Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI PRODUKSI GARMENT TERHADAP JUMLAH REJECT MATI DENGAN METODE PARETO

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan reject mati pada produksi garment di PT Cipta Dwi Busana dan membuat diagram Pareto untuk mengidentifikasi jumlah reject mati tertinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode K-means clustering dan diagram Pareto. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data tentang reject mati yang terjadi selama proses produksi garment di PT Cipta Dwi Busana. Data tersebut mencakup informasi tentang jenis reject mati, jumlah reject mati, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap reject mati tersebut. Pertama, metode K-means clustering digunakan untuk mengelompokkan jenis-jenis reject mati yang ada. Metode ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi pola atau kesamaan antara setiap jenis reject mati berdasarkan atribut-atribut yang relevan. Dengan menggunakan algoritma K-means clustering, reject mati dapat dikelompokkan ke dalam klaster-klaster yang memiliki karakteristik serupa. Ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang variasi dan karakteristik dari setiap jenis reject mati yang ada di PT Cipta Dwi Busana. Selanjutnya, diagram Pareto dibuat berdasarkan data reject mati yang terkumpul. Diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan faktor-faktor utama yang berkontribusi pada jumlah reject mati tertinggi. Dengan menggunakan diagram Pareto, faktor-faktor yang paling signifikan dapat diidentifikasi dan diprioritaskan. Hal ini membantu PT Cipta Dwi Busana dalam menentukan area-area yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya mengurangi jumlah reject mati dan meningkatkan kualitas produk. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi PT Cipta Dwi Busana dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi mereka. Dengan mengelompokkan reject mati menggunakan metode K-means clustering dan mengidentifikasi faktor-faktor utama menggunakan diagram Pareto, PT Cipta Dwi Busana dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi jumlah reject mati, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Title: IDENTIFIKASI PRODUKSI GARMENT TERHADAP JUMLAH REJECT MATI DENGAN METODE PARETO
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan reject mati pada produksi garment di PT Cipta Dwi Busana dan membuat diagram Pareto untuk mengidentifikasi jumlah reject mati tertinggi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode K-means clustering dan diagram Pareto.
Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data tentang reject mati yang terjadi selama proses produksi garment di PT Cipta Dwi Busana.
Data tersebut mencakup informasi tentang jenis reject mati, jumlah reject mati, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap reject mati tersebut.
Pertama, metode K-means clustering digunakan untuk mengelompokkan jenis-jenis reject mati yang ada.
Metode ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi pola atau kesamaan antara setiap jenis reject mati berdasarkan atribut-atribut yang relevan.
Dengan menggunakan algoritma K-means clustering, reject mati dapat dikelompokkan ke dalam klaster-klaster yang memiliki karakteristik serupa.
Ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang variasi dan karakteristik dari setiap jenis reject mati yang ada di PT Cipta Dwi Busana.
Selanjutnya, diagram Pareto dibuat berdasarkan data reject mati yang terkumpul.
Diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan faktor-faktor utama yang berkontribusi pada jumlah reject mati tertinggi.
Dengan menggunakan diagram Pareto, faktor-faktor yang paling signifikan dapat diidentifikasi dan diprioritaskan.
Hal ini membantu PT Cipta Dwi Busana dalam menentukan area-area yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya mengurangi jumlah reject mati dan meningkatkan kualitas produk.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi PT Cipta Dwi Busana dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi mereka.
Dengan mengelompokkan reject mati menggunakan metode K-means clustering dan mengidentifikasi faktor-faktor utama menggunakan diagram Pareto, PT Cipta Dwi Busana dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi jumlah reject mati, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Related Results

Daftar Isi Lobo 7(s6)
Daftar Isi Lobo 7(s6)
1. Kematian adalah sesuatu yang tidak wajar. 2. Tanda-tanda Kematian. Penampakan seekor burung. 3. Penampakan tikus. 4. Kodok sebagai penampakan. 5. Berbagai tanda yang meramalkan ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Produksi Bahan Bakar Minyak dari Pirolisis Pelet Hydropulper Reject Industri Kertas
Produksi Bahan Bakar Minyak dari Pirolisis Pelet Hydropulper Reject Industri Kertas
Konsumsi kertas bekas di industri kertas Indonesia mencapai 6.598.464 ton/tahun dan menghasilkan hydropulper reject sebesar 5-10% dari kertas bekas yang digunakan. Penelitian pirol...
KEBIJAKAN MODERASI PIDANA MATI
KEBIJAKAN MODERASI PIDANA MATI
ABSTRAKPutusan Nomor 2-3/PUU-V/2007 selain menjadi dasar konstitusionalitas pidana mati, juga memberikan jalan tengah (moderasi) terhadap perdebatan antara kelompok yang ingin memp...
DAMPAK PELAKSANAAN HUKUMAN MATI TERHADAP KONDISI KEJIWAAN TERPIDANA MATI DI INDONESIA
DAMPAK PELAKSANAAN HUKUMAN MATI TERHADAP KONDISI KEJIWAAN TERPIDANA MATI DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak dari pelaksanaan hukuman mati terhadap kondisi kejiwaan (psychology) para terpidana mati. Dan yang kedua untuk men...
IMPLIKASI PENJATUHAN HUKUMAN MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
IMPLIKASI PENJATUHAN HUKUMAN MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
. Jika berbicara mengenai hukuman mati dalam perspektif hak asasi manusia, terdapat beberapa pro dan kontra atas hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi, karena banyak yang ber...
Pengukuran Produktivits Sapi Perah Menggunakan Test Interval
Pengukuran Produktivits Sapi Perah Menggunakan Test Interval
ABSTRAKMutu genetik ternak tidak tampak dari luar, yang tampak dan dapat diukur adalah performan atau produksinya oleh karena itu catatat produksi diperlukan sebagai media untuk me...

Back to Top