Javascript must be enabled to continue!
MANAJEMEN SYARIAH DALAM PRAKTEK PENGUPAHAN KARYAWAN PERUSAHAAN SYARIAH
View through CrossRef
Manajemen Syari’ah dalam Praktek Pengupahan Karyawan Perusahaan Syari’ah (Studi Kasus PT. Asuransi Takaful Umum). Manajemen Syari’ah yaitu sebuah manajemen yang berbasis pada ketentuan-ketentuan Allah Ta’ala. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membentuk pengupahan karyawan dengan manajemen syari’ah yang mampu mendukung strategi PT. Asuransi Takaful Umum dalam pencapaian sasaran yang dicanangkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, melalui studi kepustakaan (Library Research) dan pengamatan.
Hasil observasi tentang pengupahan karyawan di PT Asuransi Takaful Umum menunjukkan bahwa program pengupahan yang dijalankan perusahaan adalah program pengupahan yang ditetapkan berdasarkan perjanjian bersama antara perusahaan dan karyawan dengan mengacu kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Manajemen syari’ah sudah diterapkan dalam praktek pengupahan di PT ATU. Hal ini terbukti dengan telah dijalankannya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan kesepakatan perjanjian antara manajemen perusahaan dan karyawan dengan landasan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Hukum upah bagi karyawan dalam pandangan Islam adalah menyelamatkan kepentingan kedua belah pihak antara perusahaan dan karyawan, antara majikan dan pekerja. Upah ditetapkan dengan cara tidak saling menindas, tetapi saling bersikap jujur dan adil antara perusahaan dan karyawan. Setiap karyawan akan mendapatkan imbalan sesuai dengan apa yang dikerjakannya dalam proses produksi. Demikian pula dengan karyawan Takaful, jika produktif maka dia akan mendapatkan upah sebagai imbalan sesuai dengan prduktifitasnya. Kesesuaian manajemen syari’ah dalam pemberian upah kepada karyawan PT ATU terlihat jelas dari jenis-jenis upah yang diberikan seperti upah lembur bila melewati jam kerja, adanya tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan makan, dll. Kesemua jenis upah tersebut sesuai dengan ajaran Islam dalam penetapannya. Dalam prakteknya di PT ATU pada komponen upah masih belum terdapat tunjangan pendidikan, tunjangan perumahan dan tunjangan keahlian.
Title: MANAJEMEN SYARIAH DALAM PRAKTEK PENGUPAHAN KARYAWAN PERUSAHAAN SYARIAH
Description:
Manajemen Syari’ah dalam Praktek Pengupahan Karyawan Perusahaan Syari’ah (Studi Kasus PT.
Asuransi Takaful Umum).
Manajemen Syari’ah yaitu sebuah manajemen yang berbasis pada ketentuan-ketentuan Allah Ta’ala.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membentuk pengupahan karyawan dengan manajemen syari’ah yang mampu mendukung strategi PT.
Asuransi Takaful Umum dalam pencapaian sasaran yang dicanangkan.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, melalui studi kepustakaan (Library Research) dan pengamatan.
Hasil observasi tentang pengupahan karyawan di PT Asuransi Takaful Umum menunjukkan bahwa program pengupahan yang dijalankan perusahaan adalah program pengupahan yang ditetapkan berdasarkan perjanjian bersama antara perusahaan dan karyawan dengan mengacu kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi.
Manajemen syari’ah sudah diterapkan dalam praktek pengupahan di PT ATU.
Hal ini terbukti dengan telah dijalankannya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan kesepakatan perjanjian antara manajemen perusahaan dan karyawan dengan landasan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Hukum upah bagi karyawan dalam pandangan Islam adalah menyelamatkan kepentingan kedua belah pihak antara perusahaan dan karyawan, antara majikan dan pekerja.
Upah ditetapkan dengan cara tidak saling menindas, tetapi saling bersikap jujur dan adil antara perusahaan dan karyawan.
Setiap karyawan akan mendapatkan imbalan sesuai dengan apa yang dikerjakannya dalam proses produksi.
Demikian pula dengan karyawan Takaful, jika produktif maka dia akan mendapatkan upah sebagai imbalan sesuai dengan prduktifitasnya.
Kesesuaian manajemen syari’ah dalam pemberian upah kepada karyawan PT ATU terlihat jelas dari jenis-jenis upah yang diberikan seperti upah lembur bila melewati jam kerja, adanya tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan makan, dll.
Kesemua jenis upah tersebut sesuai dengan ajaran Islam dalam penetapannya.
Dalam prakteknya di PT ATU pada komponen upah masih belum terdapat tunjangan pendidikan, tunjangan perumahan dan tunjangan keahlian.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Penentuan Upah Minimum Sebelum Dan Sesudah Lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan
Penentuan Upah Minimum Sebelum Dan Sesudah Lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan
AbstrakPeraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan merupakan salah satu poin peket kebijakan perekonomian pemerintah, agar iklim investasi negara menjadi lebih komp...
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengupahan (ujrah) pada pengurus masjid di Kabupaten Kubu Raya dan menilai apakah mekanisme pengupahan (ujrah) pada peng...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...
REKONSTRUKSI KEBUTUHAN HIDUP LAYAK (KHL) MELALUI KOPERASI KARYAWAN DALAM KAJIAN UNDANG UNDANG NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
REKONSTRUKSI KEBUTUHAN HIDUP LAYAK (KHL) MELALUI KOPERASI KARYAWAN DALAM KAJIAN UNDANG UNDANG NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
ABSTRAK Pemerintah telah mengatur setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 88 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003), hal i...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT
Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
Pengamatan awal menunjukan bahwa efektivitas kerja karyawan CV. Anyar Putra Ciamis belum optimal, indikator yang terlihat meliputi ; masih adanya karyawan yang belum mempunyai k...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one ...

