Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Pasien Dermatitis Atopik di RSAI Bandung

View through CrossRef
Abstract. Atopic dermatitis (AD) is a chronic inflammatory skin disease with significant physical, psychological, and social impacts. This study analyzes the characteristics of AD patients at RS Al Islam Bandung (January 2019–August 2024) using a descriptive cross-sectional method. Data from 153 medical records, including age, sex, predilection sites, clinical manifestations, history of atopy, and treatment, were analyzed. The highest prevalence was in 2024 (0.022%), with most cases in children <5 years (26.8%), females (54.2%), and predilection in the upper extremities (30.1%). The main complaint was itching (36.9%), and 83% of patients had no history of atopy. Topical corticosteroids (35.1%) were the most common treatment. AD is more prevalent in children due to an underdeveloped skin barrier and in females due to hormonal influences on Th2 activity. Itching is linked to increased transepidermal water loss (TEWL) and reduced stratum corneum water content, with friction-prone upper extremities as a predilection site. This study underscores the need for accurate diagnosis, patient education, and proper treatment to prevent recurrence. Further studies are essential to enhance these findings and improve AD management strategies. Abstrak. Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang berdampak signifikan secara fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini menggambarkan karakteristik pasien DA di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Al Islam Bandung periode Januari 2019–Agustus 2024 menggunakan metode deskriptif cross-sectional. Data dari 153 rekam medis dianalisis univariat meliputi usia, jenis kelamin, lokasi predileksi, manifestasi klinis, riwayat atopi, dan pengobatan. Hasil menunjukkan prevalensi tertinggi pada 2024 (0,022%) dengan kelompok usia <5 tahun (26,8%), perempuan (54,2%), predileksi di ekstremitas atas (30,1%), keluhan utama gatal (36,9%), dan mayoritas tanpa riwayat atopi (83%). Kortikosteroid topikal (35,1%) adalah terapi utama. Dermatitis atopik lebih sering terjadi pada anak <5 tahun akibat skin barrier yang belum optimal, dan pada perempuan karena hormon estrogen dan progesteron memengaruhi aktivitas Th2. Gatal dipicu oleh peningkatan kehilangan air epidermis (TEWL) dan penurunan kadar air stratum korneum dengan lokasi predileksi ekstremitas atas rentan gesekan. Kortikosteroid topikal efektif sebagai terapi antiinflamasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya diagnosis akurat, edukasi pasien, dan pengobatan untuk mencegah kekambuhan. Studi lebih luas diperlukan untuk memperkuat hasil ini dan mendukung strategi manajemen DA yang lebih efektif.
Title: Karakteristik Pasien Dermatitis Atopik di RSAI Bandung
Description:
Abstract.
Atopic dermatitis (AD) is a chronic inflammatory skin disease with significant physical, psychological, and social impacts.
This study analyzes the characteristics of AD patients at RS Al Islam Bandung (January 2019–August 2024) using a descriptive cross-sectional method.
Data from 153 medical records, including age, sex, predilection sites, clinical manifestations, history of atopy, and treatment, were analyzed.
The highest prevalence was in 2024 (0.
022%), with most cases in children <5 years (26.
8%), females (54.
2%), and predilection in the upper extremities (30.
1%).
The main complaint was itching (36.
9%), and 83% of patients had no history of atopy.
Topical corticosteroids (35.
1%) were the most common treatment.
AD is more prevalent in children due to an underdeveloped skin barrier and in females due to hormonal influences on Th2 activity.
Itching is linked to increased transepidermal water loss (TEWL) and reduced stratum corneum water content, with friction-prone upper extremities as a predilection site.
This study underscores the need for accurate diagnosis, patient education, and proper treatment to prevent recurrence.
Further studies are essential to enhance these findings and improve AD management strategies.
Abstrak.
Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang berdampak signifikan secara fisik, psikologis, dan sosial.
