Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Komunikasi Santun dalam Budaya Jepang

View through CrossRef
Abstract. The significant increase in Indonesian migrant workers (PMI) in Japan from 121,507 in 2023 to 173,000 in 2024 is a response to Japan’s labor shortage due to its declining population (124.35 million in 2023). This study analyzes the challenges of polite communication faced by PMI in formal and informal sectors, considering Japan’s complex language hierarchy that contrasts with Indonesia’s flexible politeness. Using a qualitative method with a case study approach, the research focuses on PMI who have worked in Japan’s formal sector for at least one year. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Analysis follows Miles and Huberman’s model and Altman & Taylor’s social penetration theory to explore communication adaptation. Japanese politeness emphasizes wakimae (situational awareness), enryo (self-restraint), and keigo—sonkeigo to respect others, kenjōgo to humble oneself. The tatemae–honne contrast and uchi–soto grouping affect interaction. In workplaces and social life, greetings like ohayou gozaimasu and yoroshiku onegaishimasu show respect and build harmony. These norms create hierarchical communication and require high cultural adaptation from PMI. Abstrak. Peningkatan signifikan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang dari 121.507 orang pada 2023 menjadi 173.000 orang pada 2024 merupakan respons terhadap krisis tenaga kerja akibat penurunan populasi Jepang (124,35 juta jiwa pada 2023). Penelitian ini menganalisis komunikasi santun dalam budaya Jepang yang dialami PMI di sektor formal dan informal, mengingat kompleksitas hierarki bahasa Jepang yang kontras dengan fleksibilitas kesantunan dalam budaya Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berfokus pada penerapan kesantunan budaya Jepang oleh PMI yang telah bekerja minimal satu tahun di sektor formal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi) serta teori penetrasi sosial Altman dan Taylor untuk memahami proses adaptasi komunikasi. Budaya santun Jepang menekankan wakimae (kesadaran situasional), enryo (menahan diri), serta penggunaan keigo dengan sonkeigo untuk menghormati lawan bicara dan kenjōgo untuk merendahkan diri. Konsep tatemae honne dan uchi soto memengaruhi ekspresi dan pola interaksi. Dalam kerja dan kehidupan sosial, ekspresi seperti “ohayou gozaimasu” dan “yoroshiku onegaishimasu” mencerminkan rasa hormat, menjaga harmoni, serta memperkuat relasi. Norma ini menciptakan komunikasi yang hierarkis dan menuntut adaptasi kultural tinggi dari para PMI..
Title: Komunikasi Santun dalam Budaya Jepang
Description:
Abstract.
The significant increase in Indonesian migrant workers (PMI) in Japan from 121,507 in 2023 to 173,000 in 2024 is a response to Japan’s labor shortage due to its declining population (124.
35 million in 2023).
This study analyzes the challenges of polite communication faced by PMI in formal and informal sectors, considering Japan’s complex language hierarchy that contrasts with Indonesia’s flexible politeness.
Using a qualitative method with a case study approach, the research focuses on PMI who have worked in Japan’s formal sector for at least one year.
Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation.
Analysis follows Miles and Huberman’s model and Altman & Taylor’s social penetration theory to explore communication adaptation.
Japanese politeness emphasizes wakimae (situational awareness), enryo (self-restraint), and keigo—sonkeigo to respect others, kenjōgo to humble oneself.
The tatemae–honne contrast and uchi–soto grouping affect interaction.
In workplaces and social life, greetings like ohayou gozaimasu and yoroshiku onegaishimasu show respect and build harmony.
These norms create hierarchical communication and require high cultural adaptation from PMI.
Abstrak.
Peningkatan signifikan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang dari 121.
507 orang pada 2023 menjadi 173.
000 orang pada 2024 merupakan respons terhadap krisis tenaga kerja akibat penurunan populasi Jepang (124,35 juta jiwa pada 2023).
Penelitian ini menganalisis komunikasi santun dalam budaya Jepang yang dialami PMI di sektor formal dan informal, mengingat kompleksitas hierarki bahasa Jepang yang kontras dengan fleksibilitas kesantunan dalam budaya Indonesia.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berfokus pada penerapan kesantunan budaya Jepang oleh PMI yang telah bekerja minimal satu tahun di sektor formal.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi.
Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi) serta teori penetrasi sosial Altman dan Taylor untuk memahami proses adaptasi komunikasi.
Budaya santun Jepang menekankan wakimae (kesadaran situasional), enryo (menahan diri), serta penggunaan keigo dengan sonkeigo untuk menghormati lawan bicara dan kenjōgo untuk merendahkan diri.
Konsep tatemae honne dan uchi soto memengaruhi ekspresi dan pola interaksi.
Dalam kerja dan kehidupan sosial, ekspresi seperti “ohayou gozaimasu” dan “yoroshiku onegaishimasu” mencerminkan rasa hormat, menjaga harmoni, serta memperkuat relasi.
Norma ini menciptakan komunikasi yang hierarkis dan menuntut adaptasi kultural tinggi dari para PMI.

Related Results

PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA SOPAN SANTUN ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V SDN SINDANGGALIH
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA SOPAN SANTUN ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V SDN SINDANGGALIH
Abstrak Penelitian tentang faktor penyebab kurangnya sopan santun di kalangan anak sekolah dasar sangat penting di era digital dan perubahan sosial yang cepat. Pemahaman tentang fa...
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Game merupakan sesuatu yang dapat dimainkan yang terdiri atas beberapa aturan sehingga terdapat pihak yang menang dan kalah. Pada zaman sekarang, game dapat digunakan sebagai alat ...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world. A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is lo...
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
Pengabdian masyarakat untuk IbM Petani Ketimun Jepang dilaksanakan di Kelurahan Kolongan Kota Tomohon Sulawesi Utara. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan utama IbM Peta...
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya b...
Sinema Edukasi Meningkatkan Sopan Santun Siswa Di SMP Negri 48 Surabaya
Sinema Edukasi Meningkatkan Sopan Santun Siswa Di SMP Negri 48 Surabaya
Penelitian ini memanfaatkan  sinema edukasi untuk meningkatkan perilaku sopan santun siswa di SMP Negeri 48 Surabaya. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya perilaku sopan santun, ...

Back to Top