Javascript must be enabled to continue!
TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
View through CrossRef
Kegiatan bermain layang-layang dapat merugikan orang, seperti putus dan menyangkut di gardu listrik, menyebabkan kerusakan pada barang orang lain, dan membahayakan kegiatan penerbangan maka menjadi hal yang perlu diatur dalam hukum. Dari pada latar belakang penelitian ini mengangkat rumusan masalah yaitu bagaimanakah tinjauan yuridis penerbangan layang-layang yang mengakibatkan kerusakan barang orang lain dan upaya hukum yang dapat dilakukan oleh korban perusakan barang akibat penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain. Jenis penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian hukum yang bersifat normatif, yaitu pendekatan melalui perspektif norma-norma yang telah ada atau dengan kata lain merupakan penelitian berupa inventarisasi perundang-undangan yang berlaku.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tinjauan yuridis terhadap penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu kejahatan pengrusakan dan penghancuran benda (verneiling of beschadiging van goerderen), pasal 406 sampai dengan 412 mengatur tentang kejahatan-kejahatan yang mengandung unsur merusak atau tingkah laku yang mengandung sifat demikian terhadap suatu harta benda dan Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh korban perusakan barang akibat penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain, yaitudengandua acara yaitu dengan litigasi dan non-litigasi dimana non-litigasi dilakukan dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) atau Alternative Dispute Resolution (ADR) dimana penyelesaian perkara diselesaikan dengan konsultasi, negoisasi, mediasi, konsiliasi, penilaian ahli.
The activity of playing a kite can harm people, such as breaking and getting stuck in an electric substation, causing damage to other people's goods, and endangering aviation activities, so it is something that needs to be regulated by law. From the background of this research, it raises the formulation of the problem, namely how is the juridical review of kite flights that result in damage to other people's goods and legal remedies that can be taken by victims of damage to goods due to kite flights that damage other people's property. This type of research is using normative legal research, namely an approach through the perspective of existing norms or in other words a research in the form of an inventory of applicable legislation. other people's property is regulated in the Criminal Code (KUHP), namely the crime of destroying and destroying objects (verneiling of beschadiging van goerderen), articles 406 to 412 regulate crimes that contain destructive elements or behavior that contains such characteristics. against a property and legal remedies that can be taken by victims of damage to goods due to kite flights that damage other people's property, namely with two events, namely litigation and non-litigation where non-litigation is carried out with Alternative Dispute Resolution (APS) or Alternative Dispute Resolution n (ADR) where the settlement of cases is resolved by consultation, negotiation, mediation, conciliation, expert judgment.
Universitas Dwijendra
Title: TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
Description:
Kegiatan bermain layang-layang dapat merugikan orang, seperti putus dan menyangkut di gardu listrik, menyebabkan kerusakan pada barang orang lain, dan membahayakan kegiatan penerbangan maka menjadi hal yang perlu diatur dalam hukum.
Dari pada latar belakang penelitian ini mengangkat rumusan masalah yaitu bagaimanakah tinjauan yuridis penerbangan layang-layang yang mengakibatkan kerusakan barang orang lain dan upaya hukum yang dapat dilakukan oleh korban perusakan barang akibat penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain.
Jenis penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian hukum yang bersifat normatif, yaitu pendekatan melalui perspektif norma-norma yang telah ada atau dengan kata lain merupakan penelitian berupa inventarisasi perundang-undangan yang berlaku.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tinjauan yuridis terhadap penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu kejahatan pengrusakan dan penghancuran benda (verneiling of beschadiging van goerderen), pasal 406 sampai dengan 412 mengatur tentang kejahatan-kejahatan yang mengandung unsur merusak atau tingkah laku yang mengandung sifat demikian terhadap suatu harta benda dan Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh korban perusakan barang akibat penerbangan layang-layang yang merusak barang milik orang lain, yaitudengandua acara yaitu dengan litigasi dan non-litigasi dimana non-litigasi dilakukan dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) atau Alternative Dispute Resolution (ADR) dimana penyelesaian perkara diselesaikan dengan konsultasi, negoisasi, mediasi, konsiliasi, penilaian ahli.
The activity of playing a kite can harm people, such as breaking and getting stuck in an electric substation, causing damage to other people's goods, and endangering aviation activities, so it is something that needs to be regulated by law.
From the background of this research, it raises the formulation of the problem, namely how is the juridical review of kite flights that result in damage to other people's goods and legal remedies that can be taken by victims of damage to goods due to kite flights that damage other people's property.
This type of research is using normative legal research, namely an approach through the perspective of existing norms or in other words a research in the form of an inventory of applicable legislation.
other people's property is regulated in the Criminal Code (KUHP), namely the crime of destroying and destroying objects (verneiling of beschadiging van goerderen), articles 406 to 412 regulate crimes that contain destructive elements or behavior that contains such characteristics.
against a property and legal remedies that can be taken by victims of damage to goods due to kite flights that damage other people's property, namely with two events, namely litigation and non-litigation where non-litigation is carried out with Alternative Dispute Resolution (APS) or Alternative Dispute Resolution n (ADR) where the settlement of cases is resolved by consultation, negotiation, mediation, conciliation, expert judgment.
Related Results
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Tugas Geometri
Tugas Geometri
Matematika sebagai mata pelajaran eksak, mengkaji berbagai hal sistematis yang lekat dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. Materi matematika antara lain mencakup penguk...
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
Ekonomi syariah-03112220013-fika musfika
PANDANGAN DASAR EKONOMI ISLAM Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia....
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan dasar ekonomi islam
Pandangan Dasar Ekonomi Islam menyatakan bahwa ekonomi Islam memandang bahwa kelangkaan (kelangkaan) bukanlah masalah yang asasi dari ekonomi manusia. Sehingga persoalan produksi, ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Kewenangan Satgas Yuridis Dalam Memproses Data Yuridis Pada Program Ptsl Di Bpn Kabupaten Pandeglang
Pelaksanaan dalam memproses data yuridis pada program PTSL dilakukan oleh Satgas Yuridis PTSL namun dalam kewenangannya, Satgas Yuridis memiliki hambatan sehingga dapat mengakibatk...
Naskah Layang Anbiya dalam Studi Perbandingan
Naskah Layang Anbiya dalam Studi Perbandingan
Filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra, sastra dalam arti yang luas mencakup bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Sasaran kajian filologi meliputi naskah dan te...

