Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENAFSIRAN BIL RA’YI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW.

View through CrossRef
Artikel ini bertujuan untuk meneliti metode penafsiran pada zaman Nabi Muhammad Saw. Baik penafsiran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ataupun oleh para sahabat. Pada saat wahyu masih turun, Nabi Muhammad menjelaskan kepada para sahabatnya makna dari pada ayat Al Quran, akan tetapi tidak semua ayat dijelaskan secara terperinci oleh Nabi Muhammad saw. Sahabat memahami ayat al Quran dari penjelasan Nabi Muhammad Saw dan juga dari pemahaman mereka sendiri. Karena al Quran turun sesuai dengan Bahasa mereka. Peneliti menemukan bahwa sahabat pun melakukan penafsiran secara bil ra’yi. Walaupun demikian tafsiran sahabat akan dikonfirmasikan kepada Nabi Muhammad. Ada yang kemudian diluruskan oleh Nabi Muhammad Saw dan ditunjukkan makna yang benar dan ada pula yang dibenarkan oleh Rasulullah dan tidak menyalahkannya. Peneliti menyimpulkan bahwa penafsiran dengan pendapat atau bil ra’yi memiliki akar sejak zaman Nabi Muhammad Saw.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: PENAFSIRAN BIL RA’YI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW.
Description:
Artikel ini bertujuan untuk meneliti metode penafsiran pada zaman Nabi Muhammad Saw.
Baik penafsiran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ataupun oleh para sahabat.
Pada saat wahyu masih turun, Nabi Muhammad menjelaskan kepada para sahabatnya makna dari pada ayat Al Quran, akan tetapi tidak semua ayat dijelaskan secara terperinci oleh Nabi Muhammad saw.
Sahabat memahami ayat al Quran dari penjelasan Nabi Muhammad Saw dan juga dari pemahaman mereka sendiri.
Karena al Quran turun sesuai dengan Bahasa mereka.
Peneliti menemukan bahwa sahabat pun melakukan penafsiran secara bil ra’yi.
Walaupun demikian tafsiran sahabat akan dikonfirmasikan kepada Nabi Muhammad.
Ada yang kemudian diluruskan oleh Nabi Muhammad Saw dan ditunjukkan makna yang benar dan ada pula yang dibenarkan oleh Rasulullah dan tidak menyalahkannya.
Peneliti menyimpulkan bahwa penafsiran dengan pendapat atau bil ra’yi memiliki akar sejak zaman Nabi Muhammad Saw.

Related Results

Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
Doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an
Doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an
Doa merupakan bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis mengambil kisah doa Nabi Musa karena memiliki keistimewaan yaitu mirip dengan kisah Nabi Muhammad dari seg...
DAKWAH BIL QALAM MELALUI INSTAGRAM
DAKWAH BIL QALAM MELALUI INSTAGRAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu dakwah Bil Qalam dan mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram dalam dakwah Bil Qalam. Dakwah tidak harus deng...
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
Zaman nedir, neye göre belirlenir ve nasıl algılanır? Bu konuda pek çok filozof görüşünü ortaya koyar. Platon ve onun öğrencisi olan Aristoteles zaman olgusuna yönelik düşüncelerin...
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
Nabi-Nabi Israel banyak dikemukakan Kitab Suci Agama Kristen, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Artikel ini menguraikan konsep kenabian dalam perspektif agama Kristen, t...
Studi Penafsiran Doa Nabi Ibrahim Dalam Kitab Tafsir Al-Munir
Studi Penafsiran Doa Nabi Ibrahim Dalam Kitab Tafsir Al-Munir
Doa merupakan suatu bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis memilih doa nabi Ibrahim karena nabi Ibrahim memiliki keistimewaan yang tidak ada pada nabi lainnya,...

Back to Top