Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potret Ketimpangan Sosial dalam Teks-Teks Sastra Indonesia Mutakhir

View through CrossRef
Tulisan ini membicarakan bagaimanakah fenomena ketimpangan sosial digambarkan dalam teks-teks sastra Indonesia mutakhir dan relasi antara potret ketimpangan sosial tersebut dengan realitas. Untuk menjawab dua persoalan tersebut digunakan pendekatan sosiologi sastra dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga teks sastra yang diteliti, yakni “Sajak Burung-Burung Kondor”, teks drama Konglomerat Burisrawa, dan novel Larung sebagai representasi teks-teks sastra Indonesia mutakhir terdapat benang merah tematik, yakni fenomena ketimpangan sosial. Fenomena ketimpangan sosial dalam “Sajak Burung-Burung Kondor” disampaikan secara langsung dengan mengoposisikan perbedaan nasib yang dialami oleh dua kelas sosial. Fenomena ketimpangan sosial dalam Konglomerat Burisrawa disampaikan dalam bentuk komedi satir yang tidak bersifat langsung. Fenomena ketimpangan sosial dalam Larung disampaikan untuk memperkuat ilustrasi cerita utama yang berfokus pada kisah-kisah romantik dan epik tokoh-tokohnya dalam memperjuangkan prinsip-prinsip hidup. Makna atas penggambaran fenomena ketimpangan sosial dalam ketiga teks sastra tersebut adalah sebagai refleksi literer atas fakta sosial yang ada. Abstract: This paper will discuss two main issues of how the phenomenon of social inequality depicted in the Indonesian literary texts to date and the relationship between the portrait of social inequality with current realities. To answer there two questions, the sociology of literature and semiotics are used. Results show that among the three literary texts studied, namely the “Burung-Burung Kondor Rhyme”, dramatic text of Konglomerat Burisrawa, and novel Larung as a representation of Indonesian literary texts there are advanced thematic thread about the phenomenon of social inequality. The phenomenon of social inequality in the “Rhyme of Burung-Burung Kondor” is communicated directly by contrasting it with the fate differences experienced by these two social classes. The phenomenon of social inequality in the Konglomerat Burisawa is delivered in the form of indirect satirical comedy. The phenomenon of social inequality in Larung is made to strengthen the illustrations of feature stories that focus on romantic stories and the characters in the epic fight for the principles of life. The meaning of the depiction of social inequality in all three phenomena of literary text above is a literal reflection of existing social facts. Key Words: testimony, social inequality, sociology of literature
Balai Bahasa Jawa Timur
Title: Potret Ketimpangan Sosial dalam Teks-Teks Sastra Indonesia Mutakhir
Description:
Tulisan ini membicarakan bagaimanakah fenomena ketimpangan sosial digambarkan dalam teks-teks sastra Indonesia mutakhir dan relasi antara potret ketimpangan sosial tersebut dengan realitas.
Untuk menjawab dua persoalan tersebut digunakan pendekatan sosiologi sastra dan semiotika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga teks sastra yang diteliti, yakni “Sajak Burung-Burung Kondor”, teks drama Konglomerat Burisrawa, dan novel Larung sebagai representasi teks-teks sastra Indonesia mutakhir terdapat benang merah tematik, yakni fenomena ketimpangan sosial.
Fenomena ketimpangan sosial dalam “Sajak Burung-Burung Kondor” disampaikan secara langsung dengan mengoposisikan perbedaan nasib yang dialami oleh dua kelas sosial.
Fenomena ketimpangan sosial dalam Konglomerat Burisrawa disampaikan dalam bentuk komedi satir yang tidak bersifat langsung.
Fenomena ketimpangan sosial dalam Larung disampaikan untuk memperkuat ilustrasi cerita utama yang berfokus pada kisah-kisah romantik dan epik tokoh-tokohnya dalam memperjuangkan prinsip-prinsip hidup.
Makna atas penggambaran fenomena ketimpangan sosial dalam ketiga teks sastra tersebut adalah sebagai refleksi literer atas fakta sosial yang ada.
Abstract: This paper will discuss two main issues of how the phenomenon of social inequality depicted in the Indonesian literary texts to date and the relationship between the portrait of social inequality with current realities.
To answer there two questions, the sociology of literature and semiotics are used.
Results show that among the three literary texts studied, namely the “Burung-Burung Kondor Rhyme”, dramatic text of Konglomerat Burisrawa, and novel Larung as a representation of Indonesian literary texts there are advanced thematic thread about the phenomenon of social inequality.
The phenomenon of social inequality in the “Rhyme of Burung-Burung Kondor” is communicated directly by contrasting it with the fate differences experienced by these two social classes.
The phenomenon of social inequality in the Konglomerat Burisawa is delivered in the form of indirect satirical comedy.
The phenomenon of social inequality in Larung is made to strengthen the illustrations of feature stories that focus on romantic stories and the characters in the epic fight for the principles of life.
The meaning of the depiction of social inequality in all three phenomena of literary text above is a literal reflection of existing social facts.
Key Words: testimony, social inequality, sociology of literature.

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pendekatan sastra dalam mengembangkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra Bahasa Indonesia. Menggunakan pendekatan kual...
Cyber-Bahasa-Sastra pada Aplikasi di Playstore sebagai Model Pembelajaran Bahasa-Sastra Mutakhir
Cyber-Bahasa-Sastra pada Aplikasi di Playstore sebagai Model Pembelajaran Bahasa-Sastra Mutakhir
Berbagai model pembelajaran bahasa-sastra mutakhir terus dikembangkan saat ini dengan mengombinasikan perkembangan teknologi pada era digital. Salah satunya adalah cyber-bahasa-sas...
Teks Prosedur pada Kemasan Produk Makanan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia
Teks Prosedur pada Kemasan Produk Makanan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia
Teks prosedur merupakan teks paparan yang bertujuan memberikan penjelasan tentang cara melakukan sesuatu. Teks ini sangat diperlukan oleh seseorang yang hendak melakukan suatu kegi...
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperol...
RELASI ANTARTEKS DALAM PENGKAJIAN SASTRA
RELASI ANTARTEKS DALAM PENGKAJIAN SASTRA
Abstrak Relasi Antarteks dalam Pengkajian Sastra. Relasi antarteks terdapat dalam karya sastra yang di dalamnya membayangkan teks lain. Dalam mengkaji teks demikian, kita biasanya ...

Back to Top