Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Peran Keluarga Dengan Kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa

View through CrossRef
<div class="WordSection1"><p align="center"><strong>HUBUNGAN PERAN  KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN </strong></p><p align="center"><strong>ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA</strong></p><p align="center"> </p><p align="center">Encik Putri Ema Komala, Nurmukaromatis Saleha, Titin Aprilatutini</p><p align="center">(Prodi D3 Keperawatan, Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu)</p><p align="center">Email : <a href="mailto:encik.putri@unib.ac.id">encik.putri@unib.ac.id</a></p><p> </p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong>Latar  belakang:</strong>  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran,perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan peran sebagai manusia. Kekambuhan yang terjadi pada klien dapat terjadi karena adanya hambatan pada keluarga seperti kurang pengetahuan cara merawat ODGJ sehingga  ODGJ tidak melakukan  kontrol secara teratur dan mengalami putus obat. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).</p><p><strong>Metode:</strong>  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yaitu keluarga yang mengantarkan ODGJ melakukan kontrol di Poliklinik RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 48 orang. Analisis univariat dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi  dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian adalah ada hubungan antara peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (p-value 0,019 ≤ 0,05). </p><p><strong>Simpulan:</strong> Ada hubungan antara peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Disarankan agar  keluarga selalu meningkatkan pengetahuan tentang cara merawat ODGJ sehingga keluarga dapat memahami perannya dalam mencegah kekambuhan ODGJ.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci :</strong> Peran;  Keluarga;  Kekambuhan,ODGJ</p><p align="center"><em> </em></p><p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p><strong><em>Background:</em></strong><em> </em><em>People With Mental Disorders (PWMD) are people who go through disturbance in their mind, behaviour, and feelings manifested into a number of symptoms and or meaningful behaviour changing, also potentially to cause suffering and obstacle in performing the individual role as a human.</em><em> </em><em>The happening on the client could happen due to obstacles in the family such as the lack of knowledge about how to take care of  people with mental disorder, hence the people with mental disorder couldn’t do the control regularly and drug break. </em></p><p><strong><em>Aim:</em></strong><em> This study aims to determine relationships  between family’s role with </em><em>People With Mental Disorders (PWMD) recurrence.</em><em></em></p><p><strong><em>Method:</em></strong><em>This research is quantitative with a cross-sectional design. The population is the family who neglect the people with mental disorder  to control in RSKJ Soeprapto Bengkulu Polyclinic with the sample that reach the inclusion criteria (48 peoples). Univariate analysis conducted with counting the frequency distribution and bivariate analysis using Chi Square.<br /> <strong>Result:</strong> the research result showed there are relationship between the the family’s role with  the  people with mental disorder recurrence  (p-value 0,019 ≤ 0,05).</em><em></em></p><p><strong><em>Conclusion:</em></strong><em> there are relationships between the family’s role with the  people with mental disorder recurrence. The family are suggested to always increase the knowledge about how to take care the people with mental disorder, hence the family be able to understand their role to prevent the people with mental disorder recurrence.</em><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords :</em></strong><em> Roles; family; Recurrence, PWMD</em></p></div><em><br clear="all" /> </em><p> </p>
Title: Hubungan Peran Keluarga Dengan Kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa
Description:
<div class="WordSection1"><p align="center"><strong>HUBUNGAN PERAN  KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN </strong></p><p align="center"><strong>ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA</strong></p><p align="center"> </p><p align="center">Encik Putri Ema Komala, Nurmukaromatis Saleha, Titin Aprilatutini</p><p align="center">(Prodi D3 Keperawatan, Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu)</p><p align="center">Email : <a href="mailto:encik.
putri@unib.
ac.
id">encik.
putri@unib.
ac.
id</a></p><p> </p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong>Latar  belakang:</strong>  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran,perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan peran sebagai manusia.
Kekambuhan yang terjadi pada klien dapat terjadi karena adanya hambatan pada keluarga seperti kurang pengetahuan cara merawat ODGJ sehingga  ODGJ tidak melakukan  kontrol secara teratur dan mengalami putus obat.
<strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
</p><p><strong>Metode:</strong>  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional.
Populasi yaitu keluarga yang mengantarkan ODGJ melakukan kontrol di Poliklinik RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 48 orang.
Analisis univariat dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi  dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.
</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian adalah ada hubungan antara peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (p-value 0,019 ≤ 0,05).
 </p><p><strong>Simpulan:</strong> Ada hubungan antara peran keluarga dengan kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Disarankan agar  keluarga selalu meningkatkan pengetahuan tentang cara merawat ODGJ sehingga keluarga dapat memahami perannya dalam mencegah kekambuhan ODGJ.
</p><p> </p><p><strong>Kata kunci :</strong> Peran;  Keluarga;  Kekambuhan,ODGJ</p><p align="center"><em> </em></p><p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p><strong><em>Background:</em></strong><em> </em><em>People With Mental Disorders (PWMD) are people who go through disturbance in their mind, behaviour, and feelings manifested into a number of symptoms and or meaningful behaviour changing, also potentially to cause suffering and obstacle in performing the individual role as a human.
</em><em> </em><em>The happening on the client could happen due to obstacles in the family such as the lack of knowledge about how to take care of  people with mental disorder, hence the people with mental disorder couldn’t do the control regularly and drug break.
</em></p><p><strong><em>Aim:</em></strong><em> This study aims to determine relationships  between family’s role with </em><em>People With Mental Disorders (PWMD) recurrence.
</em><em></em></p><p><strong><em>Method:</em></strong><em>This research is quantitative with a cross-sectional design.
The population is the family who neglect the people with mental disorder  to control in RSKJ Soeprapto Bengkulu Polyclinic with the sample that reach the inclusion criteria (48 peoples).
Univariate analysis conducted with counting the frequency distribution and bivariate analysis using Chi Square.
<br /> <strong>Result:</strong> the research result showed there are relationship between the the family’s role with  the  people with mental disorder recurrence  (p-value 0,019 ≤ 0,05).
</em><em></em></p><p><strong><em>Conclusion:</em></strong><em> there are relationships between the family’s role with the  people with mental disorder recurrence.
The family are suggested to always increase the knowledge about how to take care the people with mental disorder, hence the family be able to understand their role to prevent the people with mental disorder recurrence.
</em><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords :</em></strong><em> Roles; family; Recurrence, PWMD</em></p></div><em><br clear="all" /> </em><p> </p>.

