Javascript must be enabled to continue!
Studi Perubahan Warna Dan Kekuatan Tarikan Eceng Gondok Hasil Pemutihan Menggunakan Hidrogen Peroksida
View through CrossRef
Water hyacinth is an aquatic plant often used as a craft product because it is attractive for its various positive properties but requires further handling, especially regarding its color. White is one of the most popular types, and the manufacturing process involves bleaching stages using chemical compounds such as hydrogen peroxide (H2O2). The use of H2O2 in the bleaching process still has consequences for the quality of the material, which becomes easily damaged, and the bleaching process, which involves the presence of sunlight or ultraviolet lamps, occurs more quickly. This research examines the relationship between the duration of soaking water hyacinth in H2O2 solution in the presence of direct light or in dark conditions on its color and tensile test strength. Based on the research results, the Hue, Saturation, and Value (HSV) color data increase the brightness based on saturation and value data. Tensile test capability testing carried out using the Universal Testing Machine (UTM) instrument showed that immersing water hyacinth in H2O2 for 4-8 minutes did not cause a significant change in tensile test capability, so it was still possible for various purposes as a raw material in the creative industry.
Keywords: bleaching, hydrogen peroxide, water hyacinth, tensile strength
Eceng gondok merupakan salah satu tanaman air yang sering digunakan sebagai produk kerajinan karena memiliki daya tarik pada berbagai sifat positif yang dimiliki, namun diperlukan penanganan lebih lanjut terutama pada warnanya. Warna terang merupakan salah satu tipe yang banyak digemari dan proses pembuatannya menggunakan tahapan pemutihan menggunakan senyawa kimia seperti hidrogen peroksida (H2O2). Penggunaan H2O2 pada proses bleaching masih memiliki konsekuensi pada kualitas bahan yang menjadi mudah rusak, serta proses bleaching yang melibatkan kehadiran sinar matahari maupun lampu ultraviolet akan terjadi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara durasi perendaman eceng gondok dalam larutan H2O2 pada kondisi kehadiran sinar secara langsung maupun dalam kondisi gelap terhadap warna dan kekuatan uji tariknya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan data warna Hue, Saturation, dan Value (HSV) menunjukkan kecenderungan (trend) yang baik terutama untuk data saturation dan value. Pengujian kemampuan uji tarik didapatkan bahwa perendaman eceng gondok dalam H2O2 antara 4-8 menit praktisnya tidak menyebabkan perubahan kemampuan uji tarik, sehingga masih memungkinkan untuk berbagai keperluan sebagai bahan baku di industri kreatif.
Kata kunci: bleaching, hidrogen peroksida, eceng gondok, kuat tarik
Universitas Udayana
Title: Studi Perubahan Warna Dan Kekuatan Tarikan Eceng Gondok Hasil Pemutihan Menggunakan Hidrogen Peroksida
Description:
Water hyacinth is an aquatic plant often used as a craft product because it is attractive for its various positive properties but requires further handling, especially regarding its color.
White is one of the most popular types, and the manufacturing process involves bleaching stages using chemical compounds such as hydrogen peroxide (H2O2).
The use of H2O2 in the bleaching process still has consequences for the quality of the material, which becomes easily damaged, and the bleaching process, which involves the presence of sunlight or ultraviolet lamps, occurs more quickly.
This research examines the relationship between the duration of soaking water hyacinth in H2O2 solution in the presence of direct light or in dark conditions on its color and tensile test strength.
Based on the research results, the Hue, Saturation, and Value (HSV) color data increase the brightness based on saturation and value data.
Tensile test capability testing carried out using the Universal Testing Machine (UTM) instrument showed that immersing water hyacinth in H2O2 for 4-8 minutes did not cause a significant change in tensile test capability, so it was still possible for various purposes as a raw material in the creative industry.
Keywords: bleaching, hydrogen peroxide, water hyacinth, tensile strength
Eceng gondok merupakan salah satu tanaman air yang sering digunakan sebagai produk kerajinan karena memiliki daya tarik pada berbagai sifat positif yang dimiliki, namun diperlukan penanganan lebih lanjut terutama pada warnanya.
