Javascript must be enabled to continue!
Penyuluhan tentang medicational safety pada pasien rawat jalan di Upt Puskesmas Rawat Inap
View through CrossRef
Background: Medication safety is a crucial effort to prevent medication errors, which can have serious consequences, including health complications and even death. Most of these deaths are caused by medication errors. Therefore, engaging with patients and the community is a crucial strategy to prevent medication errors.
Purpose: To increase public awareness of the correct and safe use of medications through the concept of medication safety.
Method: The implementation of this activity was carried out on Friday, November 28, 2025 in the Outpatient Waiting Room of the Long Inpatient UPT PKM. The counseling was attended by 30 people from the working area of the UPT. Long Inpatient PKM. The material was delivered through presentations using visual media such as educational banners and posters, an explanation of what medicational safety is and the DAGUSIBU Motto. Measurement of the level of knowledge using a questionnaire sheet with 7 questions about DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose) with answers in the form of; "YES" or "NO" and "TRUE" or "WRONG. Furthermore, the accumulated value of the questionnaire is grouped into the low category if the score is ≤69, the good category if the score = 70-75 and the very good category if the score is ≥76. As an evaluation of the activity by looking at changes in the level of knowledge given before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test).
Results: Data obtained from the pre-test on the level of knowledge of participants before the outreach activity showed that 2 participants (6.6%) were in the low category, 14 participants (46.7%) were in the good category, and 14 participants (46.7%) were in the very good category. Meanwhile, the level of knowledge of participants after the post-test on the outreach activity decreased to zero, 2 participants (6.6%) were in the good category, and 28 participants (93.4%) were in the very good category. The number of participants who understood the definition of medication safety increased from 7 participants (23.3%) to 28 participants (93.3%), and those who understood how to store medications properly increased from 18 participants (60.0%) to 29 participants (96.7%).
Conclusion: This outreach activity effectively increases public awareness and knowledge in understanding the concept of medication safety so that it can reduce the risk of medication errors and improve the quality of public or patient health.
Suggestion: It is hoped that medication safety education activities can be conducted routinely and periodically with a wider target audience, so that providing treatment to patients does not create new problems arising from a lack of understanding of medication safety in the community.
Keywords: Health education; Medication errors; Medication safety; Patient safety incidents
Pendahuluan: Keamanan pengobatan (medicational safety) merupakan upaya penting untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan (medicational error) yang dapat berdampak serius, seperti komplikasi kesehatan hingga kematian. Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh kesalahan pengobatan. Oleh karena itu melibatkan kerjasama dengan pasien atau masyarakat merupakan strategi penting untuk menghindari kesalahan pengobatan.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemahaman terhadap penggunaan obat yang benar dan aman melalui konsep medication safety.
Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 28 November 2025 di Ruang Tunggu Rawat Jalan UPT PKM Rawat Inap Panjang. Penyuluhan dihadiri oleh 30 masyarakat wilayah kerja UPT. PKM Rawat Inap Panjang. Materi disampaikan melalui presentasi menggunakan media visual seperti banner dan poster edukasi, penjelasan tentang apa itu medicational safety dan Motto DAGUSIBU. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan lembar kuesioner dengan 7 pertanyaan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) dengan jawaban berupa; “YA” atau “TIDAK” dan “BETUL” atau “SALAH. Selanjutnya, nilai akumulasi dari kuesioner dikelompokkan dalam kategori rendah apabila skor≤69, kategori baik apabila skor=70-75 dan kategori sangat baik apabila skor≥76. Sebagai evaluasi kegiatan dengan melihat perubahan tingkat pengetahuan yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test).
Hasil: Mendapatkan data tingkat pengetahuan peserta sebelum (pre-test) kegiatan penyuluhan dalam kategori rendah sebanyak 2 orang (6.6%), kategori baik sebanyak 14 orang (46.7%) dan kategori sangat baik sebanyak 14 orang (46.7%). Sedangkan tingkat pengetahuan peserta sesudah (post-test) kegiatan penyuluhan menjadi tidak ada yang dalam kategori rendah dan kategori baik sebanyak 2 orang (6.6%) serta kategori sangat baik sebanyak 28 orang (93.4%). Jumlah peserta yang memahami materi mengenai definisi medicational safety meningkat dari 7 orang (23.3%) menjadi 28 orang (93.3%) dan yang memahami cara menyimpan obat dengan benar dari 18 orang (60.0%) menjadi sebanyak 29 orang (96.7%).
Simpulan: Kegiatan penyuluhan ini secara efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam memahami konsep medicational safety sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat atau pasien.
Saran: Diharapkan untuk kegiatan penyuluhan tentang medicational safety dapat dilakukan secara rutin dan berkala dengan jangkauan sasaran yang lebih luas, sehingga pemberian pengobatan kepada pasien tidak menimbulkan masalah baru yang timbul akibat dari kurangnya memahami medicational safety di masyarakat.
Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)
Title: Penyuluhan tentang medicational safety pada pasien rawat jalan di Upt Puskesmas Rawat Inap
Description:
Background: Medication safety is a crucial effort to prevent medication errors, which can have serious consequences, including health complications and even death.
