Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Live In and Field Research Desa Bontomanai

View through CrossRef
Bonto Manai adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Bonto Manai berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Desa Bonto Manai memiliki luas wilayah 3955,5 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 1.588 jiwa. Persentase luas Kecamatan Tompobulu terhadap Kabupaten Maros yakni sekitar 17,77%. Survey RT yang dilakukan menunjukkan jumlah RT yang telah didata sebanyak 14 (Empat Belas) RT dan sebanyak 5 (Lima) dusun, yang terdiri dari data diskripsi lokasi, pengurus RT/RW, lembaga ekonomi, industri, sarana ekonomi, fasilitas ekonomi, infrastruktur, lingkungan, bencana, mitigasi bencana, sarana pendidikan, kesehatan, kejadian luar biasa, agama/sosial budaya, Lembaga keagamaan, Lembaga kemasyarakatan, keamanan, tindak kejahatan dan kegiatan warga.Survey Keluarga yang telah didata sebanyak 430 Kepala Keluarga, yang terdiri dari data diskripsi lokasi, akses pendidikan, akses kesehatan, akses tenaga kesehatan, akses sarana prasarana, dan lain-lain secara by name by address (BNBA). Survey Individu yang telah didata sebanyak 1.506 jiwa yang teridir dari data individu, pekerjaan, penghasilan, kesehatan, disabilitas, dan pendidikan secara by name by address (BNBA).
Title: Live In and Field Research Desa Bontomanai
Description:
Bonto Manai adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Desa Bonto Manai berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada.
Desa Bonto Manai memiliki luas wilayah 3955,5 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 1.
588 jiwa.
Persentase luas Kecamatan Tompobulu terhadap Kabupaten Maros yakni sekitar 17,77%.
Survey RT yang dilakukan menunjukkan jumlah RT yang telah didata sebanyak 14 (Empat Belas) RT dan sebanyak 5 (Lima) dusun, yang terdiri dari data diskripsi lokasi, pengurus RT/RW, lembaga ekonomi, industri, sarana ekonomi, fasilitas ekonomi, infrastruktur, lingkungan, bencana, mitigasi bencana, sarana pendidikan, kesehatan, kejadian luar biasa, agama/sosial budaya, Lembaga keagamaan, Lembaga kemasyarakatan, keamanan, tindak kejahatan dan kegiatan warga.
Survey Keluarga yang telah didata sebanyak 430 Kepala Keluarga, yang terdiri dari data diskripsi lokasi, akses pendidikan, akses kesehatan, akses tenaga kesehatan, akses sarana prasarana, dan lain-lain secara by name by address (BNBA).
Survey Individu yang telah didata sebanyak 1.
506 jiwa yang teridir dari data individu, pekerjaan, penghasilan, kesehatan, disabilitas, dan pendidikan secara by name by address (BNBA).

Related Results

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasilbelajar matematika peserta didik kelas V SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Jenis ...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...

Back to Top