Javascript must be enabled to continue!
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
View through CrossRef
Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi. Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar, dimana rangsangan tersebut dapat berupa rangsangan penglihatan penciuman, pendengaran, pengecapan, dan perabaan. peran serta keluarga adalah satu usaha untuk mengurangi angka kekambuhan penderita halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuisioner atau angket sebagai data primer yang diperoleh dari data responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji somer’s D. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Secara khusus didapatkan hasil dukungan penilaian dengan tingkat kekambuhan α = 0,138 > 0,05, dukungan informasional dengan tingkat kekambuhan α = 0,486 > 0,05, dukungan instrumental dengan tingkat kekambuhan α = 0,563 > 0,05 dan dukungan emosional dengan tingkat kekambuhan didapatkan hasil α = 0,306 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan penilaian, informasional, instrumental dan emosional dengan tingkat kekambuhan. Diharapkan keluarga dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap klien dengan gangguan jiwa khususnya halusinasi, serta keluarga dapat mengetahui tanda-tanda mengenai gejala kekambuhan sehingga dapat meminimalisir tingkat kekambuhan klien.
Universitas Muslim Indonesia
Title: Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Description:
Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi.
Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar, dimana rangsangan tersebut dapat berupa rangsangan penglihatan penciuman, pendengaran, pengecapan, dan perabaan.
peran serta keluarga adalah satu usaha untuk mengurangi angka kekambuhan penderita halusinasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan menggunakan desain cross sectional.
Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin.
Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuisioner atau angket sebagai data primer yang diperoleh dari data responden.
Uji statistik yang digunakan adalah uji somer’s D.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kekambuhan pada klien halusinasi di UPTD Puskesmas Simpong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.
Secara khusus didapatkan hasil dukungan penilaian dengan tingkat kekambuhan α = 0,138 > 0,05, dukungan informasional dengan tingkat kekambuhan α = 0,486 > 0,05, dukungan instrumental dengan tingkat kekambuhan α = 0,563 > 0,05 dan dukungan emosional dengan tingkat kekambuhan didapatkan hasil α = 0,306 > 0,05.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan penilaian, informasional, instrumental dan emosional dengan tingkat kekambuhan.
Diharapkan keluarga dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap klien dengan gangguan jiwa khususnya halusinasi, serta keluarga dapat mengetahui tanda-tanda mengenai gejala kekambuhan sehingga dapat meminimalisir tingkat kekambuhan klien.
Related Results
Asuhan Keperawatan Pada Tn.S Dengan Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Di Ruang Merak RS Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta
Asuhan Keperawatan Pada Tn.S Dengan Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Di Ruang Merak RS Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta
Keperawatan jiwa merupakan suatu bidang spesialisasi praktek keperawatan yang menerapkan teori prilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri secara teraupetik sebagai kiatnya...
LATIHAN TERAPI BERCAKAP - CAKAP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN
LATIHAN TERAPI BERCAKAP - CAKAP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN
Latar Belakang: Halusinasi merupakan gangguan persepsi ketika individu merasakan sesuatu yang tidak nyata, salah satunya halusinasi pendengaran sebagai gejala positif skizofrenia. ...
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Gondanglegi
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Gondanglegi
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan tingkat kekambuhan tinggi, di mana dukungan keluarga mempunyai peran vital guna menjaga stabilitas kondisi pasien. Studi ini dituj...
Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan
Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan
Penelitian dengan judul Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan memiliki tujuan untuk mengetahui Gamba...
TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR PADA NN.A PASIEN HALUSINASI DI RUANGAN SIAK RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU
TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR PADA NN.A PASIEN HALUSINASI DI RUANGAN SIAK RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU
Halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa adanya rangsangan yang nyata, sehingga klien menginterpretasikan sesuatu yang tidak nyata tanpa stimulus atau rangsangan ...
Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Halusinasi dan Kombinasi Musik pada Pasien Gangguan Jiwa (Studi Kasus)
Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Halusinasi dan Kombinasi Musik pada Pasien Gangguan Jiwa (Studi Kasus)
Pasien skizofrenia sering mengalami halusinasi yang bisa mengganggu atau berpotensi membahayakan. Halusinasi dapat mempengaruhi perilaku pasien, menyebabkan tindakan kekerasan atau...

