Javascript must be enabled to continue!
MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KAPUAS HULU (SWEARING IN MALAY LANGUAGE OF SELIMBAU KAPUAS HULU DIALECT)
View through CrossRef
Fenomena makian di setiap daerah merupakan hal tabu. Makian di setiap daerah memiliki keunikan dan kecirikhasan tersendiri. Ungkapan makian merupakan bentuk pelampiasan perasaan yang terpendam dalam hati karena situasi yang tidak menyenangkan. Bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu juga memiliki ung-kapan makian yang unik dan berciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu dan mendeskripsikan referensi makian. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Tahap penelitian meliputi (1) penyediaan data; (2) penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Data diperoleh melalui teknik pustaka dan wawancara langsung dengan teknik libat cakap catat. Data diklasifikasikan berdasarkan permasalahan yang ada. Data diperoleh dari beberapa informan bahasa Melayu dialek Selimbau, Kapuas Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu adalah makian berbentuk kata (kata dasar dan kata jadian), frasa, dan klausa. Referensi makian yang ditemukan mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi.The phenomenon of swearing in each region is taboo, in fact swearing in each region has its own uniqueness and characteristic. Swearing expression is a form of impingement that is hidden in the heart because of an unpleasant situation. The Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu also has a unique and distinctive swearing expression. The objective of the study is to describe the form and reference of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect swearing. The method in this research is descriptive qualitative method. The research process covers (1) data collection; (2) data analysis, and (3) data presentation of data analysis result. Data are obtained through library technique and direct interview with participation and noting technique. Data are recorded and classified based on existing problems. The data are obtained from several Malay language informants in Selimbau dialect, Kapuas Hulu. The result shows that the swearing form of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect is word (base word and derivative word), phrase, and clause. Swearing references found in the data refer to state, animal, spirit, body part, kinship, activity, and profession.
Title: MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KAPUAS HULU (SWEARING IN MALAY LANGUAGE OF SELIMBAU KAPUAS HULU DIALECT)
Description:
Fenomena makian di setiap daerah merupakan hal tabu.
Makian di setiap daerah memiliki keunikan dan kecirikhasan tersendiri.
Ungkapan makian merupakan bentuk pelampiasan perasaan yang terpendam dalam hati karena situasi yang tidak menyenangkan.
Bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu juga memiliki ung-kapan makian yang unik dan berciri khas tersendiri.
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu dan mendeskripsikan referensi makian.
Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif.
Tahap penelitian meliputi (1) penyediaan data; (2) penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data.
Data diperoleh melalui teknik pustaka dan wawancara langsung dengan teknik libat cakap catat.
Data diklasifikasikan berdasarkan permasalahan yang ada.
Data diperoleh dari beberapa informan bahasa Melayu dialek Selimbau, Kapuas Hulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu adalah makian berbentuk kata (kata dasar dan kata jadian), frasa, dan klausa.
Referensi makian yang ditemukan mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi.
The phenomenon of swearing in each region is taboo, in fact swearing in each region has its own uniqueness and characteristic.
Swearing expression is a form of impingement that is hidden in the heart because of an unpleasant situation.
The Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu also has a unique and distinctive swearing expression.
The objective of the study is to describe the form and reference of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect swearing.
The method in this research is descriptive qualitative method.
The research process covers (1) data collection; (2) data analysis, and (3) data presentation of data analysis result.
Data are obtained through library technique and direct interview with participation and noting technique.
Data are recorded and classified based on existing problems.
The data are obtained from several Malay language informants in Selimbau dialect, Kapuas Hulu.
The result shows that the swearing form of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect is word (base word and derivative word), phrase, and clause.
Swearing references found in the data refer to state, animal, spirit, body part, kinship, activity, and profession.
Related Results
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
<p><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-langua...
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
ANALISIS PERBANDINGAN DUA RAGAM DIALEK JAKUN DI JOHOR
ANALISIS PERBANDINGAN DUA RAGAM DIALEK JAKUN DI JOHOR
Kajian ini melibatkan Orang Asli Jakun yang tinggal dinegeri Johor. Objekti kajian ini adalah; (1) menamakan nama bagi dua buah dialek Jakun di Johor, (2) menyenaraikan inventori f...
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
Budaya sering kali dipersembahkan secara tidak seimbang dan tidak lengkap dalam pengajaran bahasa terutamanya bahasa asing. Oleh itu, Kajian ini dijalankan untuk meneroka represent...
Domain dan Pemilihan Bahasa Generasi Muda Murut di Daerah Keningau, Sabah (The Domains and Language Choice Among the Young Murut Generation in Keningau District, Sabah)
Domain dan Pemilihan Bahasa Generasi Muda Murut di Daerah Keningau, Sabah (The Domains and Language Choice Among the Young Murut Generation in Keningau District, Sabah)
Masyarakat Murut di Keningau merupakan salah satu etnik di Pedalaman Sabah. Dalam beberapa kajian lepas, banyak bahasa etnik di Sabah dilaporkan berdepan dengan isu keterancaman ba...
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan dialek dalam bentuk Bahasa percakapan yang ada di dalam film Im’Perfect karya Meisa Anastasya. Penggunaan Bahasa dialek dalam film i...
ETIMOLOGI KATA PINJAMAN SANSKRIT TERPILIH DALAM BAHASA MELAYU
ETIMOLOGI KATA PINJAMAN SANSKRIT TERPILIH DALAM BAHASA MELAYU
Abstract This study aims to identify Sanskrit loanwords in the Malay language and discuss the changes from an etymological standpoint. The changes discussed include two salient ele...
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...

