Javascript must be enabled to continue!
Optimalisasi Slurry dan Baglog Terhadap Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kompos
View through CrossRef
Pemanfaatan slurry dapat berpotensi sebagai sumber bahan baku kompos. Hal ini berkaitan denganbahan organik dan nitrogen pada slurry yang tinggi. Slurry memiliki C/N rasio rendah sebesar 7,4 yangdapat mengakibatkan kehilangan nitrogen melalui NH3 dan NO2. Perlunya manajemen untukpengelolaan slurry seperti penambahan bahan baku baglog. Baglog merupakan limbah media dalambudidaya jamur. Baglog memiliki C/N rasio sebesar 35,21. C/N rasio tinggi menyebabkan bau pada bahanbaku kompos karena mikroba utama tidak tersedia. Sehingga diperlukan kombinasi bahan baku komposdari bahan dengan nilai C/N rasio terendah harus dicampurkan dengan bahan yang memiliki C/N rasiotinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi bahan baku kompos berupa slurrydan baglog terhadap kualitas kompos yang sesuai dengan baku mutu. Percobaan penelitian komposterdiri dari enam perlakuan meliputi K1 (slurry 25 liter + baglog 25 kg+ dekomposer 0 ml), K2 (slurry 25liter + baglog 25 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL) , K3 (slurry 30 liter+ baglog 20 kg + dekomposer 3ml/1000 mL), K4 (slurry 40 liter + baglog 30 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL), K5 (slurry 50 liter + 25 kg+dekomposer 3 ml/1000 mL) + K6 slurry 25 liter + baglog 50 kg+ dekomposer 3 ml/1000 mL). PerlakuanK1 hingga K4 menunjukkan sesuai dengan standar mutu kompos Permentan No 01 (2019). Aplikasi K2(slurry 25 liter + baglog 25 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL) menghasilkan nilai nitrogen yang lebih tinggidibandingkan perlakuan lainnya.
Title: Optimalisasi Slurry dan Baglog Terhadap Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kompos
Description:
Pemanfaatan slurry dapat berpotensi sebagai sumber bahan baku kompos.
Hal ini berkaitan denganbahan organik dan nitrogen pada slurry yang tinggi.
Slurry memiliki C/N rasio rendah sebesar 7,4 yangdapat mengakibatkan kehilangan nitrogen melalui NH3 dan NO2.
Perlunya manajemen untukpengelolaan slurry seperti penambahan bahan baku baglog.
Baglog merupakan limbah media dalambudidaya jamur.
Baglog memiliki C/N rasio sebesar 35,21.
C/N rasio tinggi menyebabkan bau pada bahanbaku kompos karena mikroba utama tidak tersedia.
Sehingga diperlukan kombinasi bahan baku komposdari bahan dengan nilai C/N rasio terendah harus dicampurkan dengan bahan yang memiliki C/N rasiotinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi bahan baku kompos berupa slurrydan baglog terhadap kualitas kompos yang sesuai dengan baku mutu.
Percobaan penelitian komposterdiri dari enam perlakuan meliputi K1 (slurry 25 liter + baglog 25 kg+ dekomposer 0 ml), K2 (slurry 25liter + baglog 25 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL) , K3 (slurry 30 liter+ baglog 20 kg + dekomposer 3ml/1000 mL), K4 (slurry 40 liter + baglog 30 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL), K5 (slurry 50 liter + 25 kg+dekomposer 3 ml/1000 mL) + K6 slurry 25 liter + baglog 50 kg+ dekomposer 3 ml/1000 mL).
PerlakuanK1 hingga K4 menunjukkan sesuai dengan standar mutu kompos Permentan No 01 (2019).
Aplikasi K2(slurry 25 liter + baglog 25 kg + dekomposer 3 ml/1000 mL) menghasilkan nilai nitrogen yang lebih tinggidibandingkan perlakuan lainnya.
Related Results
Optimalisasi Slurry dan Baglog Terhadap Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kompos
Optimalisasi Slurry dan Baglog Terhadap Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kompos
Pemanfaatan slurry dapat berpotensi sebagai sumber bahan baku kompos. Hal ini berkaitan dengan bahan organik dan nitrogen pada slurry yang tinggi. Slurry memiliki C/N rasio rendah ...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Kajian Kualitas Kompos Sampah Organik Rumah Tangga
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2005, tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum menggariskan kebijakan dalam pengolahan sampah dengan metodeĀ yang ramah lingkun...
Respons Pertumbuhan Dua Varietas Padi Lokal dengan Beberapa Komposisi Kompos
Respons Pertumbuhan Dua Varietas Padi Lokal dengan Beberapa Komposisi Kompos
Pengembangan padi lokal saat ini masih kurang mendapat perhatian karena produktivitasnya masih tergolong rendah dibandingkan dengan padi sawah. Padahal, varietas lokal memiliki ada...
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjal...
PENGARUH TATA GUNA LAHAN DAN DAYA RESAP TANAH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS PENGOMPOSAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB)
PENGARUH TATA GUNA LAHAN DAN DAYA RESAP TANAH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS PENGOMPOSAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB)
Pengomposan Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi pengolahan sampah organik yang dilakukan di dalam tanah pada area terbuka, sehingga dipengaruhi oleh kondisi...
Teh Kompos dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Hara dan Agen Ketahanan Tanaman
Teh Kompos dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Hara dan Agen Ketahanan Tanaman
Teh kompos akhir-akhir ini menarik perhatian para peneliti dan praktisi pertanian organik karena berfungsi ganda sebagai sumber unsur hara dan sekaligus sebagai biopestisida teruta...
Daya Dukung Bahan Baku Industri dan UMKM Berbasis Potensi Stok pada Wilayah Pengelolaan Perikanan
Daya Dukung Bahan Baku Industri dan UMKM Berbasis Potensi Stok pada Wilayah Pengelolaan Perikanan
Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) termasuk pada pengolahan yang menyangkut bahan baku. Potensi stok ikan lestari (maximu...

