Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Media Sosial Sebagai Ruang Ekspresi Diri

View through CrossRef
Abstract. Social media, especially Twitter or X, is now used as a space for self-expression for introverted adolescents to convey feelings and get emotional support. This study aims to 1) Understand how they interpret the role of Twitter or X as a space for self-expression in helping to get emotional support. 2) Identify the main motives that drive them to choose Twitter or X as a medium to seek emotional support and a space for self-expression. 3) Explore their experiences in using Twitter or X as a platform to get emotional support through virtual interaction. This study uses a qualitative method with a constructivism paradigm and a phenomenological approach. The subjects of this study are introverted adolescents who use social media X as a space for self-expression to convey their feelings. In the research results, introverted teenagers interpreted their experience of expressing themselves on X as emotional fulfillment, comfort of self-expression, and a suitable medium to be used as a space for introverts to express themselves. The motives that drive introverted teenagers are the use of anonymous accounts on their respective X social media accounts. In addition, there is self-control in limiting online friendships and content uploads. Their experience as introverted teenagers in interacting is that the communication is carried out in 2 directions where they often get feedback from other users. There is content that is usually uploaded, namely short tweets and threads. The changes in communication experienced are feeling comfortable, increasing environmental sensitivity, changes in the arrangement of written communication, and adding new vocabulary. Abstrak. Media sosial, khususnya Twitter atau X, kini digunakan sebagai ruang ekspresi diri bagi remaja introvert untuk menyampaikan perasaan dan mendapatkan dukungan emosional. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk memahami bagaimana mereka memaknai peran Twitter atau X sebagai ruang ekspresi diri dalam membantu mendapatkan dukungan emosional. 2) Untuk mengidentifikasi bagaimana motif-motif utama yang mendorong mereka memilih Twitter atau X sebagai media untuk mencari dukungan emosional dan ruang ekspresi diri. 3) Untuk mengeksplorasi pengalaman mereka dalam memanfaatkan Twitter atau X sebagai platform untuk mendapatkan dukungan emosional melalui interaksi secara virtual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan fenomenologi. Adapun subjek penelitian ini yaitu remaja introvert yang menggunakan media sosial X sebagai ruang ekspresi diri untuk menyampaikan perasaannya. Pada hasil penelitian remaja introvert memaknai pengalamannya berekspresi diri di X sebagai pemenuhan emosional, kenyamanan ekspresi diri, dan media yang cocok untuk dijadikan ruang ekspresi bagi introvert. Adapun motif yang mendorong remaja introvert yakni penggunaan akun anonim pada akun sosial media X mereka masing-masing. Selain itu, adanya kontrol diri dalam membatasi pertemanan dunia maya serta unggahan konten. Pengalaman mereka sebagai remaja introvert dalam berinteraksi yaitu komunikasi yang dilakukan berupa 2 arah dimana mereka sering mendapatkan umpan balik dari pengguna lain. Terdapat konten yang biasa diunggah yakni cuitan singkat dan thread. Perubahan komunikasi yang dialami adalah merasakan kenyamanan, menambah kepekaan lingkungan, perubahan penyusunan komunikasi tulisan, dan penambahan kosakata baru.
Title: Media Sosial Sebagai Ruang Ekspresi Diri
Description:
Abstract.
Social media, especially Twitter or X, is now used as a space for self-expression for introverted adolescents to convey feelings and get emotional support.
This study aims to 1) Understand how they interpret the role of Twitter or X as a space for self-expression in helping to get emotional support.
2) Identify the main motives that drive them to choose Twitter or X as a medium to seek emotional support and a space for self-expression.
3) Explore their experiences in using Twitter or X as a platform to get emotional support through virtual interaction.
This study uses a qualitative method with a constructivism paradigm and a phenomenological approach.
The subjects of this study are introverted adolescents who use social media X as a space for self-expression to convey their feelings.
In the research results, introverted teenagers interpreted their experience of expressing themselves on X as emotional fulfillment, comfort of self-expression, and a suitable medium to be used as a space for introverts to express themselves.
The motives that drive introverted teenagers are the use of anonymous accounts on their respective X social media accounts.
In addition, there is self-control in limiting online friendships and content uploads.
Their experience as introverted teenagers in interacting is that the communication is carried out in 2 directions where they often get feedback from other users.
There is content that is usually uploaded, namely short tweets and threads.
The changes in communication experienced are feeling comfortable, increasing environmental sensitivity, changes in the arrangement of written communication, and adding new vocabulary.
Abstrak.
Media sosial, khususnya Twitter atau X, kini digunakan sebagai ruang ekspresi diri bagi remaja introvert untuk menyampaikan perasaan dan mendapatkan dukungan emosional.
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk memahami bagaimana mereka memaknai peran Twitter atau X sebagai ruang ekspresi diri dalam membantu mendapatkan dukungan emosional.
2) Untuk mengidentifikasi bagaimana motif-motif utama yang mendorong mereka memilih Twitter atau X sebagai media untuk mencari dukungan emosional dan ruang ekspresi diri.
3) Untuk mengeksplorasi pengalaman mereka dalam memanfaatkan Twitter atau X sebagai platform untuk mendapatkan dukungan emosional melalui interaksi secara virtual.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan fenomenologi.
Adapun subjek penelitian ini yaitu remaja introvert yang menggunakan media sosial X sebagai ruang ekspresi diri untuk menyampaikan perasaannya.
Pada hasil penelitian remaja introvert memaknai pengalamannya berekspresi diri di X sebagai pemenuhan emosional, kenyamanan ekspresi diri, dan media yang cocok untuk dijadikan ruang ekspresi bagi introvert.
Adapun motif yang mendorong remaja introvert yakni penggunaan akun anonim pada akun sosial media X mereka masing-masing.
Selain itu, adanya kontrol diri dalam membatasi pertemanan dunia maya serta unggahan konten.
Pengalaman mereka sebagai remaja introvert dalam berinteraksi yaitu komunikasi yang dilakukan berupa 2 arah dimana mereka sering mendapatkan umpan balik dari pengguna lain.
Terdapat konten yang biasa diunggah yakni cuitan singkat dan thread.
Perubahan komunikasi yang dialami adalah merasakan kenyamanan, menambah kepekaan lingkungan, perubahan penyusunan komunikasi tulisan, dan penambahan kosakata baru.

