Javascript must be enabled to continue!
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI PREMATUR MENGUNAKAN MODEL KEPERAWATAN KONSERVASI ENERGY MYRA LEVINE: SEBUAH STUDY KASUS
View through CrossRef
Bayi prematur merupakan manusia yang rentan gagal beradaptasi karena faktor imaturitas. Faktor imaturitas pernafasan dan kelemahan otot oro-motor menjadi tantangan bayi prematur untuk memenuhi kebutuhan energi. Konservasi energi membantu bayi mencapai integritas struktur yang membantu bayi tumbuh dan berkembang sehingga tercapai integritas personal dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi Model Keperawatan Konservasi Energy Myra E Levine pada bayi prematur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan study kasus pada empat bayi prematur yang memiliki kondisi fisiologis stabil ditandai dengan tidak menggunakan alat bantu pernafasan. Hasil penelitian menunjukkan tropicognosis pada keempat kasus adalah gangguan pola nafas, gangguan termoregulasi, resiko ketidakefektifan perfusi jaringan, resiko infeksi (lanjut), resiko cedera internal, nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dan gangguan proses keluarga. Evaluasi keperawatan selama 2 minggu menunjukkan pola nafas dan termoregulasi efektif, infeksi lanjut dan cedera internal tidak terjadi, nutrisi adekuat. Peneliti menyarankan mengaplikasikan Teori Keperawatan Konservasi Energy Myra E Levine pada bayi prematur.
Universitas Pembangunan Negara Veteran Jakarta
Title: ASUHAN KEPERAWATAN BAYI PREMATUR MENGUNAKAN MODEL KEPERAWATAN KONSERVASI ENERGY MYRA LEVINE: SEBUAH STUDY KASUS
Description:
Bayi prematur merupakan manusia yang rentan gagal beradaptasi karena faktor imaturitas.
Faktor imaturitas pernafasan dan kelemahan otot oro-motor menjadi tantangan bayi prematur untuk memenuhi kebutuhan energi.
Konservasi energi membantu bayi mencapai integritas struktur yang membantu bayi tumbuh dan berkembang sehingga tercapai integritas personal dan sosial.
Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi Model Keperawatan Konservasi Energy Myra E Levine pada bayi prematur.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan study kasus pada empat bayi prematur yang memiliki kondisi fisiologis stabil ditandai dengan tidak menggunakan alat bantu pernafasan.
Hasil penelitian menunjukkan tropicognosis pada keempat kasus adalah gangguan pola nafas, gangguan termoregulasi, resiko ketidakefektifan perfusi jaringan, resiko infeksi (lanjut), resiko cedera internal, nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dan gangguan proses keluarga.
Evaluasi keperawatan selama 2 minggu menunjukkan pola nafas dan termoregulasi efektif, infeksi lanjut dan cedera internal tidak terjadi, nutrisi adekuat.
Peneliti menyarankan mengaplikasikan Teori Keperawatan Konservasi Energy Myra E Levine pada bayi prematur.
Related Results
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
Latar Belakang: Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada gestasi kurang dari 37 minggu dihitung dari periode menstruasi terakhir. Pada bayi prematur dengan usia gestasi yang belum...
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan b...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Pengertian, Dasar, Manfaat, Karakteristik, Model, Prinsip dan Pentingnya Dokumentasi Dalam keperawatan
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan kepada individu yang sehat maupun sakit yang mengalami gangguan fisik, psikis, dan s...

