Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keadilan Spasial Dalam Mendukung Ketimpangan Sosial: Studi Kasus Kabupaten Bogor

View through CrossRef
ABSTRACTBogor Regency is characterized by diverse patterns of regional development across its different areas. In the western part of Bogor, the proportion of built-up land is the lowest, yet the poverty rate is the highest compared to other parts of the regency. Conversely, Eastern Bogor has the largest share of built-up land and records the lowest poverty rate. Based on this phenomenon, the present study aims to analyze the relationship between built-up land and poverty levels, as well as to assess its implications within the framework of spatial justice. This research employs a quantitative approach using Spearman’s correlation analysis and spatial analysis with ArcGIS, drawing on secondary data from 40 districts in Bogor Regency in 2022. Compared to previous studies on spatial justice, this study is among the first to explicitly examine the relationship between spatial justice and social inequality in the context of differing regional growth characteristics, particularly between Western and Eastern Bogor. The findings reveal a significant negative relationship between built-up land and poverty levels, although the correlation strength is moderate. In addition, built-up land is found to be positively and significantly correlated with total population and the availability of public facilities, while its relationship with population density is not statistically significant. These results reinforce the importance of spatial justice, particularly distributive and procedural justice in promoting more balanced development. The planned administrative division of Bogor Regency must therefore consider the spatial justice dimension to avoid exacerbating existing disparities. Accordingly, data-driven and participatory spatial planning is expected to serve as an instrument to foster more equitable and inclusive development.Keywords: spatial justice, built-up land, poverty alleviation, regional disparity, GIS analysis, Bogor Regency ABSTRAKKabupaten Bogor merupakan daerah yang memiliki karakteristik perkembangan daerah yang berdagam tiap segmen daerahnya. Terlihat bahwa daerah Bogor bagian barat memiliki jumlah lahan terbangun paling rendah namun memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dibandingkan daerah bagian lainnya. Kondisi ini terjadi pula pada bagian Bogor Timur memiliki jumlah lahan terbangun terbanyak dengan tingkat kemiskinan terendah. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara luas lahan terbangun dan tingkat kemiskinan, serta menilai implikasinya dalam kerangka keadilan spasial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi Spearman dan analisis spasial berbasis perangkat lunak ArcGIS, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor tahun 2022. Jika dibandingkan studi keadilan spasial sebelumnya, penelitian ini merupakan salah satu studi yang secara eksplisit mengkaji hubungan antara keadilan spasial dan ketimpangan sosial dalam konteks perbedaan karakteristik pertumbuhan wilayah, khususnya antara Bogor Barat dan Bogor Timur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara lahan terbangun dan tingkat kemiskinan, meskipun kekuatan korelasinya tergolong sedang. Selain itu, lahan terbangun juga berkorelasi positif dan signifikan dengan jumlah penduduk dan ketersediaan fasilitas publik, sementara hubungan dengan kepadatan penduduk tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mempertegas pentingnya prinsip keadilan spasial, khususnya keadilan distributif dan prosedural, dalam upaya pemerataan pembangunan. Pemekaran wilayah Kabupaten Bogor yang direncanakan harus mempertimbangkan dimensi keadilan spasial agar tidak memperparah ketimpangan yang telah ada. Dengan demikian, tata ruang yang berbasis data dan partisipatif diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan yang lebih adil dan inklusif.Kata kunci: keadilan spasial, lahan terbangun, pengentasan kemiskinan, ketimpangan wilayah, analisis SIG, Kabupaten Bogor
Title: Keadilan Spasial Dalam Mendukung Ketimpangan Sosial: Studi Kasus Kabupaten Bogor
Description:
ABSTRACTBogor Regency is characterized by diverse patterns of regional development across its different areas.
In the western part of Bogor, the proportion of built-up land is the lowest, yet the poverty rate is the highest compared to other parts of the regency.
Conversely, Eastern Bogor has the largest share of built-up land and records the lowest poverty rate.
Based on this phenomenon, the present study aims to analyze the relationship between built-up land and poverty levels, as well as to assess its implications within the framework of spatial justice.
This research employs a quantitative approach using Spearman’s correlation analysis and spatial analysis with ArcGIS, drawing on secondary data from 40 districts in Bogor Regency in 2022.
