Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMANFAATAN TUMBUHAN BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT DI DESA DALAM KECAMATAN SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU

View through CrossRef
The utilization of plants as food continues to grow and increase with research related to the identification and utilization of plants that have potential as food. The purpose of this research is to record what types of plants are used as food ingredients by the people of Desa Dalam and classify how to use and process food plants as food ingredients by the people of Desa Dalam. The research was conducted in Dalam Village for 1 month effectively in the field. The method used was survey and observation with direct interview techniques. Techniques using purprosive sampling. Based on the results of the study, 36 plants were recorded as food ingredients utilized by the community, with 24 families identified and the dominating family was Anacardiaceae. Based on habitus, trees are the most commonly found habitus, which is as many as 18 species (50%). Based on the plant part used is the fruit part, which is 24 species (66.67%). Based on the most widely used food group is vitamins, namely as many as 16 types (44.44%). Based on the way of processing direct consumption is the most common way found, namely as many as 21 types (58.33%). And based on the status of the place of growth, plants that grow wildly and can be cultivated are most commonly found as many as 21 species (58.33%). The highest use value is water spinach (0.45) and the lowest is pineapple (0.20).Keywords: Food Plants, Plant Utilization, Way of UtilizationAbstrakPemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan terus berkembang dan meningkat dengan adanya penelitian terkait identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mendata jenis-jenis tumbuhan apa saja yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Dalam dan mengelompokkan cara pemanfaatan serta pengolahan tumbuhan pangan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Dalam. Penelitian dilaksanakan di Desa Dalam selama 1 bulan efektif dilapangan. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi dengan teknik wawancara langsung. Teknik dengan menggunakan purprosive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 36 tumbuhan yang tercatat sebagai bahan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan 24 famili teridentifikasi dan famili yang mendominasi adalah Anacardiaceae. Berdasarkan habitus, pohon merupakan habitus yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 18 jenis (50%). Berdasarkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian buah, yaitu sebanyak 24 jenis (66,67%). Berdasarkan kelompok pangan yang paling banyak digunakan adalah vitamin, yaitu sebanyak 16 jenis (44,44%). Berdasarkan cara pengolahan konsumsi langsung merupakan cara paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 21 jenis (58,33%). Dan berdasarkan status tempat tumbuh, tumbuhan yang tumbuh secara liar dan dapat dibudidayakan  paling banyak ditemukan sebanyak 21 jenis (58,33%). Hasil nilai guna tertinggi yaitu kangkung (0,45) dan terendah yaitu nanas (0,20). Kata kunci: Tumbuhan Pangan, Cara Pemanfaatan, Pemanfaatan Tumbuhan 
Title: PEMANFAATAN TUMBUHAN BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT DI DESA DALAM KECAMATAN SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU
Description:
The utilization of plants as food continues to grow and increase with research related to the identification and utilization of plants that have potential as food.
The purpose of this research is to record what types of plants are used as food ingredients by the people of Desa Dalam and classify how to use and process food plants as food ingredients by the people of Desa Dalam.
The research was conducted in Dalam Village for 1 month effectively in the field.
The method used was survey and observation with direct interview techniques.
Techniques using purprosive sampling.
Based on the results of the study, 36 plants were recorded as food ingredients utilized by the community, with 24 families identified and the dominating family was Anacardiaceae.
Based on habitus, trees are the most commonly found habitus, which is as many as 18 species (50%).
Based on the plant part used is the fruit part, which is 24 species (66.
67%).
Based on the most widely used food group is vitamins, namely as many as 16 types (44.
44%).
Based on the way of processing direct consumption is the most common way found, namely as many as 21 types (58.
33%).
And based on the status of the place of growth, plants that grow wildly and can be cultivated are most commonly found as many as 21 species (58.
33%).
The highest use value is water spinach (0.
45) and the lowest is pineapple (0.
20).
Keywords: Food Plants, Plant Utilization, Way of UtilizationAbstrakPemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan terus berkembang dan meningkat dengan adanya penelitian terkait identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan pangan.
Tujuan penelitian ini untuk mendata jenis-jenis tumbuhan apa saja yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Dalam dan mengelompokkan cara pemanfaatan serta pengolahan tumbuhan pangan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Dalam.
Penelitian dilaksanakan di Desa Dalam selama 1 bulan efektif dilapangan.
Metode yang digunakan adalah survei dan observasi dengan teknik wawancara langsung.
Teknik dengan menggunakan purprosive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 36 tumbuhan yang tercatat sebagai bahan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan 24 famili teridentifikasi dan famili yang mendominasi adalah Anacardiaceae.
Berdasarkan habitus, pohon merupakan habitus yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 18 jenis (50%).
Berdasarkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian buah, yaitu sebanyak 24 jenis (66,67%).
Berdasarkan kelompok pangan yang paling banyak digunakan adalah vitamin, yaitu sebanyak 16 jenis (44,44%).
Berdasarkan cara pengolahan konsumsi langsung merupakan cara paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 21 jenis (58,33%).
Dan berdasarkan status tempat tumbuh, tumbuhan yang tumbuh secara liar dan dapat dibudidayakan  paling banyak ditemukan sebanyak 21 jenis (58,33%).
Hasil nilai guna tertinggi yaitu kangkung (0,45) dan terendah yaitu nanas (0,20).
Kata kunci: Tumbuhan Pangan, Cara Pemanfaatan, Pemanfaatan Tumbuhan .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KAPUAS HULU (SWEARING IN MALAY LANGUAGE OF SELIMBAU KAPUAS HULU DIALECT)
MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KAPUAS HULU (SWEARING IN MALAY LANGUAGE OF SELIMBAU KAPUAS HULU DIALECT)
Fenomena makian di setiap daerah merupakan hal tabu. Makian di setiap daerah memiliki keunikan dan kecirikhasan tersendiri. Ungkapan makian merupakan bentuk pelampiasan perasaan ya...
PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN DAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI DUKUH TAWANG, DESA SRITI, KECAMATAN SAWOO, KABUPATEN PONOROGO
PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN DAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI DUKUH TAWANG, DESA SRITI, KECAMATAN SAWOO, KABUPATEN PONOROGO
Masyarakat kampung adalah aspek yang harus diamati dalam ketahanan pangan dan obat. Saat ini penelitian tentang pemanfaatan tumbuhan pangan dan obat cenderung dilakukan di lokasi y...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan
Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan
Tumbuhan obat adalah pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, baik tumbuhan yang dibudidayakan atapun tumbuhan liar. Informasi tanaman obat di Desa Sabah Balau, ...
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
Boxing is a sport and a martial art that features two participants of similar weight competing with each other by using their fists in a series of one or three minute intervals cal...
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWAKELAS IV SDN 09 BILAH HULU DESA N-3 AEK NABARAKEC. BILAH HULU KAB. LABUHANBATU
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWAKELAS IV SDN 09 BILAH HULU DESA N-3 AEK NABARAKEC. BILAH HULU KAB. LABUHANBATU
Masalah pokok penelitian ini adalah sejauh mana peran dan pengaruh guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN 09 Bilah Hulu Desa N- 3 Aek Nabara Kab. Labuhan Batu....

Back to Top