Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Klinis dan Status Gizi Pasien Dermatitis Anak Puskesmas Kalijati 2024-2025

View through CrossRef
Abstract. Dermatitis is a common inflammatory skin disease in children. This study aimed to describe the clinical characteristics and nutritional status of pediatric dermatitis patients at Kalijati Primary Health Center, Subang Regency, during 2024–2025. This descriptive observational study used a with medical record data. Total sampling was applied to 106 pediatric patients who met the inclusion and exclusion criteria.The variables assessed included the type of dermatitis, therapeutic modalities, nutritional status, age, sex, and clinical manifestations. The results showed that atopic dermatitis was the most common type (72.6%), followed by allergic contact dermatitis (21.7%) and nummular dermatitis (5.7%). Most patients received combination topical and systemic therapy (67.9%). The majority had normal nutritional status (63.2%), were of school age (50.9%), and were female (61%). Pruritus was the most frequent clinical symptom (44.5%). In conclusion, atopic dermatitis is the predominant skin disease among children at Kalijati Primary Health Center and requires comprehensive management. Atopic dermatitis remains a significant pediatric skin health problem and requires sustained and comprehensive management. Abstrak. Dermatitis merupakan penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinis dan status gizi pasien anak dengan dermatitis di Puskesmas Kalijati Kabupaten Subang tahun 2024–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan data rekam medis. Sampel diambil dengan metode total sampling sebanyak 106 pasien anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dermatitis, jenis terapi, status gizi, usia, jenis kelamin, dan gejala klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermatitis atopik merupakan jenis dermatitis terbanyak (72,6%), diikuti dermatitis kontak alergi (21,7%) dan dermatitis numularis (5,7%). Sebagian besar pasien mendapatkan terapi kombinasi topikal dan sistemik (67,9%). Status gizi terbanyak adalah gizi baik (63,2%), dengan kelompok usia sekolah sebagai kelompok terbanyak (50,94%) dan dominasi pasien perempuan (61%). Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah pruritus (44,5%). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dermatitis atopik merupakan masalah utama pada anak di Puskesmas Kalijati dan memerlukan penanganan yang menyeluruh. Dermatitis atopik masih menjadi kendala kesehatan kulit yang signifikan pada anak dan memerlukan penanganan yang berkelanjutan.
Title: Karakteristik Klinis dan Status Gizi Pasien Dermatitis Anak Puskesmas Kalijati 2024-2025
Description:
Abstract.
Dermatitis is a common inflammatory skin disease in children.
This study aimed to describe the clinical characteristics and nutritional status of pediatric dermatitis patients at Kalijati Primary Health Center, Subang Regency, during 2024–2025.
This descriptive observational study used a with medical record data.
Total sampling was applied to 106 pediatric patients who met the inclusion and exclusion criteria.
The variables assessed included the type of dermatitis, therapeutic modalities, nutritional status, age, sex, and clinical manifestations.
The results showed that atopic dermatitis was the most common type (72.
6%), followed by allergic contact dermatitis (21.
7%) and nummular dermatitis (5.
7%).
Most patients received combination topical and systemic therapy (67.
9%).
The majority had normal nutritional status (63.
2%), were of school age (50.
9%), and were female (61%).
Pruritus was the most frequent clinical symptom (44.
5%).
In conclusion, atopic dermatitis is the predominant skin disease among children at Kalijati Primary Health Center and requires comprehensive management.
Atopic dermatitis remains a significant pediatric skin health problem and requires sustained and comprehensive management.
Abstrak.
Dermatitis merupakan penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinis dan status gizi pasien anak dengan dermatitis di Puskesmas Kalijati Kabupaten Subang tahun 2024–2025.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan data rekam medis.
Sampel diambil dengan metode total sampling sebanyak 106 pasien anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Data yang dikumpulkan meliputi jenis dermatitis, jenis terapi, status gizi, usia, jenis kelamin, dan gejala klinis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermatitis atopik merupakan jenis dermatitis terbanyak (72,6%), diikuti dermatitis kontak alergi (21,7%) dan dermatitis numularis (5,7%).
Sebagian besar pasien mendapatkan terapi kombinasi topikal dan sistemik (67,9%).
Status gizi terbanyak adalah gizi baik (63,2%), dengan kelompok usia sekolah sebagai kelompok terbanyak (50,94%) dan dominasi pasien perempuan (61%).
Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah pruritus (44,5%).
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dermatitis atopik merupakan masalah utama pada anak di Puskesmas Kalijati dan memerlukan penanganan yang menyeluruh.
Dermatitis atopik masih menjadi kendala kesehatan kulit yang signifikan pada anak dan memerlukan penanganan yang berkelanjutan.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK Label gizi merupakan informasi  yang ditujukan kepada  masyarakat untuk  memberikan  informasi terkait  manfaat  dan  kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Perawat pendidik klinis yang tidak melibatkan aspek budaya dalam proses pembelajaran klinis akan mempengaruhi serta menghambat capaian tujuan pembelajaran klinis. Unsur budaya dala...
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarka...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
Karakteristik Manifestasi Klinis Pasien dengan Dermatitis Kontak di RSUD Cibabat
Karakteristik Manifestasi Klinis Pasien dengan Dermatitis Kontak di RSUD Cibabat
Abstract. Abstract. Contact Dermatitis is an inflammatory skin disease caused by contact exposure to allergens and irritants. Irritant Contact Dermatitis (DKI) is a complex reactio...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...

Back to Top