Related Results

Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
PENGALAMAN LESBIAN DALAM RUANG-RUANG KOMUNIKASI
Ruang-ruang komunikasi seperti mengenali diri, mengenal satu sama lain, berbagi cerita bahkan mendapatkan pasangan dirasa sangat terbatas bagi perempuan lesbian, ada ruang kebisuan...
Konsep Invasi Ruang Eventual: Fleksibilitas Penggunaan Ruang pada Perancangan Rusunawa
Konsep Invasi Ruang Eventual: Fleksibilitas Penggunaan Ruang pada Perancangan Rusunawa
Invasi spasial merupakan ekspresi subyektif dari masyarakat berpenghasilan rendah di daerah bantaran sungai. Kebiasaan atau gaya hidup ini merupakan salah satu ekspresi masyarakat ...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Aktualisasi Diri Di Media Sosial Tiktok Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Aktualisasi Diri Di Media Sosial Tiktok Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam komunikasi antarpribadi, karena pengakuan dan penghargaan dalam berinteraksi hanya dapat tercapai ketika individu memiliki keyakinan ...
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi perawatan diri diabetes. Salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perawatan di...
Perubahan Makna Ruang Publik di Kawasan Wisata Kota Lama Surabaya
Perubahan Makna Ruang Publik di Kawasan Wisata Kota Lama Surabaya
Transformasi ruang publik di kawasan wisata heritage kerap menekankan estetika dan ekonomi, namun seringkali mengabaikan makna sosial ruang bagi masyarakat lokal. Hal ini menimbulk...

Back to Top