Javascript must be enabled to continue!
Naskah Layang Anbiya dalam Studi Perbandingan
View through CrossRef
Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti yang luas mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Sasaran kajian filologi meliputi naskah dan teks dengan tujuan untuk mengungkapkan nilai dan fungsi naskah maupun teks pada masyarakat penciptanya. Selain itu, filologi juga bertujuan untuk menggali warisan budaya atau nilai budaya sebagai alternatif pengemban kebudayaan lama. Sastra yang dipelajari filologi merupakan karya sastra lama, dalam penelitian ini mengkaji naskah Layang Anbiya. Naskah Layang Anbiya merupakan naskah kesusastraan Jawa-Islami yang berbentuk tembang macapat dan isinya menceritakan kisah para Nabi. Kisah para nabi tersebut dimulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Naskah Layang Anbiya, memiliki banyak versi sehingga perlu untuk dilakukan studi perbandingan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks tembang macapat yang terdapat dalam naskah Layang Anbiya. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan inventarisasi dan menggali informasi naskah Layang Anbiya. Naskah Layang Anbiya selanjutnya ditranskripsi dan ditransliterasi. Analisis data dilakukan dengan membuat abstraksi setiap bait tembang yang kemudian diinterpretasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan teknik kecukupan referensial, ketekunan pengamatan, dan trianggulasi. Naskah Layang Anbiya memiliki beberapa versi jika dilihat dari isinya, di antaranya versi keraton, versi pesantren, versi pesisiran, dan versi pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam naskah Layang Anbiya yang penulis teliti, berupa naskah versi pesantren dan versi pedesaan. Baik naskah Layang Anbiya versi pedesaan maupun pesantren masih memiliki keragaman yang menonjol, yakni menggunakan gaya penulisan huruf Arab-Jawi (Pegon). Setiap Naskah Layang Anbiya ini bait-bait pertamanya dimulai dengan mukadimah “ingsun amimiti muji” atau “ingsung amimiti nulis” dengan menggunakan pupuh Asmaradhana.
Title: Naskah Layang Anbiya dalam Studi Perbandingan
Description:
Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti yang luas mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan.
Sasaran kajian filologi meliputi naskah dan teks dengan tujuan untuk mengungkapkan nilai dan fungsi naskah maupun teks pada masyarakat penciptanya.
Selain itu, filologi juga bertujuan untuk menggali warisan budaya atau nilai budaya sebagai alternatif pengemban kebudayaan lama.
Sastra yang dipelajari filologi merupakan karya sastra lama, dalam penelitian ini mengkaji naskah Layang Anbiya.
Naskah Layang Anbiya merupakan naskah kesusastraan Jawa-Islami yang berbentuk tembang macapat dan isinya menceritakan kisah para Nabi.
Kisah para nabi tersebut dimulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad.
Naskah Layang Anbiya, memiliki banyak versi sehingga perlu untuk dilakukan studi perbandingan.
Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif.
Data dalam penelitian ini berupa teks tembang macapat yang terdapat dalam naskah Layang Anbiya.
Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan inventarisasi dan menggali informasi naskah Layang Anbiya.
Naskah Layang Anbiya selanjutnya ditranskripsi dan ditransliterasi.
Analisis data dilakukan dengan membuat abstraksi setiap bait tembang yang kemudian diinterpretasikan sesuai dengan tujuan penelitian.
Untuk menjaga kesahihan data dilakukan teknik kecukupan referensial, ketekunan pengamatan, dan trianggulasi.
Naskah Layang Anbiya memiliki beberapa versi jika dilihat dari isinya, di antaranya versi keraton, versi pesantren, versi pesisiran, dan versi pedesaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam naskah Layang Anbiya yang penulis teliti, berupa naskah versi pesantren dan versi pedesaan.
Baik naskah Layang Anbiya versi pedesaan maupun pesantren masih memiliki keragaman yang menonjol, yakni menggunakan gaya penulisan huruf Arab-Jawi (Pegon).
Setiap Naskah Layang Anbiya ini bait-bait pertamanya dimulai dengan mukadimah “ingsun amimiti muji” atau “ingsung amimiti nulis” dengan menggunakan pupuh Asmaradhana.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Tugas Geometri
Tugas Geometri
Matematika sebagai mata pelajaran eksak, mengkaji berbagai hal sistematis yang lekat dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. Materi matematika antara lain mencakup penguk...
TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
Kegiatan bermain layang-layang dapat merugikan orang, seperti putus dan menyangkut di gardu listrik, menyebabkan kerusakan pada barang orang lain, dan membahayakan kegiatan penerba...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Penerjemahan Naskah: Problematika dan Solusi
Penerjemahan Naskah: Problematika dan Solusi
Dalam bahasa Indonesia, manuskrip juga disebut naskah. Berkenaan dengan pengkajian naskah, ada tiga bidang ilmu terkait yang langsung, yaitu kodikologi, paleografi, dan filologi. K...
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
PERMAINAN DALAM MOENS ALBUM
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang menyimpan naskah-naskah Nusantara. Koleksi yang tersimpan terdiri lebih dari sebelas ribu na...
Naskah Hadis Aceh
Naskah Hadis Aceh
Tren penelitian naskah Aceh saat ini masih terfokus pada naskah-naskah sejarah, naskah perang, dan naskah tasawwuf, sedangkan naskah-naskah hadis nampaknya belum banyak menarik per...

