Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Raih Segudang Prestasi, Ingin Jadi Wanita Inspiratif

View through CrossRef
MENJADI Sosok inspiratif merupakan dambaan bagi sebagian besar orang. Tak terkecuali Fahrida Inayati. Dara kelahiran 23 tahun silam ini memilih cita-cita menjadi wanita multi peran, yang dapat menginspirasi banyak orang. Perempuan yang kerap disapa Naya tersebut telah meraih segudang prestasi. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. “Saat kelas V SD, pernah dapat juara 1 lomba pidato Bahasa Inggris tingkat kecamatan, kemudian lanjut ke tingkat kabupaten dan mendapat juara harapan 1. Lalu saat menginjak kelas VIII pernah dapat juara 1 lomba Dai Muda lingkat kecamatan tahun 2012. Kemudian juara 2 lomba dai muda pada Festival Pelajar Kudus tahun 2013,” ucap Naya, kemarin. Tidak berhenti di situ, perempuan yang juga memiliki hobi traveling itu juga aktif di berbagai organisasi pada saat duduk di bangku sekolah. “Waktu MTS aktif di OSIS Menjabat sebagai Sekretaris OSIS. Lalu MA aktif di OSIS dan Pramuka sebagai wakil ketua OSIS Dulu juga pernah ikut teater, namanya teater Parijotho,” ungkapnya. Perempuan yang gemar membaca tersebut terus menorehkan prestasi hingga la duduk di bangku kuliah. Terakhir pada tahun 2019 lalu, ia berhasil menjuarai lomba dai putri pada Festival Seni Islami Putri yang diselenggarakan oleh Masjid Agung Kudus. Saat ini, perempuan lulusan IAIN Kudus tersebut tengah disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang la geluti. Mulai dari guru PAUD, mitra BPS Kabupaten Kudus, guru ngaji, dan juga usaha kopi. Beberapa di antaranya Naya kerjakan sejak la masih menyandang status sebagai mahasiswa. “Dulu waktu kuliah itu memang sambil ngejalanin bisnis kopi. Ngajar juga dari awal kuliah, jadi kuliah sambil ngajar. Untuk refreshing, biasanya di hari Ahad. Jadi memang sehari penuh dijadwalkan untuk jalan-jalan,” ujarnya. Naya menyebutkan, awalnya ia memiliki cita-cita menjadi guru. Akan tetapi, lambat laun cita-cita tersebut tergantikan dengan cita-citanya yang sekarang. “Dulu waktu kecil, setiap kali ditanya cita-cita pasti selalu jadi guru. Tapi setelah besar, ingin jadi wanita multi peran yang bisa menginspirasi banyak orang. Sebab sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya. (abd/gih) Catatan:Artikel ini dimuat di harian Joglo Jateng, edisi Jumat Wage, 13 Rabi’ul Akhir 1954, 19 November 2021, halaman I dan II.
Center for Open Science
Title: Raih Segudang Prestasi, Ingin Jadi Wanita Inspiratif
Description:
MENJADI Sosok inspiratif merupakan dambaan bagi sebagian besar orang.
Tak terkecuali Fahrida Inayati.
Dara kelahiran 23 tahun silam ini memilih cita-cita menjadi wanita multi peran, yang dapat menginspirasi banyak orang.
Perempuan yang kerap disapa Naya tersebut telah meraih segudang prestasi.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Saat kelas V SD, pernah dapat juara 1 lomba pidato Bahasa Inggris tingkat kecamatan, kemudian lanjut ke tingkat kabupaten dan mendapat juara harapan 1.
Lalu saat menginjak kelas VIII pernah dapat juara 1 lomba Dai Muda lingkat kecamatan tahun 2012.
Kemudian juara 2 lomba dai muda pada Festival Pelajar Kudus tahun 2013,” ucap Naya, kemarin.
Tidak berhenti di situ, perempuan yang juga memiliki hobi traveling itu juga aktif di berbagai organisasi pada saat duduk di bangku sekolah.
“Waktu MTS aktif di OSIS Menjabat sebagai Sekretaris OSIS.
Lalu MA aktif di OSIS dan Pramuka sebagai wakil ketua OSIS Dulu juga pernah ikut teater, namanya teater Parijotho,” ungkapnya.
Perempuan yang gemar membaca tersebut terus menorehkan prestasi hingga la duduk di bangku kuliah.
Terakhir pada tahun 2019 lalu, ia berhasil menjuarai lomba dai putri pada Festival Seni Islami Putri yang diselenggarakan oleh Masjid Agung Kudus.
Saat ini, perempuan lulusan IAIN Kudus tersebut tengah disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang la geluti.
Mulai dari guru PAUD, mitra BPS Kabupaten Kudus, guru ngaji, dan juga usaha kopi.
Beberapa di antaranya Naya kerjakan sejak la masih menyandang status sebagai mahasiswa.
“Dulu waktu kuliah itu memang sambil ngejalanin bisnis kopi.
Ngajar juga dari awal kuliah, jadi kuliah sambil ngajar.
Untuk refreshing, biasanya di hari Ahad.
Jadi memang sehari penuh dijadwalkan untuk jalan-jalan,” ujarnya.
Naya menyebutkan, awalnya ia memiliki cita-cita menjadi guru.
Akan tetapi, lambat laun cita-cita tersebut tergantikan dengan cita-citanya yang sekarang.
“Dulu waktu kecil, setiap kali ditanya cita-cita pasti selalu jadi guru.
Tapi setelah besar, ingin jadi wanita multi peran yang bisa menginspirasi banyak orang.
Sebab sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
(abd/gih) Catatan:Artikel ini dimuat di harian Joglo Jateng, edisi Jumat Wage, 13 Rabi’ul Akhir 1954, 19 November 2021, halaman I dan II.

