Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin

View through CrossRef
Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada semua bidang ilmu. Tak terkecuali bidang ilmu-ilmu al-Qur‟an. Di Barat lahir seorang tokoh perempuan yang menghebohkan dunia Islam pada saat itu, bahkan hingga saat ini. Namanya adalah Amina Wadud Muhsin. Ia seorang Profesor Islamic Studies yang pernah menjadi imam shalat Jum‟at. Dalam jum‟atan tersebut, imamnya perempuan, khatibnya perempuan dan barisan makmumnya bercampur aduk antara laki-laki dan perempuan. Sejak 1400 tahun lebih Islam di sebarkan oleh Nabi Muhammad, baru Amina Wadud-lah orang yang berani menjadi imam shalat Jum‟at. Amina Wadud melakukan hal tersebut tentu bukan asal-asalan, namun juga memiliki dasar. Dasar yang di pakai olehnya adalah hermeneutika tauhid. Dalam hal ibadah, seseorang tidak boleh di halangi hanya karena jenis kemanin, asalkan bertauhid, ia boleh beribadah. Selain itu, factor kondisi geografis dimana Amina Wadud tinggal juga menjadi alasan utmanya untuk melakukan hal itu.
Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk
Title: Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin
Description:
Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada semua bidang ilmu.
Tak terkecuali bidang ilmu-ilmu al-Qur‟an.
Di Barat lahir seorang tokoh perempuan yang menghebohkan dunia Islam pada saat itu, bahkan hingga saat ini.
Namanya adalah Amina Wadud Muhsin.
Ia seorang Profesor Islamic Studies yang pernah menjadi imam shalat Jum‟at.
Dalam jum‟atan tersebut, imamnya perempuan, khatibnya perempuan dan barisan makmumnya bercampur aduk antara laki-laki dan perempuan.
Sejak 1400 tahun lebih Islam di sebarkan oleh Nabi Muhammad, baru Amina Wadud-lah orang yang berani menjadi imam shalat Jum‟at.
Amina Wadud melakukan hal tersebut tentu bukan asal-asalan, namun juga memiliki dasar.
Dasar yang di pakai olehnya adalah hermeneutika tauhid.
Dalam hal ibadah, seseorang tidak boleh di halangi hanya karena jenis kemanin, asalkan bertauhid, ia boleh beribadah.
Selain itu, factor kondisi geografis dimana Amina Wadud tinggal juga menjadi alasan utmanya untuk melakukan hal itu.

Related Results

Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
          Controversial issues regarding the status and standing of women are widely discussed by contemporary Islamic figures. This topic seems to be a hot topic that is rarely di...
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
The purpose of this study is to find out the gender thinking of Amina Wadud Muhsin in the view of Hans Georg Gadamer's Hermeneutics. This research is library research using a resea...
THE QURANIC HERMENEUTICS APPROACH TO GENDER EQUALITY IN AMINA WADUD MUHSIN’S VIEW
THE QURANIC HERMENEUTICS APPROACH TO GENDER EQUALITY IN AMINA WADUD MUHSIN’S VIEW
Gender is a social construction of what is called masculine and feminine and the division of social roles. Hermeneutics is an alternative approach to understand the Qur'anic text. ...
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
This study discusses the position of women in the creation of humankind based on Amina Wadud's feminist hermeneutics perspective as an effort to critique classical interpretations ...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muara...
Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush
Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush
Dalam kajian Islam kontemporer, ada beberapa tokoh feminis yang dianggap aktif sebagai penggerak gerakan feminisme Islam, di antaranya adalah Amina Wadud Muhsin. Dalam karyanya Qur...
MULTICULTURALISM VALUES IN HENA KHAN’S AMINA’S VOICE
MULTICULTURALISM VALUES IN HENA KHAN’S AMINA’S VOICE
Abstract This paper aims to show how the forms of multiculturalism values are displayed in Amina's life and how multiculturalism can change the perspective of other character...
Potret Perempuan dalam Novel Nawal El Sadawi: Kajian Heurmeneutik Feminis Amina Wadud Muhsin
Potret Perempuan dalam Novel Nawal El Sadawi: Kajian Heurmeneutik Feminis Amina Wadud Muhsin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan dalam ketiga novel Nawal El Sadawi dengan judul Perempuan di Titik Nol, Jatuhnya Sang Imam, dan Zeina. Ketiga novel tersebut berlatar Is...

Back to Top