Most of these deaths are caused by medication errors.
Therefore, engaging with patients and the community is a crucial strategy to prevent medication errors.
Purpose: To increase public awareness of the correct and safe use of medications through the concept of medication safety.
Method: The implementation of this activity was carried out on Friday, November 28, 2025 in the Outpatient Waiting Room of the Long Inpatient UPT PKM.
The counseling was attended by 30 people from the working area of the UPT.
Long Inpatient PKM.
The material was delivered through presentations using visual media such as educational banners and posters, an explanation of what medicational safety is and the DAGUSIBU Motto.
Measurement of the level of knowledge using a questionnaire sheet with 7 questions about DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose) with answers in the form of; "YES" or "NO" and "TRUE" or "WRONG.
Furthermore, the accumulated value of the questionnaire is grouped into the low category if the score is ≤69, the good category if the score = 70-75 and the very good category if the score is ≥76.
As an evaluation of the activity by looking at changes in the level of knowledge given before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test).
Results: Data obtained from the pre-test on the level of knowledge of participants before the outreach activity showed that 2 participants (6.
6%) were in the low category, 14 participants (46.
7%) were in the good category, and 14 participants (46.
7%) were in the very good category.
Meanwhile, the level of knowledge of participants after the post-test on the outreach activity decreased to zero, 2 participants (6.
6%) were in the good category, and 28 participants (93.
4%) were in the very good category.
The number of participants who understood the definition of medication safety increased from 7 participants (23.
3%) to 28 participants (93.
3%), and those who understood how to store medications properly increased from 18 participants (60.
0%) to 29 participants (96.
7%).
Conclusion: This outreach activity effectively increases public awareness and knowledge in understanding the concept of medication safety so that it can reduce the risk of medication errors and improve the quality of public or patient health.
Suggestion: It is hoped that medication safety education activities can be conducted routinely and periodically with a wider target audience, so that providing treatment to patients does not create new problems arising from a lack of understanding of medication safety in the community.
Keywords: Health education; Medication errors; Medication safety; Patient safety incidents
Pendahuluan: Keamanan pengobatan (medicational safety) merupakan upaya penting untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan (medicational error) yang dapat berdampak serius, seperti komplikasi kesehatan hingga kematian.
Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh kesalahan pengobatan.
Oleh karena itu melibatkan kerjasama dengan pasien atau masyarakat merupakan strategi penting untuk menghindari kesalahan pengobatan.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemahaman terhadap penggunaan obat yang benar dan aman melalui konsep medication safety.
Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 28 November 2025 di Ruang Tunggu Rawat Jalan UPT PKM Rawat Inap Panjang.
Penyuluhan dihadiri oleh 30 masyarakat wilayah kerja UPT.
PKM Rawat Inap Panjang.
Materi disampaikan melalui presentasi menggunakan media visual seperti banner dan poster edukasi, penjelasan tentang apa itu medicational safety dan Motto DAGUSIBU.
Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan lembar kuesioner dengan 7 pertanyaan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) dengan jawaban berupa; “YA” atau “TIDAK” dan “BETUL” atau “SALAH.
Selanjutnya, nilai akumulasi dari kuesioner dikelompokkan dalam kategori rendah apabila skor≤69, kategori baik apabila skor=70-75 dan kategori sangat baik apabila skor≥76.
Sebagai evaluasi kegiatan dengan melihat perubahan tingkat pengetahuan yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test).
Hasil: Mendapatkan data tingkat pengetahuan peserta sebelum (pre-test) kegiatan penyuluhan dalam kategori rendah sebanyak 2 orang (6.
6%), kategori baik sebanyak 14 orang (46.
7%) dan kategori sangat baik sebanyak 14 orang (46.
7%).
Sedangkan tingkat pengetahuan peserta sesudah (post-test) kegiatan penyuluhan menjadi tidak ada yang dalam kategori rendah dan kategori baik sebanyak 2 orang (6.
6%) serta kategori sangat baik sebanyak 28 orang (93.
4%).
Jumlah peserta yang memahami materi mengenai definisi medicational safety meningkat dari 7 orang (23.
3%) menjadi 28 orang (93.
3%) dan yang memahami cara menyimpan obat dengan benar dari 18 orang (60.
0%) menjadi sebanyak 29 orang (96.
7%).
Simpulan: Kegiatan penyuluhan ini secara efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam memahami konsep medicational safety sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat atau pasien.
Saran: Diharapkan untuk kegiatan penyuluhan tentang medicational safety dapat dilakukan secara rutin dan berkala dengan jangkauan sasaran yang lebih luas, sehingga pemberian pengobatan kepada pasien tidak menimbulkan masalah baru yang timbul akibat dari kurangnya memahami medicational safety di masyarakat.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Persepsi Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan
Persepsi Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien terhadap kualitas layanan rawat jalan di Puskesmas Setu I. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pen...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Kegiatan Sensus Harian Rawat Inap adalah pencatatan atau penghitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 2...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are impo...