Related Results

Fahrida Inayati
Fahrida Inayati
Raih Segudang Prestasi, Ingin Jadi Wanita InspiratifMENJADI Sosok inspiratif merupakan dambaan bagi sebagian besar orang. Tak terkecuali Fahrida Inayati. Dara kelahiran 23 tahun si...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
JADIKAN DIRI GURU INSPIRATIF MELALUI LESSON STUDY
JADIKAN DIRI GURU INSPIRATIF MELALUI LESSON STUDY
Abstrak: Sosok guru yang mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan paradigma pendidikan adalah guru inspiratif. Guru inspiratif merupakan guru yang melahirkan daya ta...
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA
Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbe...
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
PERAN WANITA KARIER DALAM MELAKSANAKAN KELUARGA HARMONIS DI NAGARI GANGGO HILIA KECAMATAN BONJOL KABUPATEN PASAMAN
 Wanita yang menyandang status sebagai wanita karir memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Dalam hal ini, wanita harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Perana...
PENDEKATAN TEORI DAN PRAKTIK DALAM PERANCANGAN DASAR WANITA: SATU TINJAUAN LITERATUR KE ARAH PELAKSANAAN DASAR PAHANG 2027–2032
PENDEKATAN TEORI DAN PRAKTIK DALAM PERANCANGAN DASAR WANITA: SATU TINJAUAN LITERATUR KE ARAH PELAKSANAAN DASAR PAHANG 2027–2032
Pemerkasaan wanita merupakan elemen penting dalam membentuk masyarakat yang inklusif, adil, dan mampan. Kajian ini bertujuan untuk meneroka pendekatan teori dan praktik dalam peran...
Kontribusi Aspek Anthropometri dan Kapasitas Fisik Dominan Terhadap Prestasi Lompat Jauh Gaya Schenepper
Kontribusi Aspek Anthropometri dan Kapasitas Fisik Dominan Terhadap Prestasi Lompat Jauh Gaya Schenepper
Lompat jauh merupakan  cabang  olahraga  atletik  dengan serangkaian awalan, tumpuan, sikap di udara, dan diakhiri dengan mendarat yang mencakup daya dan kecepatan yang bertujuan m...

Back to Top