Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG
View through CrossRef
Prevensi stunting di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yaitu 5.8% pada tahun 2018, ASI Esklusif sebanyak 51.0 % dan MP-ASI sebanyak 66.7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi atau seluruh balita di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yaitu sebagian balita yang ada di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang dengan metode pengambilan sampel yaitu dengan teknik random sampling dengan jumlah 96 sampel. Hasil penelitian diperoleh jumlah stunting 39.6%, sehingga ada pengaruh BBLR ( p=0.887) dengan kejadian stunting, dan tidak ada pengaruh ASI Esklusif dengan (p=0.277), MP-ASI (p=0.887), pendidikan ibu (p=0.547), pengetahuan ibu (p=0.883) dan atatus ekonomi (p=0.947) dengan kejadian stunting di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Disarankan kepada ibu untuk memenuhi zat gizi 1000 hari pertama kehidupan anak
Universitas Muhammadiyah Parepare
Title: ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG
Description:
Prevensi stunting di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yaitu 5.
8% pada tahun 2018, ASI Esklusif sebanyak 51.
0 % dan MP-ASI sebanyak 66.
7%.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.
Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.
Populasi atau seluruh balita di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yaitu sebagian balita yang ada di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang dengan metode pengambilan sampel yaitu dengan teknik random sampling dengan jumlah 96 sampel.
Hasil penelitian diperoleh jumlah stunting 39.
6%, sehingga ada pengaruh BBLR ( p=0.
887) dengan kejadian stunting, dan tidak ada pengaruh ASI Esklusif dengan (p=0.
277), MP-ASI (p=0.
887), pendidikan ibu (p=0.
547), pengetahuan ibu (p=0.
883) dan atatus ekonomi (p=0.
947) dengan kejadian stunting di Kawasan Pesisir Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.
Disarankan kepada ibu untuk memenuhi zat gizi 1000 hari pertama kehidupan anak.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
Hubungan Berat Badan Lahir, Riwayat Asi Ekslusif Dan Riwayat Imunisasi Dengan Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
ABSTRACT Stunting is a condition of failure to thrive in children under five (infants under five years). In Indonesia, based on the results of Riskesdas in 2013 there were 37.2% of...
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
ABSTRACT Stunting is the nutritional status of toddlers based on the height index for age. The maximum stunting standard according to World Health Organization (WHO) is 20% or one-...
Gambaran Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
Gambaran Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Gampong Meunasah Intan Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar
ABSTRACT Stunting (short) is chronic malnutrition which is characterized by a difference in the height of children who are shorter compared to children his age, this is a failure i...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Kota Kendari
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Kota Kendari
Abstrak
Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI), menunjukkan kejadian stunting pada tahun 2021 mencapai 24,4% , tahun 2022 menjadi 21,6%. Kemudian target pada tahun 2023 yaitu d...

