Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Media dalam Menyampaikan Pelanggaran Hukum Humaniter (Studi Komparatif Kasus Suriah dan Palestina)

View through CrossRef
Pelaporan media terhadap pelanggaran hukum humaniter dalam konteks konflik bersenjata memainkan peranan penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi kebijakan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media, baik tradisional maupun digital, dalam menyampaikan informasi terkait pelanggaran hukum humaniter, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dalam pelaporan dan dampaknya terhadap akuntabilitas global. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan komparatif dengan menganalisis pelaporan media internasional mengenai pelanggaran hukum humaniter di dua zona konflik utama, yaitu Suriah dan Palestina. Data dikumpulkan melalui analisis konten dari berbagai sumber media, termasuk media tradisional dan platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan besar terkait bias politik dan disinformasi, media tetap berfungsi sebagai alat utama dalam memperjuangkan akuntabilitas terhadap pelanggaran hukum humaniter. Media sosial memainkan peran penting dalam memperluas akses informasi dan mempercepat distribusi berita mengenai pelanggaran tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tantangan etika jurnalistik dan verifikasi informasi tetap ada, media, terutama media sosial, memiliki potensi besar dalam mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan jurnalisme berbasis etika dan akurasi untuk meningkatkan peran media dalam memantau dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter serta untuk memperbaiki persepsi publik global mengenai isu tersebut.
Title: Peran Media dalam Menyampaikan Pelanggaran Hukum Humaniter (Studi Komparatif Kasus Suriah dan Palestina)
Description:
Pelaporan media terhadap pelanggaran hukum humaniter dalam konteks konflik bersenjata memainkan peranan penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi kebijakan internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media, baik tradisional maupun digital, dalam menyampaikan informasi terkait pelanggaran hukum humaniter, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dalam pelaporan dan dampaknya terhadap akuntabilitas global.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan komparatif dengan menganalisis pelaporan media internasional mengenai pelanggaran hukum humaniter di dua zona konflik utama, yaitu Suriah dan Palestina.
Data dikumpulkan melalui analisis konten dari berbagai sumber media, termasuk media tradisional dan platform media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan besar terkait bias politik dan disinformasi, media tetap berfungsi sebagai alat utama dalam memperjuangkan akuntabilitas terhadap pelanggaran hukum humaniter.
Media sosial memainkan peran penting dalam memperluas akses informasi dan mempercepat distribusi berita mengenai pelanggaran tersebut.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tantangan etika jurnalistik dan verifikasi informasi tetap ada, media, terutama media sosial, memiliki potensi besar dalam mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan jurnalisme berbasis etika dan akurasi untuk meningkatkan peran media dalam memantau dan melaporkan pelanggaran hukum humaniter serta untuk memperbaiki persepsi publik global mengenai isu tersebut.

Related Results

Intervensi Rusia terhadap Konflik Suriah
Intervensi Rusia terhadap Konflik Suriah
Hingga saat ini Rusia masih menjadi salah satu negara terbesar di dunia, karena merupakan negara penerus dari Uni Soviet (USSR). Setiap kebijakan yang diambil oleh Rusia selalu men...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PERLINDUNGAN ORANG SIPIL DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
PERLINDUNGAN ORANG SIPIL DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
Hukum Humaniter Internasional atau Internastional Humanitarian Law adalah bagian dari Hukum Internasional. Hukum Humaniter Internasional dapat diberi pengertian sebagai hukum yang ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
Berdasarkan urian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa hukum pada dasarnyaberbasis pada masyarakat. Maka salah satu metode khas dalam antropologi hukum adalah kerjalapangan (fi...

Back to Top