Javascript must be enabled to continue!
Deteksi Molekuler Mikroorganisme Patogen pada Bahan Pangan dengan Metode RT-PCR
View through CrossRef
Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganismepatogen menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai.Banyaknya jenis mikroorganisme patogen serta kecilnya jumlah sel yangmengontaminasi bahan pangan menjadikan deteksi mikroorganisme patogendalam bahan pangan menjadi suatu tantangan tersendiri. Deteksi secarakonvensional melalui kultur mikroorganisme dalam media tertentu dianggapkurang efektif karena memerlukan waktu yang relatif lama serta potensikontaminasinya yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksimikroorganisme patogen pada bahan pangan yang lebih cepat, efektif, spesifik,dan sensitif untuk mencegah wabah penyakit akibat kontaminasi bahan pangan.Deteksi molekuler banyak dikembangkan karena menyajikan hasil pengujianyang lebih spesifik dan sensitif berdasarkan penanda molekuler tertentu. Salahsatu yang paling banyak dikembangkan adalah Real Time-Polymerase ChainReaction (RT-PCR) yang dapat mendeteksi materi genetik mikroorganismepengontaminasi makanan dengan menggunakan primer dan probe (penanda)yang spesifik. Deteksi dengan RT-PCR memberikan hasil yang lebih spesifik dansensitif untuk mencegah penyebaran penyakit akibat bahan pangan yangterkontaminasi mikroorganisme patogen.Kata kunci: mikroorganisme, RT-PCR, patogen, primer, probe
Title: Deteksi Molekuler Mikroorganisme Patogen pada Bahan Pangan dengan Metode RT-PCR
Description:
Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganismepatogen menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai.
Banyaknya jenis mikroorganisme patogen serta kecilnya jumlah sel yangmengontaminasi bahan pangan menjadikan deteksi mikroorganisme patogendalam bahan pangan menjadi suatu tantangan tersendiri.
Deteksi secarakonvensional melalui kultur mikroorganisme dalam media tertentu dianggapkurang efektif karena memerlukan waktu yang relatif lama serta potensikontaminasinya yang cukup besar.
Oleh karena itu, diperlukan metode deteksimikroorganisme patogen pada bahan pangan yang lebih cepat, efektif, spesifik,dan sensitif untuk mencegah wabah penyakit akibat kontaminasi bahan pangan.
Deteksi molekuler banyak dikembangkan karena menyajikan hasil pengujianyang lebih spesifik dan sensitif berdasarkan penanda molekuler tertentu.
Salahsatu yang paling banyak dikembangkan adalah Real Time-Polymerase ChainReaction (RT-PCR) yang dapat mendeteksi materi genetik mikroorganismepengontaminasi makanan dengan menggunakan primer dan probe (penanda)yang spesifik.
Deteksi dengan RT-PCR memberikan hasil yang lebih spesifik dansensitif untuk mencegah penyebaran penyakit akibat bahan pangan yangterkontaminasi mikroorganisme patogen.
Kata kunci: mikroorganisme, RT-PCR, patogen, primer, probe.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Diversitas Khamir Indonesia untuk pengembangan Biofuel dan Bioindustri
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai tipe ekosistem merupakan sumber keragaman jenis khamir yang tinggi. Sekurang kurangnya terdapat 125 taksa khamir yang berhasil di...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL: STRATEGI ANTISIPASI KRISIS PANGAN INDONESIA
PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL: STRATEGI ANTISIPASI KRISIS PANGAN INDONESIA
<p>Indonesia merespons urgensi ancaman krisis pangan yang melanda dengan strategi pembangunan lumbung pangan nasional. Menurut laporan yang dirilis oleh FAO dan PBB, wabah pa...
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL PANGAN (KPM BANSOS PANGAN) DI KABUPATEN BATANG HARI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat bantuan sosial pangan di Kabupaten Batang Hari, dan untuk mengetahui ting...
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...
A LITERRATURE REVIEW : VARIASI UBI JALAR SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT
A LITERRATURE REVIEW : VARIASI UBI JALAR SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT
ABSTRACTBackground: Emergency food is a practical and highly nutritious alternative intake. Meanwhile, the nutritional content of emergency food must be 2,100 kcal daily. Limited f...