Related Results

LAMANYA KLIEN MENGALAMI GANGGUAN JIWA DENGAN STRES KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DI RUMAH
LAMANYA KLIEN MENGALAMI GANGGUAN JIWA DENGAN STRES KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DI RUMAH
Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdekat yang sangat penting perannya dalam mewujudkan derajad kesehatan jiwa. Perawatan gangguan jiwa yang membutuhkan waktu lama, berbag...
Lamanya Klien Mengalami Gangguan Jiwa Dengan Stres Keluarga Dalam Merawat Klien Di Rumah
Lamanya Klien Mengalami Gangguan Jiwa Dengan Stres Keluarga Dalam Merawat Klien Di Rumah
Keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdekat yang sangat penting perannya dalam mewujudkan derajad kesehatan jiwa. Perawatan gangguan jiwa yang membutuhkan waktu lama, berbag...
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
Abstract : Patients with mental disorders until now still in view as a strange and frightening public, the lack of understanding of the public about mental disorders cause people w...
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi. Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar,...
Hubungan Dukungan Psikososial dengan Stres Pada Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa
Hubungan Dukungan Psikososial dengan Stres Pada Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa
Keluarga memainkan peran penting dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Perawatan jangka panjang dapat menyebabkan stres pada keluarga yang merawat orang deng...
Hubungan Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Dengan Peran Kader Jiwa Di Masyarakat
Hubungan Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Dengan Peran Kader Jiwa Di Masyarakat
Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di Dunia. WHO 2021, orang dengan gangguan jiwa terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 jut...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD PROVINSI JAMBI
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD PROVINSI JAMBI
Latar Belakang: Skizofrenia suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku yang aneh dan terganggu. Menurut WHO dip...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN
Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri...

Back to Top