Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Karakteristik Pasien Dan Jenis Dermatitis Kontak Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin Rsud Majalengka

View through CrossRef
Abstract. Contact dermatitis is a skin disease caused by exposure to substances that are both irritants and allergens, divided into Irritant Contact Dermatitis (ICD) and Allergic Contact Dermatitis (ACD). Contact dermatitis is influenced by endogenous factors such as age, gender, lesion location, history of atopy, genetics and exogenous factors such as work. This study aims to determine the characteristics of patients and types of contact dermatitis at the Skin and Venereology Polyclinic at Majalengka Regional Hospital. This research is a descriptive study with a cross sectional design. The sampling technique was carried out by total sampling with a total of 399 patients. Data was obtained from medical records in the form of patient characteristics, namely age, gender, occupation, lesion location and diagnosis of ACD or ICD. The research results showed that contact dermatitis was mostly found in the early adolescent age group (17-25) (10.8%). The majority were female (63.4%). The job most often found in Housewives (IRT) (27.6%). The most common lesion locations occurred in the hand area (35.1%). There were 284 (71.2%) cases of patients diagnosed with ACD and 115 (28.8%) cases of ICD. Abstrak. Dermatitis kontak adalah penyakit pada kulit yang disebabkan oleh paparan zat baik yang bersifat iritan dan alergen, terbagi menjadi Dermatitis Kontak Iritan (DKI) dan Dermatitis Kontak Alergi (DKA). Dermatitis kontak dipengaruhi oleh faktor endogen seperti usia, jenis kelamin, lokasi lesi, riwayat atopi, genetik dan faktor eksogen seperti pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dan jenis dermatitis kontak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 399 pasien. Data diperoleh dari rekam medis berupa karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi lesi dan didiagnosis DKA atau DKI. Hasil Penelitian menunjukan dermatitis kontak terbanyak ditemukan pada kelompok usia Remaja awal (17-25) (10,8%). Mayoritas jenis kelamin perempuan (63,4%). Pekerjaan yang paling sering ditemukan pada Ibu Rumah Tangga (IRT) (27,6%). Lokasi lesi paling banyak terjadi di daerah tangan (35,1%). Ditemukan kasus pasien yang diagnosis DKA sebanyak 284 (71,2%) dan kasus DKI sebanyak 115 (28,8%).
Title: Gambaran Karakteristik Pasien Dan Jenis Dermatitis Kontak Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin Rsud Majalengka
Description:
Abstract.
Contact dermatitis is a skin disease caused by exposure to substances that are both irritants and allergens, divided into Irritant Contact Dermatitis (ICD) and Allergic Contact Dermatitis (ACD).
Contact dermatitis is influenced by endogenous factors such as age, gender, lesion location, history of atopy, genetics and exogenous factors such as work.
This study aims to determine the characteristics of patients and types of contact dermatitis at the Skin and Venereology Polyclinic at Majalengka Regional Hospital.
This research is a descriptive study with a cross sectional design.
The sampling technique was carried out by total sampling with a total of 399 patients.
Data was obtained from medical records in the form of patient characteristics, namely age, gender, occupation, lesion location and diagnosis of ACD or ICD.
The research results showed that contact dermatitis was mostly found in the early adolescent age group (17-25) (10.
8%).
The majority were female (63.
4%).
The job most often found in Housewives (IRT) (27.
6%).
The most common lesion locations occurred in the hand area (35.
1%).
There were 284 (71.
2%) cases of patients diagnosed with ACD and 115 (28.
8%) cases of ICD.
Abstrak.
Dermatitis kontak adalah penyakit pada kulit yang disebabkan oleh paparan zat baik yang bersifat iritan dan alergen, terbagi menjadi Dermatitis Kontak Iritan (DKI) dan Dermatitis Kontak Alergi (DKA).
Dermatitis kontak dipengaruhi oleh faktor endogen seperti usia, jenis kelamin, lokasi lesi, riwayat atopi, genetik dan faktor eksogen seperti pekerjaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dan jenis dermatitis kontak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Majalengka.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional.
Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 399 pasien.
Data diperoleh dari rekam medis berupa karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi lesi dan didiagnosis DKA atau DKI.
Hasil Penelitian menunjukan dermatitis kontak terbanyak ditemukan pada kelompok usia Remaja awal (17-25) (10,8%).
Mayoritas jenis kelamin perempuan (63,4%).
Pekerjaan yang paling sering ditemukan pada Ibu Rumah Tangga (IRT) (27,6%).
Lokasi lesi paling banyak terjadi di daerah tangan (35,1%).
Ditemukan kasus pasien yang diagnosis DKA sebanyak 284 (71,2%) dan kasus DKI sebanyak 115 (28,8%).

Related Results

Studi Literatur: Faktor Risiko Dermatitis Kontak pada Pekerja
Studi Literatur: Faktor Risiko Dermatitis Kontak pada Pekerja
Abstract. Contact dermatitis is inflammation of the skin caused by contact with exogenous substances characterized by itching, redness, scaling, vesicles and papules. Trigger facto...
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Kulit merupakan salah satu penanda kesehatan anjing dan kerusakan/lesi pada kulit menyebabkan penampilan anjing tidak menarik. Salah satu penyakit yang mempengaruhi penampilan anji...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Faktor Risiko Mortalitas Pasien COVID-19 Acute Respiratory Distress Syndrome di RSUD Al-Ihsan
Faktor Risiko Mortalitas Pasien COVID-19 Acute Respiratory Distress Syndrome di RSUD Al-Ihsan
Abstract. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) is a common complications in COVID-19 patients. The prevalence of ARDS caused by COVID-19, which is subsequently referred to as...
Gambaran Karakteristik Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RSUD Kabupaten Indramayu Tahun 2020-2024
Gambaran Karakteristik Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RSUD Kabupaten Indramayu Tahun 2020-2024
Abstract. Chronic kidney failure is an incurable disease that requires lifelong hemodialysis therapy. The prevalence of CKD in Indramayu Regency is high, which can be seen from var...
Karakteristik Demografi dan Klinis Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Anak di RSUD Al-Ihsan Tahun 2022
Karakteristik Demografi dan Klinis Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Anak di RSUD Al-Ihsan Tahun 2022
Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has remained a significant problem in Indonesia in the last few decades. Data related to the characteristics of children's dengue fever is ...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...

Back to Top