Penelitian ini menggambarkan karakteristik pasien DA di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Al Islam Bandung periode Januari 2019–Agustus 2024 menggunakan metode deskriptif cross-sectional.
Data dari 153 rekam medis dianalisis univariat meliputi usia, jenis kelamin, lokasi predileksi, manifestasi klinis, riwayat atopi, dan pengobatan.
Hasil menunjukkan prevalensi tertinggi pada 2024 (0,022%) dengan kelompok usia <5 tahun (26,8%), perempuan (54,2%), predileksi di ekstremitas atas (30,1%), keluhan utama gatal (36,9%), dan mayoritas tanpa riwayat atopi (83%).
Kortikosteroid topikal (35,1%) adalah terapi utama.
Dermatitis atopik lebih sering terjadi pada anak <5 tahun akibat skin barrier yang belum optimal, dan pada perempuan karena hormon estrogen dan progesteron memengaruhi aktivitas Th2.
Gatal dipicu oleh peningkatan kehilangan air epidermis (TEWL) dan penurunan kadar air stratum korneum dengan lokasi predileksi ekstremitas atas rentan gesekan.
Kortikosteroid topikal efektif sebagai terapi antiinflamasi.
Penelitian ini menegaskan pentingnya diagnosis akurat, edukasi pasien, dan pengobatan untuk mencegah kekambuhan.
Studi lebih luas diperlukan untuk memperkuat hasil ini dan mendukung strategi manajemen DA yang lebih efektif.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DI PUSKESMAS SENTOSA BARU TENTANG PENGOBATAN DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DI PUSKESMAS SENTOSA BARU TENTANG PENGOBATAN DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK
Dermatitis atopik atau atopik eczema adalah penyakit kulit inflamasi kronis dapat menyebabkan perubahan warna dan ruam gatal. Biasanya dimulai pada usia kanak-kanak hingga dewasa d...
Karakteristik Klinis dan Status Gizi Pasien Dermatitis Anak Puskesmas Kalijati 2024-2025
Karakteristik Klinis dan Status Gizi Pasien Dermatitis Anak Puskesmas Kalijati 2024-2025
Abstract. Dermatitis is a common inflammatory skin disease in children. This study aimed to describe the clinical characteristics and nutritional status of pediatric dermatitis pat...
Karakteristik Klinis Dermatitis Atopik di RS Muhammadiyah Bandung Tahun 2020-2022
Karakteristik Klinis Dermatitis Atopik di RS Muhammadiyah Bandung Tahun 2020-2022
Abstract. The incidence of Atopic Dermatitis (AD) is a big problem, especially in developing countries. Data on the incidence of AD in Indonesia is still not clearly recorded. Derm...
Tata laksana Dermatitis Atopik pada Anak serta Pencegahan Terjadinya Asma di Kemudian Hari
Tata laksana Dermatitis Atopik pada Anak serta Pencegahan Terjadinya Asma di Kemudian Hari
Konsep allergic march saat ini banyak dipakai dalam pencegahan dini timbulnya penyakitalergi pada anak yang lahir dari keluarga atopik. Gejala alergi yang paling sering padabayi us...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Gambaran Karakteristik Pasien Dan Jenis Dermatitis Kontak Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin Rsud Majalengka
Gambaran Karakteristik Pasien Dan Jenis Dermatitis Kontak Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin Rsud Majalengka
Abstract. Contact dermatitis is a skin disease caused by exposure to substances that are both irritants and allergens, divided into Irritant Contact Dermatitis (ICD) and Allergic C...
Karakteristik Manifestasi Klinis Pasien dengan Dermatitis Kontak di RSUD Cibabat
Karakteristik Manifestasi Klinis Pasien dengan Dermatitis Kontak di RSUD Cibabat
Abstract. Abstract. Contact Dermatitis is an inflammatory skin disease caused by contact exposure to allergens and irritants. Irritant Contact Dermatitis (DKI) is a complex reactio...

Back to Top