap Pernikahan Semarga
Perspektif Alkitab Terhadap Pernikahan Semarga
Pernikahan semarga adalah pernikahan yang dilakukan oleh kedua pasangan dengan marga yang sama. Contohnya bila si pria bermarga Siagian, maka pasangannya juga bermarga Siagian. Dal...

Back to Top