Javascript must be enabled to continue!
INTERJEKSI VOLITIF DALAM BAHASA BATAK SIMALUNGUN
View through CrossRef
Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun. Interjeksi volitif adalah interjeksi yang mengandung makna "saya menginginkan sesuatu" dan digunakan untuk menarik perhatian atau menuntut tindakan dan tanggapan dari seseorang atas keinginan pembicara. Penelitian ini menggunakan teori Natural Semantic Metalanguage (NSM) dan merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun antara lain: Soh, sip, he, ops, aih tene, ah, ais, oop, etah, etah ma, podas, papodas, hoi, oi, hah, nah, ima, onma, huss, ceis, hurr, chek...chek...chek, hiah-hiah, logo logo, roho udan, lass kritik itik, dan hurr pittor. Bentuk-bentuk tersebut dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu interjeksi antara manusia dengan manusia, interjeksi antara manusia dengan hewan, dan interjeksi antara manusia dengan alam. Selain itu, interjeksi tersebut dikelompokkan menjadi delapan komponen makna, yaitu: (1) saya ingin seseorang tidak melakukan sesuatu, (2) saya tidak ingin kamu berada di tempat ini, (3) mendesak, (4) saya ingin anda berhenti, (5) saya ingin menarik perhatian anda, (6) saya ingin anda mengulanginya, (7) saya ingin memberikannya kepada anda, dan (8) meminta atau memohon kepada alam.
Title: INTERJEKSI VOLITIF DALAM BAHASA BATAK SIMALUNGUN
Description:
Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun.
Interjeksi volitif adalah interjeksi yang mengandung makna "saya menginginkan sesuatu" dan digunakan untuk menarik perhatian atau menuntut tindakan dan tanggapan dari seseorang atas keinginan pembicara.
Penelitian ini menggunakan teori Natural Semantic Metalanguage (NSM) dan merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interjeksi volitif dalam bahasa Batak Simalungun antara lain: Soh, sip, he, ops, aih tene, ah, ais, oop, etah, etah ma, podas, papodas, hoi, oi, hah, nah, ima, onma, huss, ceis, hurr, chek.
chek.
chek, hiah-hiah, logo logo, roho udan, lass kritik itik, dan hurr pittor.
Bentuk-bentuk tersebut dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu interjeksi antara manusia dengan manusia, interjeksi antara manusia dengan hewan, dan interjeksi antara manusia dengan alam.
Selain itu, interjeksi tersebut dikelompokkan menjadi delapan komponen makna, yaitu: (1) saya ingin seseorang tidak melakukan sesuatu, (2) saya tidak ingin kamu berada di tempat ini, (3) mendesak, (4) saya ingin anda berhenti, (5) saya ingin menarik perhatian anda, (6) saya ingin anda mengulanginya, (7) saya ingin memberikannya kepada anda, dan (8) meminta atau memohon kepada alam.
Related Results
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
This creation research formulates the struggle of Boru Lopian son of Sisingamangaraja XII against Dutch colonialism. In addition to seeing as the figure of the son of King Sisingam...
Bentuk Interjeksi dalam Novel Pascareformasi: Analisis Sosiopragmatik
Bentuk Interjeksi dalam Novel Pascareformasi: Analisis Sosiopragmatik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecurigaan peneliti terhadap adanya pengaruh perubahan penggunaan tindak tutur dalam novel sebagai konsekuensi dari perubahan perilaku berujar ...
PENGGUNAAN INTERJEKSI DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
PENGGUNAAN INTERJEKSI DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Interjeksi adalah kata yang bertugas untuk mengungkapkan perasaan seseorang dalam bentuk rasa kesal, kagum, senang, syukur, heran, kecewa, dan sebagainya. Rasa hati yang diungkapka...
Kategorisasi semantik interjeksi dalam bahasa Batak Angkola
Kategorisasi semantik interjeksi dalam bahasa Batak Angkola
The aim of this study was to describe the categorization of interjections in the Angkola Batak language. The Metalanguage Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorisasikan interje...
INTERJEKSI CLICKBAIT HEADLINE PADA YOUTUBE “MALAM MALAM NET”: SEBUAH KAJIAN SEMANTIK
INTERJEKSI CLICKBAIT HEADLINE PADA YOUTUBE “MALAM MALAM NET”: SEBUAH KAJIAN SEMANTIK
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk dan makna interjeksi yang terdapat pada akun youtube “malam malam net”, serta melihat bagaimana clickbait headline digun...
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
Cephalometry Variation of Bataknese
Cephalometry Variation of Bataknese
Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan suku bangsa, salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia adalah suku Batak. Suku Batak terbag...
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
Ulos is a traditional Batak clothing that we can find in traditional events; birth, marriage, death and other Batak traditional ceremonies such as: Mandailing, Pakpak, Dairi, Sipir...