Warna terang merupakan salah satu tipe yang banyak digemari dan proses pembuatannya menggunakan tahapan pemutihan menggunakan senyawa kimia seperti hidrogen peroksida (H2O2).
Penggunaan H2O2 pada proses bleaching masih memiliki konsekuensi pada kualitas bahan yang menjadi mudah rusak, serta proses bleaching yang melibatkan kehadiran sinar matahari maupun lampu ultraviolet akan terjadi lebih cepat.
Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara durasi perendaman eceng gondok dalam larutan H2O2 pada kondisi kehadiran sinar secara langsung maupun dalam kondisi gelap terhadap warna dan kekuatan uji tariknya.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan data warna Hue, Saturation, dan Value (HSV) menunjukkan kecenderungan (trend) yang baik terutama untuk data saturation dan value.
Pengujian kemampuan uji tarik didapatkan bahwa perendaman eceng gondok dalam H2O2 antara 4-8 menit praktisnya tidak menyebabkan perubahan kemampuan uji tarik, sehingga masih memungkinkan untuk berbagai keperluan sebagai bahan baku di industri kreatif.
Kata kunci: bleaching, hidrogen peroksida, eceng gondok, kuat tarik.
Related Results
Pendampingan Pembuatan Kreasi Eceng Gondok pada Anggota Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK)
Pendampingan Pembuatan Kreasi Eceng Gondok pada Anggota Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK)
Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) merupakan suatu komunitas resmi penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang sudah diakui pemerintah dan berdiri sejak Bula...
PEMANFAATAN ECENG GONDOK FERMENTASI TERHADAP KARKAS DAN NON KARKAS DOMBA LOKAL JANTAN LEPAS SAPIH
PEMANFAATAN ECENG GONDOK FERMENTASI TERHADAP KARKAS DAN NON KARKAS DOMBA LOKAL JANTAN LEPAS SAPIH
Eceng gondok merupakan salah satu limbah masyarakat yang dapat digunakan untuk memenuhikurangnya kebutuhan pakan hijauan ternak domba. Eceng gondok dapat dijadikan sebagai pakan te...
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
EVALUASI TEKNIK PEMUTIHAN DALAM RESTORASI KERTAS ARSIP
The objective of this research is to study the effects of bleaching on paper archives so the possibilities of bleaching techniques used in the restoration of archives will be known...
Pelatihan Pemanfaatan Ekstrak dari Limbah Eceng Gondok pada Pembuatan Hand Sanitizer sebagai Antiseptik Alami
Pelatihan Pemanfaatan Ekstrak dari Limbah Eceng Gondok pada Pembuatan Hand Sanitizer sebagai Antiseptik Alami
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan daun eceng gondok sebagai bahan pembuatan hand sanitizer atau gel antiseptik alami. Daun eceng gondok tidak akan menimbulkan...
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI BOKASHI ECENG GONDOK
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI BOKASHI ECENG GONDOK
Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.), pada berbagai bokashi eceng gondok. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancanga...
Peningkatan Produksi Tanaman Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Daerah Sumatera Barat Dengan Penggunaan Kompos Eceng Gondok
Peningkatan Produksi Tanaman Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Daerah Sumatera Barat Dengan Penggunaan Kompos Eceng Gondok
Tujuan penelitian adalah mempelajari potensi daun bangun-bangun yang ditanam di beberapa daerah Sumatera Barat, kandungan gizinya dan untuk mengetahui formulasi pupuk yang tepat un...
Distribusi Spasial dan Temporal Eceng Gondok di Danau Rawa Pening
Distribusi Spasial dan Temporal Eceng Gondok di Danau Rawa Pening
Eceng gondok adalah gulma invasif yang apabila tidak dikelola maka pertumbuhannya akan menurunkan kualitas perairan, merusak ekosistem, dan dapat mempercepat proses pendangkalan di...

