Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISA FAKTOR KUALITAS BENANG DTY PADA UNIT PRODUKSI POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROL

View through CrossRef
DTY (Draw Textured Yarn) atau benang bertexture merupakan salah satu hasil produksi dari Vocational Training Center politeknik Enjinering Indorama sebagai mitra Perguruan tinggi PT Indorama Synthetics Tbk. DTY merupakan proses lanjut yang berasal dari POY (Partially Oriented Yarn). Proses pembuatan benang texturized dilakukan melalui metode pemuntiran atau twist dan penarikan dengan perbandingan putaran positorq dari rol pertama dengan rol kedua yang biasa dikenal dengan draw ratio, melalui pemanasan pada Primary heater dan secondary heater dengan suhu tertentu. Faktor Kualitas DTY di klasifikasikan dalam beberapa grade yaitu WE (4700 gr – 5150 gr), WA (1000 gr – 4699 gr), B (500 gr – 999 gr), C (250 gr- 499 gr) faktor penyebab perbedaan berat benang tersebut dipengaruhi oleh kestabilan kecepatan mesin, temperature benang saat proses twist dan draw ratio. Dengan menggunakan Analisa Fuzzy logic control dapat diprediksikan hasil kualitas benang DTY melalui pemodelan parameter factor-faktor pendukung proses produksi benang tersebut.
Politeknik Enjinering Indorama
Title: ANALISA FAKTOR KUALITAS BENANG DTY PADA UNIT PRODUKSI POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROL
Description:
DTY (Draw Textured Yarn) atau benang bertexture merupakan salah satu hasil produksi dari Vocational Training Center politeknik Enjinering Indorama sebagai mitra Perguruan tinggi PT Indorama Synthetics Tbk.
DTY merupakan proses lanjut yang berasal dari POY (Partially Oriented Yarn).
Proses pembuatan benang texturized dilakukan melalui metode pemuntiran atau twist dan penarikan dengan perbandingan putaran positorq dari rol pertama dengan rol kedua yang biasa dikenal dengan draw ratio, melalui pemanasan pada Primary heater dan secondary heater dengan suhu tertentu.
Faktor Kualitas DTY di klasifikasikan dalam beberapa grade yaitu WE (4700 gr – 5150 gr), WA (1000 gr – 4699 gr), B (500 gr – 999 gr), C (250 gr- 499 gr) faktor penyebab perbedaan berat benang tersebut dipengaruhi oleh kestabilan kecepatan mesin, temperature benang saat proses twist dan draw ratio.
Dengan menggunakan Analisa Fuzzy logic control dapat diprediksikan hasil kualitas benang DTY melalui pemodelan parameter factor-faktor pendukung proses produksi benang tersebut.
.

Related Results

Analisis Penerapan Metode Pencatatan Terhadap Persediaan Barang Dagang Benang Pada PT. Mitra Bangun Cemerlang (MBC) Tahun 2022
Analisis Penerapan Metode Pencatatan Terhadap Persediaan Barang Dagang Benang Pada PT. Mitra Bangun Cemerlang (MBC) Tahun 2022
Persediaan merupakan bagian dari aset lancar dan juga salah satu sarana untuk melaksanakan aktivitas perusahaan yang dibutuhkan oleh berbagai jenis perusahaan seperti perusahaan da...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH
PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH
Masalah terjadi pada proses perangkapan benang adalah ketika salah satu atau kedua benang yang dirangkap putus. Operator mengalami kesulitan untuk memantau posisi benang yang putus...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur
Kajian mengenai karakteristik sifat mekanik benang merupakan hal yang sifatnya sederhana namun penting dilakukan demi berkembangnya penelitian mengenai serat dan benang. Pada penel...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
Petir merupakan salah satu fenomena tegangan dan arus tinggi yang terjadi dalam waktu  amat singkat (impuls) yang bermula dari ionisasi hingga loncatan muatan dari awan ke tanah at...
Konstruksi Sistem Inferensi Fuzzy Menggunakan Subtractive Fuzzy C-Means pada Data Parkinson
Konstruksi Sistem Inferensi Fuzzy Menggunakan Subtractive Fuzzy C-Means pada Data Parkinson
Abstract. Fuzzy Inference System requires several stages to get the output, 1) formation of fuzzy sets, 2) formation of rules, 3) application of implication functions, 4) compositi...

Back to Top