Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TARI LARASATI SEBAGAI PEMBELAJARAN TARI ANAK

View through CrossRef
Pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang sesuai. Adanya pembelajaran tari akan menghasilkan manfaat bagi peserta didik terutama jika materi dalam pembelajaran tersebut disesuaikan dengan usia yang dimiliki peserta didik. Seperti Tari Larasati yang diciptakan oleh Studio tari Indra yang diciptakan khusus untuk usia anak-anak. Karakter yang dimiliki oleh anak-anak sangatlah berbeda-beda sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dan tepat bagi peserta didik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk koreografi, bagaimana proses pembelajaran bagi anak usia 6-12 tahun dan hasil dari pembelajaran Tari Larasati di Sanggar Studio Tari Indra. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan beberapa data dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi pada saat proses penelitian. Berdasarkan hasil penelitian di Sanggar Studio Tari Indra, Koreografi yang diciptakan sangat sesuai dengan anak  usia 6-12 tahun bentuk serta pola yang dibuat dapat dikatakan mudah dan berulang-ulang dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill dan metode peniruan sehingga dengan adanya metode yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Hasil akhir pada proses pembelajaran tari memberikan peserta didik memahami aspek-aspek tari wiraga,wirasa dan wirahma. Dalam pembelajaran tari juga memiliki manfaat untuk para peserta didik dalam segi perkembangan motorik dan psikologis emosional peserta didik, dimana peserta didik mampu menahan, mengontrol, menjaga emosi dalam melakukan teknik gerak dari tiap pertemuan yang dilakukan serta dalam pembelajaran Tari Larasati jika dilihat dari segi tekstual maka gerak yang diciptakan sangat dapat dipahami, koreografi yang berulang-ulang, tempo yang mengalun, pola lantai yang simetris sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami materi pembelajaran. Secara Non kontekstual dalam mempelajari tari  dapat memberikan peserta didik terhadap rasa kepekaan yang tinggi, melestarikan tarian budaya Sunda, cinta akan budaya.
Title: TARI LARASATI SEBAGAI PEMBELAJARAN TARI ANAK
Description:
Pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang sesuai.
Adanya pembelajaran tari akan menghasilkan manfaat bagi peserta didik terutama jika materi dalam pembelajaran tersebut disesuaikan dengan usia yang dimiliki peserta didik.
Seperti Tari Larasati yang diciptakan oleh Studio tari Indra yang diciptakan khusus untuk usia anak-anak.
Karakter yang dimiliki oleh anak-anak sangatlah berbeda-beda sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dan tepat bagi peserta didik.
Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk koreografi, bagaimana proses pembelajaran bagi anak usia 6-12 tahun dan hasil dari pembelajaran Tari Larasati di Sanggar Studio Tari Indra.
Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan beberapa data dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi pada saat proses penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian di Sanggar Studio Tari Indra, Koreografi yang diciptakan sangat sesuai dengan anak  usia 6-12 tahun bentuk serta pola yang dibuat dapat dikatakan mudah dan berulang-ulang dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill dan metode peniruan sehingga dengan adanya metode yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik.
Hasil akhir pada proses pembelajaran tari memberikan peserta didik memahami aspek-aspek tari wiraga,wirasa dan wirahma.
Dalam pembelajaran tari juga memiliki manfaat untuk para peserta didik dalam segi perkembangan motorik dan psikologis emosional peserta didik, dimana peserta didik mampu menahan, mengontrol, menjaga emosi dalam melakukan teknik gerak dari tiap pertemuan yang dilakukan serta dalam pembelajaran Tari Larasati jika dilihat dari segi tekstual maka gerak yang diciptakan sangat dapat dipahami, koreografi yang berulang-ulang, tempo yang mengalun, pola lantai yang simetris sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami materi pembelajaran.
Secara Non kontekstual dalam mempelajari tari  dapat memberikan peserta didik terhadap rasa kepekaan yang tinggi, melestarikan tarian budaya Sunda, cinta akan budaya.

Related Results

Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pendidikan seni ialah pendidikan yang memberikan wadah bagi anak untuk mengapresiasi diri sendiri dan lingkungan. Apresiasi akan timbul apabila pembelajaran dilaksanakan dengan bai...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN SMLB NEGERI PEMBINA KUPANG (Sebuah Kajian Psikolinguistik)
Kajian ini difokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Indonesia pada anak tunawicara ringan di SMLB negeri Pembina Kupang sebagai lokasi utama. Sasaran pengkajiannya mencakup cara b...

Back to Top