Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush

View through CrossRef
Dalam kajian Islam kontemporer, ada beberapa tokoh feminis yang dianggap aktif sebagai penggerak gerakan feminisme Islam, di antaranya adalah Amina Wadud Muhsin. Dalam karyanya Qur’an and Woman, ia mengungkapkan ketertarikannya dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an terkhusus tema-tema yang berkenaan dengan ayat-ayat relasi gender. Menurutnya, untuk mendapatkan penafsiran yang relatif objektif, ia mensyaratkan seorang mufassir harus kembali pada prinsip-prinsip al-Qur’an sebagai paradigma penafsiran. Amina meyakini bahwa tidak ada penafsiran yang benar-benar objektif dikarenakan seorang mufassir kerapkali terjebak dalam asumsi subjektif yang justru mereduksi dan mendistorsi makna al-Qur′an. Kajian Al-Qur′an dan tafsir yang dihasilkan Amina dianggap kontroversional, bahkan ia dikatakan sesat. Penelitian ini merupakan studi literatur (library research) atau penelitian pustaka. Sumber utama (the primary resource). Dari penulisan ini disimpulkan bahwa langkah-langkah metode istinba>t} Al-Qur’an yang dilakukan Amina Wadud ada empat  yakni : analisis- konteks, mengumpulkan teks lain dengan konteks topik yang sama, analisis gramatikal teks (dalam hal ini Amina menggunakan teori hermeneutika), dan analisis universal teks. Langkah-langkah istinba>t} oleh Amina Wadud dalam hal ini tidak mengikut-sertakan hadis nabi serta tidak membandingkan antar teks satu dengan lainnya secara proporsional. Sedangkan dalam metode istinba>t} hadis, ia tidak membahas tentang validitas dan keabsahan riwayat hadis yang digunakan.
Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah
Title: Telaah Metode Istinbath Amina Wadud Perspektif Turuq al-Istinbath min al-Nushush
Description:
Dalam kajian Islam kontemporer, ada beberapa tokoh feminis yang dianggap aktif sebagai penggerak gerakan feminisme Islam, di antaranya adalah Amina Wadud Muhsin.
Dalam karyanya Qur’an and Woman, ia mengungkapkan ketertarikannya dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an terkhusus tema-tema yang berkenaan dengan ayat-ayat relasi gender.
Menurutnya, untuk mendapatkan penafsiran yang relatif objektif, ia mensyaratkan seorang mufassir harus kembali pada prinsip-prinsip al-Qur’an sebagai paradigma penafsiran.
Amina meyakini bahwa tidak ada penafsiran yang benar-benar objektif dikarenakan seorang mufassir kerapkali terjebak dalam asumsi subjektif yang justru mereduksi dan mendistorsi makna al-Qur′an.
Kajian Al-Qur′an dan tafsir yang dihasilkan Amina dianggap kontroversional, bahkan ia dikatakan sesat.
Penelitian ini merupakan studi literatur (library research) atau penelitian pustaka.
Sumber utama (the primary resource).
Dari penulisan ini disimpulkan bahwa langkah-langkah metode istinba>t} Al-Qur’an yang dilakukan Amina Wadud ada empat  yakni : analisis- konteks, mengumpulkan teks lain dengan konteks topik yang sama, analisis gramatikal teks (dalam hal ini Amina menggunakan teori hermeneutika), dan analisis universal teks.
Langkah-langkah istinba>t} oleh Amina Wadud dalam hal ini tidak mengikut-sertakan hadis nabi serta tidak membandingkan antar teks satu dengan lainnya secara proporsional.
Sedangkan dalam metode istinba>t} hadis, ia tidak membahas tentang validitas dan keabsahan riwayat hadis yang digunakan.

Related Results

Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
Criticizing Amina Wadud's Views on Leadership in the Household
          Controversial issues regarding the status and standing of women are widely discussed by contemporary Islamic figures. This topic seems to be a hot topic that is rarely di...
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
AMINA WADUD MUHSIN GENDER THINKING IN THE HERMENEUTIC PERSPECTIVE OF HANS GEORG GADAMER
The purpose of this study is to find out the gender thinking of Amina Wadud Muhsin in the view of Hans Georg Gadamer's Hermeneutics. This research is library research using a resea...
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
Tafsir Feminisme Perspektif Amina Wadud
This study discusses the position of women in the creation of humankind based on Amina Wadud's feminist hermeneutics perspective as an effort to critique classical interpretations ...
MULTICULTURALISM VALUES IN HENA KHAN’S AMINA’S VOICE
MULTICULTURALISM VALUES IN HENA KHAN’S AMINA’S VOICE
Abstract This paper aims to show how the forms of multiculturalism values are displayed in Amina's life and how multiculturalism can change the perspective of other character...
THE QURANIC HERMENEUTICS APPROACH TO GENDER EQUALITY IN AMINA WADUD MUHSIN’S VIEW
THE QURANIC HERMENEUTICS APPROACH TO GENDER EQUALITY IN AMINA WADUD MUHSIN’S VIEW
Gender is a social construction of what is called masculine and feminine and the division of social roles. Hermeneutics is an alternative approach to understand the Qur'anic text. ...
A Critical Rview of Amina Wadud's Objections Regarding Prophethood
A Critical Rview of Amina Wadud's Objections Regarding Prophethood
Allah Almighty created humanity and appointed it as His vicegerent on Earth. Following this, the Prophecy was released, and at designated times, Allah's chosen prophets to send on ...
PENDEKATAN HERMENEUTIKA TERHADAP GERAKAN GENDER (INTERPRETASI AMINA WADUD)
PENDEKATAN HERMENEUTIKA TERHADAP GERAKAN GENDER (INTERPRETASI AMINA WADUD)
Inequality regarding gender bias is a rather complicated problem. This happens because the problem is a product of the social construction of a patriarchal society. Worse yet, this...
Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin
Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin
Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada semua bidang ilmu. Tak terkecuali bidang ilmu-ilmu al-Qur‟an. Di Barat lahir seorang tokoh perempuan yang menghebohkan dunia Islam pada s...

Back to Top