Javascript must be enabled to continue!
KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
View through CrossRef
Artikel ini membahas mengenai hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) dengan melakukan perbandingan berdasarkan 200 kosakata Morris
Swadesh. Tujuan penelitian yaitu, (1) menentukan persentase tingkat kekerabatan antara bahasa Batak
Mandailing dan bahasa Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten Pasaman, (2) menentukan lama
waktu pisah antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten
Pasaman, (3) dan menjelaskan korespondensi bunyi antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten Pasaman. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif
dan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) memiliki hubungan kekerabatan dilihat dari hasi perbandingan terdapat
kesamaan bentuk sejumlah 98 kata, korespondensi bunyi terbagi atas, (1) penggantian bunyi/fonem
sejumlah 10 kata, (2) pengurangan bunyi/fonem sejumlah 16 kata, dan (3) penambahan bunyi/fonem
sejumlah 18 kata. Tingkat hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa Batak
Angkola (Tapanuli) dari hasil persentase yang dihitung terdapat 71% dari 200 glos yang diperoleh.
Tahun pisah kedua bahasa tersebut 1.234 tahun yang lalu, terhitung dari tahun 2022. Jadi disimpulkan
kedua bahasa tersebut berasal dari subkeluarga yang sama.
Title: KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
Description:
Artikel ini membahas mengenai hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) dengan melakukan perbandingan berdasarkan 200 kosakata Morris
Swadesh.
Tujuan penelitian yaitu, (1) menentukan persentase tingkat kekerabatan antara bahasa Batak
Mandailing dan bahasa Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten Pasaman, (2) menentukan lama
waktu pisah antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten
Pasaman, (3) dan menjelaskan korespondensi bunyi antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) di Kabupaten Pasaman.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif
dan metode kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) memiliki hubungan kekerabatan dilihat dari hasi perbandingan terdapat
kesamaan bentuk sejumlah 98 kata, korespondensi bunyi terbagi atas, (1) penggantian bunyi/fonem
sejumlah 10 kata, (2) pengurangan bunyi/fonem sejumlah 16 kata, dan (3) penambahan bunyi/fonem
sejumlah 18 kata.
Tingkat hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa Batak
Angkola (Tapanuli) dari hasil persentase yang dihitung terdapat 71% dari 200 glos yang diperoleh.
Tahun pisah kedua bahasa tersebut 1.
234 tahun yang lalu, terhitung dari tahun 2022.
Jadi disimpulkan
kedua bahasa tersebut berasal dari subkeluarga yang sama.
Related Results
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
BENTUK SENI PERTUNJUKAN RONGGENG PASAMAN DI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT
BENTUK SENI PERTUNJUKAN RONGGENG PASAMAN DI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk seni pertunjukan Ronggeng Pasaman di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Ronggeng Pasaman merupakan seni pertunjukan terdiri...
KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK PADA BAHASA BATAK TOBA DAN BATAK ANGKOLA MANDAILING
KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK PADA BAHASA BATAK TOBA DAN BATAK ANGKOLA MANDAILING
Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kekerabatan, masa pisah, dan tahun prediksi bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Angkola Mandailing berdasarkan persama...
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
PERSPEKTIF OPERA BATAK SISINGAMANGARAJA XII EPISODE BORU LOPIAN ULUPORANG TANO BATAK
This creation research formulates the struggle of Boru Lopian son of Sisingamangaraja XII against Dutch colonialism. In addition to seeing as the figure of the son of King Sisingam...
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
Ulos is a traditional Batak clothing that we can find in traditional events; birth, marriage, death and other Batak traditional ceremonies such as: Mandailing, Pakpak, Dairi, Sipir...
Sistem Waris Masyarakat Muslim Batak Angkola Dalam Tinjauan Alqur’an
Sistem Waris Masyarakat Muslim Batak Angkola Dalam Tinjauan Alqur’an
Abstract
Batak Angkola is one of Batak ethnic who lived at south of Tapanuli in North Sumatera. The societies usually called as Angkola’s people. Up to now, they still hold t...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perempuan Dan Budaya Batak: Feminisme Dalam Dalihan Na Tolu Masyarakat Batak Angkola
Perempuan Dan Budaya Batak: Feminisme Dalam Dalihan Na Tolu Masyarakat Batak Angkola
Dalihan Na Tolu merupakan sebuah sistem sistem sosial yang terdapat pada Masyarakat Batak Angkola. Dalihan Na Tolu mengatur interaksi sosial masyarakat Batak Angkola secara keselur...

