Javascript must be enabled to continue!
KAIDAH TARJIH DALAM PENAFSIRAN JAMALUDDIN AL-QASIMI STUDI TAFSIR MAHASIN AL-TA’WIL
View through CrossRef
Artikel ini mengupas tentang kaidah tarjih dalam penafsiran Jamaluddin Al-Qasimi studi tafsir Mahasin al-Ta’wil. Di antara kaidah tafsir terdapat istilah yang disebut dengan perbedaan penafsiran (ikhtilaf al-tafsir). Secara umum perbedaan dalam menafsirkan lebih merujuk pada perbedaan dari segi variatif ketimbang kontradiktif serta perbedaan penafsiran di kalangan mufasir lebih sedikit, dibandingkan perbedaan pendapat dari segi ahli fiqh. Selain itu, perbedaan panafsiran juga disebabkan dua persolaan, yaitu: pertama, perbedaan pemahaman dalam berijtihad dari kalangan ulama, dan kedua, adanya nash al-Qur’an memungkin memiliki banyak makna. Hal tersebut, merupakan dasar dibutuhkannya tarjih, sebagaimana yang diuraikan dalam Mahasin al-Ta’wil karya Jamaluddin Al-Qasimi dan telah ditegaskan dalam muqadimahnya. Adapun kaidah yang digunakan dalam pentarjihan dengan al-Qur’an, dengan zahir al-Qur’an, dengan dengan makna nazair al-Qur’an,dengan menggunakan hadismentarjih dengan kebahasaan, mentarjih dengan qira’at para Imam. dengan pendapat mayoritas Ulama. dengan dilalah al-siyaq, berdasarkan madzhab ahli sunah wal jama’ah. dengan menggunakan nasikh-mansukh, dengan asbab al-nuzul. Sedang bentuk-bentuk yang digunakan mentarjih adalah al-sahih, al-sawwab, al-rajih, al-haqq, al-‘asahh, al-azhar, al-aksar, al-aqrab, al-ansab, al-asyhar, al-aujah, al-asybah, al-tahqiq, dan al-muta’ayyin.
Title: KAIDAH TARJIH DALAM PENAFSIRAN JAMALUDDIN AL-QASIMI STUDI TAFSIR MAHASIN AL-TA’WIL
Description:
Artikel ini mengupas tentang kaidah tarjih dalam penafsiran Jamaluddin Al-Qasimi studi tafsir Mahasin al-Ta’wil.
Di antara kaidah tafsir terdapat istilah yang disebut dengan perbedaan penafsiran (ikhtilaf al-tafsir).
Secara umum perbedaan dalam menafsirkan lebih merujuk pada perbedaan dari segi variatif ketimbang kontradiktif serta perbedaan penafsiran di kalangan mufasir lebih sedikit, dibandingkan perbedaan pendapat dari segi ahli fiqh.
Selain itu, perbedaan panafsiran juga disebabkan dua persolaan, yaitu: pertama, perbedaan pemahaman dalam berijtihad dari kalangan ulama, dan kedua, adanya nash al-Qur’an memungkin memiliki banyak makna.
Hal tersebut, merupakan dasar dibutuhkannya tarjih, sebagaimana yang diuraikan dalam Mahasin al-Ta’wil karya Jamaluddin Al-Qasimi dan telah ditegaskan dalam muqadimahnya.
Adapun kaidah yang digunakan dalam pentarjihan dengan al-Qur’an, dengan zahir al-Qur’an, dengan dengan makna nazair al-Qur’an,dengan menggunakan hadismentarjih dengan kebahasaan, mentarjih dengan qira’at para Imam.
dengan pendapat mayoritas Ulama.
dengan dilalah al-siyaq, berdasarkan madzhab ahli sunah wal jama’ah.
dengan menggunakan nasikh-mansukh, dengan asbab al-nuzul.
Sedang bentuk-bentuk yang digunakan mentarjih adalah al-sahih, al-sawwab, al-rajih, al-haqq, al-‘asahh, al-azhar, al-aksar, al-aqrab, al-ansab, al-asyhar, al-aujah, al-asybah, al-tahqiq, dan al-muta’ayyin.
.
Related Results
KAIDAH PENAFSIRAN MENURUT MUHAMMAD JAMAL AL-DIN AL-QASIMI
KAIDAH PENAFSIRAN MENURUT MUHAMMAD JAMAL AL-DIN AL-QASIMI
Tafsir merupakan produk teks dari sumber teks al-Qur’an. Kehadiran tafsir sangat dibutuhkan dalam menjelaskan petunjuk-petunjuk al-Qur’an. Namun apakah penafsiran yang dilakuka...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Kontribusi Tafsir <i>Bil Ma'tsur</i> dan Tafsir <i>Bil Ra'yi</i> serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran
Kontribusi Tafsir <i>Bil Ma'tsur</i> dan Tafsir <i>Bil Ra'yi</i> serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an, serta dilema yang muncul dari penggunaannya, serta m...
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Metode Penerapan Dan Pengembangan Qowa`id Al-Ahkam
Walaupun sudah ada pengembangan dalam berbagai hal terkait hukum Islam, namun dalam bidang qawa`id al-ahkam (kaidah-kaidah hukum Islam) pengembangan itu belum begitu tampak. Pada...
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
<p class="05Abstrak">Tarjîh dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuannya adalah mengeta...