Compared to previous studies on spatial justice, this study is among the first to explicitly examine the relationship between spatial justice and social inequality in the context of differing regional growth characteristics, particularly between Western and Eastern Bogor.
The findings reveal a significant negative relationship between built-up land and poverty levels, although the correlation strength is moderate.
In addition, built-up land is found to be positively and significantly correlated with total population and the availability of public facilities, while its relationship with population density is not statistically significant.
These results reinforce the importance of spatial justice, particularly distributive and procedural justice in promoting more balanced development.
The planned administrative division of Bogor Regency must therefore consider the spatial justice dimension to avoid exacerbating existing disparities.
Accordingly, data-driven and participatory spatial planning is expected to serve as an instrument to foster more equitable and inclusive development.
Keywords: spatial justice, built-up land, poverty alleviation, regional disparity, GIS analysis, Bogor Regency ABSTRAKKabupaten Bogor merupakan daerah yang memiliki karakteristik perkembangan daerah yang berdagam tiap segmen daerahnya.
Terlihat bahwa daerah Bogor bagian barat memiliki jumlah lahan terbangun paling rendah namun memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dibandingkan daerah bagian lainnya.
Kondisi ini terjadi pula pada bagian Bogor Timur memiliki jumlah lahan terbangun terbanyak dengan tingkat kemiskinan terendah.
Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara luas lahan terbangun dan tingkat kemiskinan, serta menilai implikasinya dalam kerangka keadilan spasial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi Spearman dan analisis spasial berbasis perangkat lunak ArcGIS, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor tahun 2022.
Jika dibandingkan studi keadilan spasial sebelumnya, penelitian ini merupakan salah satu studi yang secara eksplisit mengkaji hubungan antara keadilan spasial dan ketimpangan sosial dalam konteks perbedaan karakteristik pertumbuhan wilayah, khususnya antara Bogor Barat dan Bogor Timur.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara lahan terbangun dan tingkat kemiskinan, meskipun kekuatan korelasinya tergolong sedang.
Selain itu, lahan terbangun juga berkorelasi positif dan signifikan dengan jumlah penduduk dan ketersediaan fasilitas publik, sementara hubungan dengan kepadatan penduduk tidak signifikan secara statistik.
Temuan ini mempertegas pentingnya prinsip keadilan spasial, khususnya keadilan distributif dan prosedural, dalam upaya pemerataan pembangunan.
Pemekaran wilayah Kabupaten Bogor yang direncanakan harus mempertimbangkan dimensi keadilan spasial agar tidak memperparah ketimpangan yang telah ada.
Dengan demikian, tata ruang yang berbasis data dan partisipatif diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan yang lebih adil dan inklusif.
Kata kunci: keadilan spasial, lahan terbangun, pengentasan kemiskinan, ketimpangan wilayah, analisis SIG, Kabupaten Bogor.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Abstract Pancasila is used in lawmaking or becomes a big step in making laws and regulations in accordance with the spirit of the Indonesian state which is humane, just, civilized...
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa ditinjau dari perbedaan gaya kognitif. Kemampuan spasial dalam penelitian mencangkup 5 komponan, yaitu persepsi ...
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...
Sistem Evaluasi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Sistem Evaluasi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
<h1 align="center"><strong>Abstrak</strong></h1><p>Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki data dan informasi yang harus dikelola, kabupate...
Potret Ketimpangan Sosial dalam Teks-Teks Sastra Indonesia Mutakhir
Potret Ketimpangan Sosial dalam Teks-Teks Sastra Indonesia Mutakhir
Tulisan ini membicarakan bagaimanakah fenomena ketimpangan sosial digambarkan dalam teks-teks sastra Indonesia mutakhir dan relasi antara potret ketimpangan sosial tersebut dengan ...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI KOTA METRO DALAM PERSEPKTIF EKONOMI ISLAM
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI KOTA METRO DALAM PERSEPKTIF EKONOMI ISLAM
ABSTRAK          Ketimpangan pendapatan  ialah suatu kondisi dimana distribusi pendapatan yang diterima masyarakat tidak merata.  Semakin besar jurang pendapatan maka semakin besar...

Back to Top