Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun

View through CrossRef
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are important indicators of treatment effectiveness. This study aims to analyze the difference in length of hospital stay based on the type of antibiotic administered to pediatric pneumonia patients at RSAU dr. M. Salamun. The study design was analytical observational with a cross-sectional approach conducted during May–December 2025. Sample collection used total sampling technique with 116 patients meeting inclusion criteria. Study variables include type of antibiotic (ampicillin and ceftriaxone) as independent variable and length of hospital stay (≤4 days and >4 days) as dependent variable. Data analysis used Chi-Square test with significance level α = 0.05. Results showed that most patients received ampicillin therapy (74.1%) and were hospitalized for ≤4 days (77.6%). There was a significant difference between antibiotic type and length of hospital stay (p < 0.001), with ampicillin more associated with length of hospital stay ≤4 days (90.7%), while ceftriaxone was more associated with length of hospital stay >4 days (60%). These findings suggest that the selection of ampicillin as a rational first-line antibiotic may contribute to shorter hospital stay duration in pediatric pneumonia without severe risk factors. Abstrak. Pneumonia bakteri merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. Pemilihan antibiotik yang tepat dan lama rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan lama rawat inap berdasarkan jenis antibiotik yang diberikan pada pasien pneumonia anak di RSAU dr. M. Salamun. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan pada periode Mei–Desember 2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan 116 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel penelitian meliputi jenis antibiotik (ampisilin dan seftriakson) sebagai variabel bebas dan lama rawat inap (≤4 hari dan >4 hari) sebagai variabel terikat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien menerima terapi ampisilin (74,1%) dan menjalani rawat inap ≤4 hari (77,6%). Terdapat perbedaan bermakna antara jenis antibiotik dan lama rawat inap (p < 0,001), di mana ampisilin lebih banyak terkait dengan lama rawat inap ≤4 hari (90,7%), sedangkan seftriakson lebih banyak terkait dengan lama rawat inap >4 hari (60%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan ampisilin sebagai antibiotik lini pertama yang rasional berpotensi berkontribusi terhadap durasi rawat inap yang lebih singkat pada pneumonia anak tanpa faktor risiko berat.
Title: Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Description:
Abstract.
Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries.
Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are important indicators of treatment effectiveness.
This study aims to analyze the difference in length of hospital stay based on the type of antibiotic administered to pediatric pneumonia patients at RSAU dr.
M.
Salamun.
The study design was analytical observational with a cross-sectional approach conducted during May–December 2025.
Sample collection used total sampling technique with 116 patients meeting inclusion criteria.
Study variables include type of antibiotic (ampicillin and ceftriaxone) as independent variable and length of hospital stay (≤4 days and >4 days) as dependent variable.
Data analysis used Chi-Square test with significance level α = 0.
05.
Results showed that most patients received ampicillin therapy (74.
1%) and were hospitalized for ≤4 days (77.
6%).
There was a significant difference between antibiotic type and length of hospital stay (p < 0.
001), with ampicillin more associated with length of hospital stay ≤4 days (90.
7%), while ceftriaxone was more associated with length of hospital stay >4 days (60%).
These findings suggest that the selection of ampicillin as a rational first-line antibiotic may contribute to shorter hospital stay duration in pediatric pneumonia without severe risk factors.
Abstrak.
Pneumonia bakteri merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara berkembang.
Pemilihan antibiotik yang tepat dan lama rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengobatan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan lama rawat inap berdasarkan jenis antibiotik yang diberikan pada pasien pneumonia anak di RSAU dr.
M.
Salamun.
Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan pada periode Mei–Desember 2025.
Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan 116 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Variabel penelitian meliputi jenis antibiotik (ampisilin dan seftriakson) sebagai variabel bebas dan lama rawat inap (≤4 hari dan >4 hari) sebagai variabel terikat.
Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil menunjukkan sebagian besar pasien menerima terapi ampisilin (74,1%) dan menjalani rawat inap ≤4 hari (77,6%).
Terdapat perbedaan bermakna antara jenis antibiotik dan lama rawat inap (p < 0,001), di mana ampisilin lebih banyak terkait dengan lama rawat inap ≤4 hari (90,7%), sedangkan seftriakson lebih banyak terkait dengan lama rawat inap >4 hari (60%).
Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan ampisilin sebagai antibiotik lini pertama yang rasional berpotensi berkontribusi terhadap durasi rawat inap yang lebih singkat pada pneumonia anak tanpa faktor risiko berat.

Related Results

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
Cost Effectiveness Analysis Antibiotik Profilaksis pada Pasien Apendisitis di RSUD Anutapura Palu Tahun 2018
Apendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada apendiks yang mana memerlukan penanganan berupa pembedahan untuk mencegah komplikasi perlu dilakukannya apendiktomi atau pengangka...
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Surveilans Retrospektif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Luka Bakar
Luka bakar merupakan salah satu bentuk trauma dengan tingkat risiko infeksi yang tinggi. Modalitas utama pada infeksi akibat luka bakar ialah pemberian antibiotik. Tujuan penelitia...
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman pen...
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Pada Pasien Pediatric Pneumonia Rawat Inap Di Rsud Perdagangan Kabupaten Simalungun
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Pada Pasien Pediatric Pneumonia Rawat Inap Di Rsud Perdagangan Kabupaten Simalungun
Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran Pernafasan yang paling sering terjadi. Penggunaan. Antibiotik merupakan terapi yang utama pada pengobatan pneumonia. Penelitian...
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Pasien Infeksi ulkus kaki diabetik memerlukan penggunaan antibiotik, antibiotik yang sering digunakan mempunyai sensitifitas rendah dan beberapa pasien pada penggunaannya dalam kea...

Back to Top