Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Komunikasi Tokoh Politik dan Kesadaran Berpolitik Generasi Z

View through CrossRef
This research explores the political awareness of the youth in DKI Jakarta, focusing on the impact of exposure to corruption news on their political perceptions. The younger generation tends to rely on social media platforms, such as Instagram and TikTok, as their primary sources of political information. Regular exposure to corruption news leads to negative perceptions of politics and a decline in trust in government institutions. Politicians perceived rigid and sensitive political communication also contributes to the youth's apathy towards politics. Despite being seen as a breath of fresh air, concerns exist regarding the lack of experience and adequate representation among the younger generation. Political participation varies, with some participants engaging only formally. There is also a debate regarding priorities between political awareness and political participation. In conclusion, the political awareness of the youth is susceptible to being low due to exposure to corruption news, impacting their political participation. Improved political communication and adequate representation are necessary to encourage active involvement of the younger generation in politics. Penelitian ini mengeksplorasi kesadaran berpolitik generasi muda di DKI Jakarta, di tengah paparan berita korupsi, khususnya terkait persepsi politik mereka. Generasi muda cenderung mengandalkan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, sebagai sumber utama informasi politik. Paparan berita korupsi secara rutin menyebabkan persepsi negatif terhadap politik dan penurunan kepercayaan pada lembaga pemerintahan. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Massa, Teori Kultivasi dan Teori Komunikasi Politik, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Didapatkan hasil bahwa komunikasi politik yang dianggap kaku dan sensitif oleh tokoh politik juga berkontribusi pada apatis generasi muda terhadap politik. Meskipun generasi muda dianggap membawa angin segar, ada kekhawatiran terkait pengalaman dan representasi yang kurang. Partisipasi politik bervariasi, dengan beberapa informan hanya berpartisipasi secara formalitas. Terdapat juga perdebatan seputar prioritas antara kesadaran berpolitik dan partisipasi politik. Kesimpulannya, kesadaran berpolitik generasi muda rentan rendah akibat paparan berita korupsi, memengaruhi partisipasi politik mereka. Komunikasi politik yang lebih baik dan representasi yang memadai diperlukan untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam dunia politik.
Universitas Tarumanagara
Title: Komunikasi Tokoh Politik dan Kesadaran Berpolitik Generasi Z
Description:
This research explores the political awareness of the youth in DKI Jakarta, focusing on the impact of exposure to corruption news on their political perceptions.
The younger generation tends to rely on social media platforms, such as Instagram and TikTok, as their primary sources of political information.
Regular exposure to corruption news leads to negative perceptions of politics and a decline in trust in government institutions.
Politicians perceived rigid and sensitive political communication also contributes to the youth's apathy towards politics.
Despite being seen as a breath of fresh air, concerns exist regarding the lack of experience and adequate representation among the younger generation.
Political participation varies, with some participants engaging only formally.
There is also a debate regarding priorities between political awareness and political participation.
In conclusion, the political awareness of the youth is susceptible to being low due to exposure to corruption news, impacting their political participation.
Improved political communication and adequate representation are necessary to encourage active involvement of the younger generation in politics.
Penelitian ini mengeksplorasi kesadaran berpolitik generasi muda di DKI Jakarta, di tengah paparan berita korupsi, khususnya terkait persepsi politik mereka.
Generasi muda cenderung mengandalkan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, sebagai sumber utama informasi politik.
Paparan berita korupsi secara rutin menyebabkan persepsi negatif terhadap politik dan penurunan kepercayaan pada lembaga pemerintahan.
Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Massa, Teori Kultivasi dan Teori Komunikasi Politik, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data.
Didapatkan hasil bahwa komunikasi politik yang dianggap kaku dan sensitif oleh tokoh politik juga berkontribusi pada apatis generasi muda terhadap politik.
Meskipun generasi muda dianggap membawa angin segar, ada kekhawatiran terkait pengalaman dan representasi yang kurang.
Partisipasi politik bervariasi, dengan beberapa informan hanya berpartisipasi secara formalitas.
Terdapat juga perdebatan seputar prioritas antara kesadaran berpolitik dan partisipasi politik.
Kesimpulannya, kesadaran berpolitik generasi muda rentan rendah akibat paparan berita korupsi, memengaruhi partisipasi politik mereka.
Komunikasi politik yang lebih baik dan representasi yang memadai diperlukan untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam dunia politik.

Related Results

KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS
UAS ILMU POLITIK DAN PENDIDIKAN IPS
Ilmu Politik dan Pendidikan IPS merupakan dua bidang studi yang penting dalam memahami dan mempengaruhi dinamika politik dan partisipasi warga negara dalam suatu masyarakat. Mata k...
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperj...
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK GENERASI MUDA DI KOTA JAMBI
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK GENERASI MUDA DI KOTA JAMBI
Pendampingan  Pendidikan  Politik  untuk  Generasi  Muda  di  Kota  Jambi  bertujuan  untuk memberi pendidikan politik melalui sosialisasi terhadap generasi muda, dengan memberikan...
PENGGUNAAN PARIKAN LUDRUK DALAM KOMUNIKASI POLITIK
PENGGUNAAN PARIKAN LUDRUK DALAM KOMUNIKASI POLITIK
Abstract                Communication is the main part used as a means of delivering messages in order to achieve the goals. Political communication is carried out in various way...
Sumber politik pendidikan pancasila
Sumber politik pendidikan pancasila
Sistem politik Indonesia dewasa ini sedang mengalami proses demokratisasi yang membawa berbagai konsekuensi tidak hanya terhadap dinamika kehidupan politik nasional, melainkan juga...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang  kontestas...
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Penelitian ini didasarkan pada gaya komunikasi Joko Widodo yang sedikit berbeda dalam melakukan upaya pendekatan pada komunikasi politik. Sebagai aktor politik Joko Widodo mampu be...

Back to Top