Javascript must be enabled to continue!
Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan
View through CrossRef
This research aims to understand the empowerment strategy for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the cooperative and SME department of Tabanan Regency. This research uses a qualitative descriptive method with data analysis using SWOT matrix analysis. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The technique for determining informants used was the snowball and purposive techniques. The results of this research show that there are still indicators that are not optimal. The SWOT analysis shows that the Tabanan Regency cooperative and SME department has large and abundant potential but also faces challenges such as market expansion, changes in regulations and increasingly fierce competition. The empowerment strategy involves improving facilities, services and promotions as well as training through digital media. Sustainability is integrated into management to involve local communities and improve human resources. The implementation of this strategy is expected to increase people's interest in loving local products and using local products so that local products can compete with foreign products, as well as creating economic opportunities for local communities. Collaboration with related parties is needed to support this empowerment. With a holistic approach, the Tabanan Regency Cooperatives and SMEs Service is expected to be an agent of change capable of integrating economic, social and environmental aspects in efforts to empower MSMEs.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan memahami strategi pemberdayaan Usaha Mikro,kecil dan menengah (UMKM) di dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan meggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan analisis data menggunakan analisis matriks SWOT. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Teknik snowball dan purposive. Hasil penelitian ini menunjukan masih adanya indikator yang belum maksimal. Analisis SWOT menunjukkan bahwa dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan memiliki poteni yang besar serta melimpah namun juga menghadapi tantangan seperti peluasan pasar, perubahan regulasi dan persaingan yang semakin ketat. Strategi pemberdayaan melibatkan peningkatan fasilitas,pelayanan dan promosi serta pelatihan melalui media digital. Keberlanjutan diintegrasikan dalam manajemen untuk melibatkan komunitas lokal dan peningkatan SDM. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mencintai produk lokal dan menggunakan produk lokal sehingga produk lokal dapat bersaing dengan produk luar, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Kolaborasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mendukung pemberdayaan ini. Dengan pendekatan holistic, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan aspek – aspek ekonomi,sosial,dan lingkungan dalam upaya pemberdayaan UMKM.
Kata Kunci: Usah mikro,Kecil dan Menengah,Strategi Pemberdayaan,Potensi Daerah, SWOT
CV. Lenggogeni Data Publishing
Title: Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan
Description:
This research aims to understand the empowerment strategy for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the cooperative and SME department of Tabanan Regency.
This research uses a qualitative descriptive method with data analysis using SWOT matrix analysis.
Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation.
The technique for determining informants used was the snowball and purposive techniques.
The results of this research show that there are still indicators that are not optimal.
The SWOT analysis shows that the Tabanan Regency cooperative and SME department has large and abundant potential but also faces challenges such as market expansion, changes in regulations and increasingly fierce competition.
The empowerment strategy involves improving facilities, services and promotions as well as training through digital media.
Sustainability is integrated into management to involve local communities and improve human resources.
The implementation of this strategy is expected to increase people's interest in loving local products and using local products so that local products can compete with foreign products, as well as creating economic opportunities for local communities.
Collaboration with related parties is needed to support this empowerment.
With a holistic approach, the Tabanan Regency Cooperatives and SMEs Service is expected to be an agent of change capable of integrating economic, social and environmental aspects in efforts to empower MSMEs.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan memahami strategi pemberdayaan Usaha Mikro,kecil dan menengah (UMKM) di dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan.
Penelitian ini menggunakan meggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan analisis data menggunakan analisis matriks SWOT.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi.
Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Teknik snowball dan purposive.
Hasil penelitian ini menunjukan masih adanya indikator yang belum maksimal.
Analisis SWOT menunjukkan bahwa dinas koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan memiliki poteni yang besar serta melimpah namun juga menghadapi tantangan seperti peluasan pasar, perubahan regulasi dan persaingan yang semakin ketat.
Strategi pemberdayaan melibatkan peningkatan fasilitas,pelayanan dan promosi serta pelatihan melalui media digital.
Keberlanjutan diintegrasikan dalam manajemen untuk melibatkan komunitas lokal dan peningkatan SDM.
Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mencintai produk lokal dan menggunakan produk lokal sehingga produk lokal dapat bersaing dengan produk luar, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kolaborasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mendukung pemberdayaan ini.
Dengan pendekatan holistic, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan aspek – aspek ekonomi,sosial,dan lingkungan dalam upaya pemberdayaan UMKM.
Kata Kunci: Usah mikro,Kecil dan Menengah,Strategi Pemberdayaan,Potensi Daerah, SWOT.
Related Results
MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
MANAJEMEN KINERJA KOPERASI MITRA PERKEBUNAN (Studi Kasus Koperasi Batangan Babatn, Kamasa Alur Sakadi dan Batukng Basule)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen kinerja koperasi mitra perkebunan. Bentuk penelitian ini adalah menggunakan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan data ...
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Pendaftaran Merek Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Pada UMKM
Currently, UMKM play an important role in helping the country's economy, because it is very important to register trademarks on UMKM, so that UMKM brands can get legal protection. ...
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BERBASIS EKONOMI KREATIF DI KOPERASI GERAI LENGKONG TANGERANG SELATAN
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BERBASIS EKONOMI KREATIF DI KOPERASI GERAI LENGKONG TANGERANG SELATAN
Koperasi Gerai Lengkong Tangerang Selatan memiliki potensi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis ekonomi kreatif yang perlu untuk di kembangkan, mulai dari has...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENYUSUNAN DESAIN PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS USAHA SKALA MIKRO
PENYUSUNAN DESAIN PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS USAHA SKALA MIKRO
Keberadaan Koperasi dan UMKM selama ini mampu menjadi sumber nafkah masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja meskipun memiliki kontribusi nilai tambah yang relatif lebih kecil d...
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
KEWIRAUSAHAAN KOPERASI
Salah satu puncak pengakuan atas eksistensi koperasi di Indonesia semakin nyata saat terbentuknya Kabinet Pembangunan VII pada 1998, di mana telah terjadi penyempurnaan nama Depart...
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
Tujuan Peneli dalam penelitian ini adalah untuk menemukan model pemberdayaanlembaga koperasi yang ada di lokasi penelitian, dengan menggunakan metode deskriptifdan analisis dengan ...
Pengembangan Koperasi sebagai Model Bisnis untuk Pemberdayaan UMKM
Pengembangan Koperasi sebagai Model Bisnis untuk Pemberdayaan UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan koperasi sebagai model bisnis untuk pemberdayaan UMKM. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan mengg...

